Minggu, 25 Januari 2015

Suara Perih Perempuan

Suara Perih Perempuan

novel, suara perih perempuan, lesbian, kawin bule
Kutemukan buku berjudul Suara Perih Perempuan : Lesbian dan Kawin Bule, saat  ada pameran buku di kotaku, mungkin tahun 2013 ataupun tahun 2012-an. Ya salah satu hobiku adalah mengunjungi pameran buku. Biasanya yang kucari buku-buku komputer, motivasi, kepempinan, pendidikan. Jaranglah membeli novel.
Wong novel dah banyak kok di perpustakaan. Mending cari buku yang kira-kira di perpustakaan belum ada.





Nah, saat itu kebetulan lagi suka membaca tema-tema feminisme, seperti buku
Kajian Budaya Feminis : Tubuh, Sastra, dan Budaya Pop atau sekilas membaca buku Perempuan Asia (lupa judul lengkapnya). Ya..terus deh ketemu sama novel tentang keperempuanan. 
Kisah seorang Sania, wanita perkasa. Yang berani hidup secara berbeda. Menjadi perempuan yang berbeda. Menjadi perempuan yang merindukan sejenisnya.
Ketika ada dua orang bule yang memberikannya harapan baru. Akankah dia tetap bertahan sebagai lesbian. Ataukah kembali menjadi makhluk heteroseksual atau bahkan melakukan poliandri.
Sania yang harus melakukan pertarungan terhadap dirinya. Melawan masa lalu. Melawan ego, rasio, harga diri. Melawan gender, agama dan kenyataan yang menimpanya.
Sania, yang dianggap binatang oleh masyarakat. Binatang yang mengawini sesamanya. Meski kalau dipikir-pikir apakah ada binatang seperti itu.
Bahkan wanita lain yang bertemu dengannya, bukan hanya tidak suka tapi juga khawatir. Jangan-jangan mengikuti langkahnya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak perempuan yang bahagia dengan perkawinannya. Dan bagi yang tidak bahagia hanya pasrah. Bagi mereka kepasrahan kepada suami adalah pengabdian yang tertinggi.
Menjadi lesbian, bukanlah cita-cita.


Selasa, 20 Januari 2015

Bahkan Einstein Pun Berduka

Bahkan Einstein Pun Berduka

Kemarin, 19 Januari 2015, bergegas aku pulang meninggalkan sekolah. Benar. Tidak sampai 5 menit meninggalkan gerbang sekolah. Air tertumpah dari langit begitu derasnya. Waktu sudah menunjukkan jam 15.00. Sebelum sampai rumah, masih ada tempat yang harus ku kunjungi. Perpustakaan daerah.

Dengan agak bergegas, aku mengembalikan buku. Membayar denda keterlambatan. "Aggap saja infaq ya mas?" Begitu petugas perpustakaan menyapa.

Aku tersenyum. Dan bergegas menyusuri lorong-lorong di antara rak-rak buku. Sebuah buku menarik perhatian. Dengan judul memikat. "Bahkan Einstein Pun Berduka".

Dalam bayanganku ini buku sains yang mengasyikan. Kuambil buku itu. Bergegas pulang.
Setelah keadaan rumah terkendali. Kubuka buku itu.
Yaaa...ternyata berisi kumpulan cerpen sains. 
Apakah aku kecewa?
Ternyata tidak.
Justru menjadi inspirasi. Boleh juga nih buku. Dengan berbekal pengetahuan selama sekolah, kuliah, mengajar kayaknya bisa deh aku membuatnya.

Ada beberapa judul yang menarik perhatianku. Seperti Magnitis Lithos. Yang saya kira suatu tinjauan non fiksi yang mengasyikkan dalam bidang sains. Tak terbayang, ternyata yang dimaksudkan adalah Magnet. Magnitis Lithos itu dalam bahasa Yunaninya, yang artinya batu magnesian.

Demikian juga Mejikuhibiniu, tak pikir kajian ilmiah tentang spektrum warna. Ternyata berisi cerpen tentang pelangi. 

Semakin penasaran diriku untuk mengupas habis buku itu. Apa sih maksud,"Bahkan Einstein Berduka". Apa juga yang dimaksud dengan The Secret of 9 dan seterusnya.

Terus semangat..untuk membaca buku apa pun. Tiap saat.



Para Koruptor Kelas Wahid Dunia

Para Koruptor Kelas Wahid Dunia


Ngeri. Dahsyat membaca buku ini. Para koruptor kelas wahid tingkat dunia dihadirkan bahkan disahkan lewat buku ini.
Siapa saja mereka?
Buku yang ditulis Abdul Syukur yang diterbitkan tahun 2011 ini, menyajikan 23 koruptor yang dianggap berkelas wahid. Kelas papan atas. Entah sebuah hinaan...hujatan...kritikan dahsyat atau bahkan sebuah jabatan prestisius yang disematkan kepada mereka.
Seperti dituliskan dalam bagian pengantar, bahwa korupsi bermakna busuk atau rusak. Siapapun itu. Pejabat publik, politikus, pegawai negeri yang secara tidak wajar dan ilegal memperkaya dirinya sendiri atau orang-orang di dekatnya, dengan cara menyalahgunakan kekuasaannya masuk kategori koruptor.

Korupsi di segala bidang, di segala tingkatan akan bermuara pada kleptokrasi. Pemerintahan pencuri. Negeri maling. 

Bukan hanya "para perampok" uang negara yang dibahas di buku ini, tetapi juga upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk mengembalikan uang rakyat yang dirampok. Buku ini bisa menjadi salah satu rujukan bagi siapapun, terutama penyelenggara pemerintahan "yang bersih" khususnya di negeri Indonesia untuk meniru atau mengadaptasi negara-negara lain yang berhasil dalam upaya penanggulangan korupsi sekaligus mengembalikan harta kekayaan yang dimaksud.

Dari sampul depan buku tersebut, tercatat ada banyak nama seperti Ferdinand Marcos, Mobutu Sese Seko, Sani Abacha, Slobodan Milosevic, Jean Claude Duvalier, Ben Ali, Joseph Strada, Saddam Husein, Muammar Qadhafi dan lain-lain.

Bagi kita pribadi, tidak lah perlu mengaca pada koruptor yang kelas wahid. Untuk melakukan korupsi yang kecil pun, upayakan untuk dihindarkan. 
Misalnya saja, kita menyelenggarakan kegiatan sosial dengan mendatangkan sponsor. Taruhlah proyek senilai 1 juta, Jika kita berpikiran "halal" untuk mengambil 10 persen untuk masuk kantong pribadi. Bayangkan jika setiap penyelenggara kegiatan berpikiran seperti itu. Berapa angka bersih dari proyek itu. paling hanya 80 persen, 70 persen, bahkan 50 persen saja dari angka yang diajukan proposal.

Jangan abaikan hal kecil. Belum tentu hanya kita yang melakukan. Boleh jadi sebagian besar orang lain juga berpikiran yang sama. Sehingga berakibat sangat fatal.

Contoh kalau di perpustakaan umum. Ketika ada 1 orang yang berpikir untuk memindahkan buku dengan maksud akan diambil di kemudian hari. Kalau 1 orang yang melakukan mungkin hanya ada 1 buku yang berpindah tempat. Tetapi bayangkan...seandainya semua yang datang berpikiran seperti itu. Dapat dijamin buku-buku yang ada sudah tidak gampang lagi dicari pada tempat yang sesuai klasifikasinya.
Apakah contoh yang terakhir salah satu bentuk korupsi...entah, Boleh jadi..



Minggu, 18 Januari 2015

Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran

Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran

Judul buku : Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran
Penulis : Miftahul Huda, M.Pd
Penerbit : Pustaka Pelajar
Hal : xxiv +358
Cetakan I, April 2013
Cetakan II, September 2013
Cetakan III, Desember 2013
Cetakan IV, April 2014

Membaca buku Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran yang ditulis oleh Miftahul Huda ini membuat kepala berdenyut-denyut. Bukan karena tebal bukunya atau kompleks isinya. Tapi lebih karena merasa "kuper"-nya saya sebagai guru.

Ternyata begitu banyaknya model-model pengajaran dan model pembelajaran. Belum lagi di buku ini dibedakan sekali antara model pengajaran dengan model pembelajaran. 

Teringat akan suatu diskusi kecil dengan dosen UNS pada saat suatu diklat. Pertanyaan sang dosen sederhana. Ada berapa sih model pembelajaran? Berbagai jawaban dikemukakan oleh peserta diklat waktu itu. Ada yang menjawab 2, 3, lebih dari 10, banyak, bahkan 1 saja. Waktu itu mengkerucut pada 2 model, yaitu model pembelajaran yang berpusat pada guru dan model pembelajaran yang berpusat pada siswa. 
Mantap juga pengelompokkan seperti itu, seolah-olah menyederhanakan dari sekian banyaknya model yang dikemukakan peserta diklat waktu itu.

Tapi, ternyata jawaban Sang Dosen pun sesederhana pertanyaannya. Bahwa jumlah model pembelajaran itu sebanyak jumlah guru yang ada. Busyet....(kena deh). Artinya kalaau ada guru sebanyak sepuluh, model pembelajarannya juga ada 10, jika ada 100 guru maka model pembelajarannya pun ada 100, begitu seterusnya.

Dalam buku tersebut dituliskan, bahwa pembelajaran sebagai perubahan perilaku. Dan pembelajaran sebagai perubahan kapasitas.  Sedangkan pengajaran adalah praktik menularkan informasi untuk proses pembelajaran. 

Dalam pengajaran, dikenal berbagai paradigma, seperti pengajaran sebagai common-sense, pengajaran sebagai seni, pengajaran sebagai ilmu terapan, pengajaran sebagai praktik reflektif, dan pengajaran sebagai kompetensi. Dalam pembelajaran, juga dikenal berbagai paradigma seperti pembelajaran sebagai rekonstruksi pengalaman, pembelajaran sebagai perkembangan kognitif, pembelajaran sebagai konstruksi sosiokultular, pembelajaran sebagai perekbangan ekologis dan selanjutnya.

Untuk selengkapnya, silahkan baca buku tersebut. Mau tahu apa itu strategi tari bambu, make a match, hibrid, problem base learning, SAVI, VAK, Mind Map dan masih banyak lagi materi yang bisa menjadi referensi bagi kita, khususnya bagi pendidik dan pemerhati pendidikan.



Senin, 12 Januari 2015

The Science of Luck : 12 Rahasia Menciptakan Keberuntungan Secara Alamiah

The Science of Luck : 12 Rahasia Menciptakan Keberuntungan Secara Alamiah

Keberuntungan  itu sesuatu yang penuh misteri ataukah bisa dipelajari? Ada yang mendasarkan diri pada hari baik. Mendasarkan diri dari hitungan-hitungan yang tidak masuk akal. Atau pakai memakai metode Feng Shui.  ATaukah berpasrah diri pada nasib dan berharap Sang Dewi Fortuna akan senantiasa menghampiri.

Banyak fenomena keberuntungan yang ditinjau secara magis, mistis dan spiritual. Keberuntungan hanya milik orang-orang tertentu. Kalau saya misalnya, merasa tidak pernah beruntung ketika harus berhadapan dengan undian-undian. Sehingga pasrah saja, ketika menghadapi kenyataan yang tidak bisa dikendalikan oleh logika.

Sampai sekarang keyakinan seperti itu masih melekat. Jangan berharap pada keberuntungan menjadi prinsip yang terpatri di hati. Sampai akhirnya, membaca buku The Science of Luck. Sains Keberuntungan. Ilmu Pengetahuan tentang Keberuntungan. Atau Tinjauan Ilmiah tentang Keberuntungan. Hal ini tentunya menjadi kabar baik. Bahwa keberuntungan dapat hinggap pada siapa saja. Keberuntungan itu ada ilmunya. Keberuntungan bisa diciptakan asalkan kita mempunyai pengetahuan yang cukup tentangnya.

Bong Chandra mengatakan bahwa, keberuntungan adalah kumpulan dari fakta, persiapan, dan tindakan yang membawa kita menuju tempat yang kita harapkan. Keberuntungan hanyalah sebuah puzzle yang harus Anda pecahkan.

Orang beruntung adalah orang sial yang ngotot sampai ia menjadi orang yang beruntung. Tak perlu pintar matematika, kimia, atau fisika untuk mempelajari buku ini. Yang artinya siapapun punya kesempatan yang sama, baik yang memiliki kecerdasan tinggi atau kecerdasan biasa-biasa saja seperti saya.

Yang diperlukan adalah buka hati untuk terus belajar (learn), bertindak (action) dan menghasilkan (earn).
Selamat membaca Leaders!

Bong Chandra menyapa para pembaca buku ini bukan sekedar sebagai pembaca. Halo pembaca atau halo penikmat buku ini. Tetapi dengan ungkapan yang penuh energi "Selamat membaca Leaders! Luar biasas.

Penulis : Bong Chandra
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Halaman : x + 150
Cetakan ke-1 Mei 2011
Cetakan ke-2 Juni 2011







Day 1 Bad Day, Good Day
Day 2 Uang Tidak Bisa Memberikan Keberuntuan
Day 3 Pinggiran Roti
Day 4 Timing
Day 5 L.U.C.K
Day 6 Ujian Kecil
Day 7 The Science of Luck
Day 8 Sense of Crisis
Day 9 Filosofi Ayunan
Day 10 Temperatur Keberuntungan
Day 11 Raja Tikus
Day 12 Daur Ulang Keberuntungan




Sabtu, 10 Januari 2015

10 Ucapan Dahsyat Orang Sukses

10 Ucapan Dahsyat Orang Sukses

Mengucapkan "Saya salah" begitu beratnya. Ada rasa gengsi yang luar biasa untuk mengatakan hal tersebut. Bahkan saat kita menjadi orang yang paling bersalah sekalipun. Demikian juga, ketika kita merasa dalam posisi yang benar. Ucapan "Saya salah", sepertinya tidak mungkin dilakukan. Masih ada rasa kesombongan, rasa kemenangan ketika kita dalam posisi benar dan pihak lain dalam kondisi salah. 
Sikap keras kepala yang membuat kita ingin selalu benar dapat memecah hubungan kita dengan orang lain. Termasuk dengan keluarga, rekan kerja, atasan, bawahan dan yang lain,
Kita bukanlah sosok yang sempurna tidak lepas dari melakukan kesalahan. Ketika kesalahan yang kita buat tidak kita akui, lama-lama akan menutupi diri kita yang sebenarnya. Menjadikan kita egois atau sombong , yang artinya menyebabkan kita membatasi pergaulan dengan orang lain bahkan menyebabkan konflik.

Ketika kita mengatakan "Saya salah" konsekwensinya adalah kita merasa menyesali tindakan yang telah kita lakukan. Mengatakan "Saya salah" tanpa ada penyesalan, tidaklah menyelesaikan masalah. Ucapan "Saya salah" berasal dari hati. Kalau hanya di mulut akan membuat orang lain kehilangan kepercayaan kepada kita. Dan lebih jauh lagi sebenarnya kita menyakiti diri sendiri.
Jadi ucapan "Saya salah" dan "Saya menyesal" harus satu paket.

Dengan merasa menyesal kita sebenarnya sedang menempatkan posisi kita sejajar dengan orang lain. Dengan demikian orang lain merasa dihargai posisinya. Jika kebetulan posisi kita sebagai pimpinan, maka orang lain akan merasa percaya diri menghadapi kita. Sebaliknya jika kebetulan kita sebagai bawahan, orang lain (pimpinan) merasa kita menjunjung tinggi atau menghormati beliau.

Rich De Vos dalam bukunya yang berjudul The Powerful Phrases For Positive People menawarkan kunci  berupa 10 ucapan dahsyat yang mampu mengubah kehidupan. 10 Ucapan yang dimaksud adalah :
  1. Saya salah
  2. Saya menyesal
  3. Kau bisa melakukannya
  4. Saya yakin padamu
  5. Saya bangga padamu
  6. Terima kasih
  7. Saya membutuhkanmu
  8. Saya percaya padamu
  9. Saya menghormatimu
  10. Saya mencintaimu
Pikiran yang positif dapat menular dan menjadi kekuatan suatu perubahan. Keyakinan ini telah dibuktikan oleh Rich De Vos, salah satu pendiri Amway Corporation. Rich De Vos dengan pikiran, sikap, dan kata-kata yang sederhana telah menginspirasi bahkan membuat perubahan posifi bagi ribuan bahkan jutaan orang di dunia. 
Untuk lebih lanjut bisa membaca buku karangan Rich De Vos yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Judul : The Powerful Phrases For Positive People
Penulis : Rich De Vos
Penerjemah : Ria Cahyani
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Halaman : xxv + 168





Daftar Blog Saya