Jumat, 28 Oktober 2016

Menjadi Guru yang Kreatif dan Inspiratif

Judul  Buku : Jadi Pendidik Kreatif dan Inspiratif.
Penulis : Dion Eprijum Ginanto
Penyunting : Tiwi & Fenita
Penerbit : Jogja Bangkit Publisher (Anggota IKAPI)
Cetakan I : 2011
Tebal : 120 halaman
ISBN : 978-602-98290-1-3




Sebuah buku dengan judul "Jadi Pendidik Kreatif dan Inspiratif" memuat uraian praktis mengenai penyakit-penyakit yang menimpa guru alias para pendidik. Rasanya baru sekarang menemukan buku tentang keadaan atau kondisi "guru" yang agak unik dan aneh.

Unik karena saat awal membaca judul ini, saya kira berisi uraian panjang lebar mengenai seluk beluk guru. Kompetensi-kompetensi yang harus dikuasai, seperti membahas mengenai kompetensi kepribadian, pedagogik, sosial maupun profesional. Ternyata...wah. Jauh-jauh dari tinjauan teoritis seperti itu. Aneh dalam arti, saya merasa isi buku ini sedikit "konyol" dalam mengupas mengenai keguruan. Bayangkan...penyakit-penyakit yang diderita guru. Bahkan bersama dengan obat penangkalnya.

Berikut sepuluh penyakit profesional guru dan penyakitnya.
1. Lesu Vs Jamu Kuat
2. Kusta Vs Balsem
3. Tipus Vs Puyer
4. Kurap Vs Salep
5. Kram Vs CTM
6. Kudis Vs Pil Jambu
7. TBC vs Kina
8. Mual VS Bodrek
9. Asam Urat Vs Sirup
10. Asma Vs Generik & Aspirin


Wah...unik dan aneh bukan. Jangan-jangan penyakit tersebut bukan hanya menimpa kaum guru atau pendidik. Tetapi juga menimpa para siswa, orang tua, masyarakat bahkan bangsa Indonesia sendiri. Terus...apa sih arti dari penyakit-penyakit tersebut. Apakah jenis penyakit fisik atau ada makna tersirat dari kesepuluh daftar penyakit dan juga obat penangkalnya.

Saya kupas dikit mengenai kepanjangan istilah-istilah di atas ya? 
1. Lesu Vs Jamu Kuat (Lemah Sumber vs Jangan Malu, Konsultasikan, Upayakan, Atasi, dan Terapkan)
2. Kusta Vs Balsem (Kurang Strategi vs Baca, Latih dan Sempurnakan)
3. Tipus Vs Puyer (Tidak Punya Selera vs Pikirkan, Usahakan, Yakinkan, Empati, Resapi)
4. Kurap Vs Salep (Kurang Persiapan vs Siapkan, Lakukan, Evaluasi, dan Pastikan)

Untuk kepanjangan yang lain serta detil penjelasan kesepuluh penyakit dan obatnya tersebut, tentunya baca saja buku yang berjudul "Jadi Pendidik Kreatif dan Inspiratif" tersebut. 
Oh ya..di bagian belakang buku tersebut juga telah disediakan Lembar Deteksi Penyakit Profesional Guru.

Demikian postingan mengenai buku "Jadi Pendidik Kreatif dan Inspiratif", semoga bermanfaat. Dan buat para guru, semoga bisa menjadi lebih profesional lagi, dan terhindar dari kesepuluh penyakit seperti yang telah disebutkan di atas. Bila pun telah terkena salah satu atau beberapa dari daftar penyakit tersebut...jangan sungkan, ragu atau malu untuk segera "menelan" obat penangkalnya.

Salam baca buku.

Mengasah Paradigma Pembelajar

Mengasah Paradigma Pembelajar, buku ke-23 yang ditulis Andrias Harefa, sebuah buku yang untuk kesekian kalinya bicara tentang belajar. Belajar dalam arti yang sangat luas. Belajar di alam semesta. Belajar di sekolah kehidupan. Selamat tinggal belajar di "bangku-bangku sekolah".




Buku-buku seputar pembelajaran yang ditulis oleh Andrias Harefa tercatat sebagai berikut :
1. Presentasi Efektif (1999)
2. Menjadi Manusia Pembelajar (2000)
3. Pembelajaran di Era Serba Otonom (2001)
4. Menata Karier, Menuju Kebebasan Finansial (2001)
5. Agar Menulis/Mengarang Bisa Gampang (2002)

Pada buku ini dibahas mengenai :
1. Perspektif Pembelajaran
2. Menemukan Kembali Makna Belajar
3. Terlahir Sebagai Pembelajar
4. Konteks Pembelajar
5. Mengenali Gaya Belajar
6. Memahami Ragam Kecerdasan
7. Pembelajaran Orang Dewasa
8. Re-learning

Melalui buku ini dan juga buku-buku lainnya, Andrias Harefa banya mengingatkan tentang makna belajar. Berbagai definisi belajar yang seambreg  tidak memuaskan Andrias Harefa dalam memaknai kata belajar.

Pada dasarnya, manusia terus belajar. Dan difitrahkan terlahir menjadi manusia pembelajar. Lulus sekolah bukan berarti selesai belajar. Kekeliruan yang besar. Saat lulus sekolah, justru harus menjadi pembelajar yang lebih hebat.

Mulai melangkah dalam dunia karier, berarti mulai untuk belajar kembali. Belajar dengan lebih cerdas. Berhenti belajar ketika sudah bekerja merupakan kesalahan luar biasa.

Kamis, 13 Oktober 2016

Buku Psikologi Perpustakaan

Buku Psikologi Perpustakaan
Judul : Psikologi Perpustakaan
Penulis : Wiji Suwarno
Penerbit : CV Sagung Seto Jakarta
Tahun terbit : 2009

Tak sengaja menemukan buku Psikologi Perpustakaan di Perpustakaan Purbalingga beberapa waktu yang lalu. Buku tersebut langsung menarik perhatian saya, karena temanya yang spesifik. Seperti beberapa waktu lalu saat kuliah di Semarang ada buku berjudul Psikologi Islami, langsung saya buru buku-bukunya yang lain.


Bab I Pendahuluan
Bagian ini berisi pengertian dari psikologi, perpustakaan dan psikologi perpustakaan.

Bab II Pengantar Umum Psikologi
Bagian ini berisi sejarah singkat perkembangan psikologi, konsep tiga aliran psikologi tentang manusia (Psikologi Behaviorisme, Psikologi Psikoanalisa, dan Psikologi Humanistik).

Bab III Perpustakaan
Berisi perpustakaan sebagai unit kerja; visi, misi, peran, tugas, dan fungsi; dan struktur organisasi perpustakaan.

Bab IV Persepsi dan Interaksi
Berisi persepsi dan interaksi.

Bab V Jiwa Perpustakaan
Berisi pustakawan, user, bahan pustaka dan gedung (tempat) atau ruangan.

Bab VI Bagaimana Agar Perpustakaan Bisa Survive?
Berisi analysis SWOT (kekuatan, kelemahan, kesempatan, ancaman dan tantangan), dan Coourtesy di Perpustakaan.

Saya sedikit mengutip analisa SWOT
1. Strength (kekuatan)
a. Sumber daya manusia
b. Koleksi bahan pustaka
c. Sarana dan prasarana
d. Pengunjung, anggota dan masyarakat pemakai
e. Lingkungan perpustakaan
f. Mitra kerja
g. Anggaran

2. Weaknesss (kelemahan)
a. Kelemahan internal : 1) Sumber daya perpustakaan; 2) Administrasi; 3) Manajemen
b. Kelemahan eksternal : 1) Adanya jarak atau celah antara perpustakaan dan masyarakat; 2) Adanya keterbatasan akses informasi dan komunikasi; 3) Respon dan perhatian masyarakat relatif rendah; 4) Persepsi yang keliru dan tidak lengkap tentang perpustakaan; 5) Minat masyarakat terhadap perpustakaan relatif rendah; 6) Tingkat kesibukan/waktu masyarakat terbatas

3. Oppurtunity (peluang)
a. Perkembangan informasi dan ilmu pengetahuan
b. Teknologi informasi
c. Perkembangan bidang pendidikan
d. Kebijakan pemerintah di bidang perpustakaan
e. Persaingan perpustakaan dengan bidang-bidang lain
4. Threat (ancaman atau tantangan)
a. Perkembangan pusat-pusat informasi yang lain
b. Acara televisi
c. Status dan kedudukan perpustakaan
e. Citra perpustakaan

Demikian sedikit isi/ulasan dari buku Psikologi Perpustakaan.
Selamat membaca buku Psikologi Perpustakaan. Salam baca buku.