Sabtu, 28 Maret 2015

Tutorial Puding Art untuk Pemula

Tutorial Puding Art untuk Pemula
Buku yang berjudul Puding Art untuk pemula ini merupakan tutorial untuk melukis puding cukup dengan menggunakan 1 jarum suntik dan tanpa alat lain. Puding art sendiri merupakan seni melukis dengan media (kanvas) berupa puding.

Sang ahli, Yuliana Jius Dias, yang juga penulis buku tutorial Puding Art ini, akan menuntun thap demi tahap sehingga akan menuntun tahap demi tahap sehingga akan tercipta puding art dengan cita rasa dan nilai seni yang tinggi. Sekali lagi..cukup dengan menggunakan 1 jarum suntik dan tanpa bantuan tool/alat yang lain.


Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat puding art ini pun relatif mudah digunakan. Pada buku tutorial ini, digunakan Nutrijell rasa leci atau Nutrijell Balanced Color rasa sirsak sebagai kanvas media lukis dan Agarasa Plain sebagai bahan utama melukis. Penulis buku ini mengklaim bahwa dengan cukup berlatih 4 jam, kita pasti dapat membuat puding art. Bahkan anak berusia 8 tahun pun dapat mempelajari dan membuat puding art.

Alat yang dibutuhkan dalam pembuatan puding art ini meliputi jarum suntik ukuran 10 ml, loyang berbagai bentuk, mika nampan, cetakan telur ayam. mika oval kecil, sendok, gelas takar serta cup kecil. Sedangkan bahan yang dibutuhkan meliputi agar-agar bubuk clear (Agarasa plain), pewarna makanan, Jelly bubuk clear (Nutrijell leci/sirsak), Jelly bubuk berbagai rasa, gula pasir, susu cair tanpa rasa (plain), acid/sitrun bubuk serta air. Cukup mudah kan untuk mendapatkan alat dan bahannya?

Tentunya sebelum mencoba membuat puding art yang enak serta bernilai seni tinggi diawali dengan pengetahuan dasar berupa teknik dasar maupun kreasi dasar membuat bentuk-bentuk yang sederhana dulu, seperti membuat pola bunga mawar, sakura, daisy, carnation dan teknik lainnya. Setelah menguasai teknik dasar serta berbagai kreasi dasar baru kita mencoba untuk membuat puding art sesuai selera baik puding art berbentuk love, t shirt, berbagai bentuk bunga, berbagai bentuk ucapan sampai bentuk-bentuk lain yang lebih kompleks.

Bagaimana para sahabat baca buku? Tertarik untuk mencobanya? Selain untuk mengisi waktu atau sekedar mencoba sesuatu yang baru, siapa tahu puding art ini bisa menjadi bisnis yang menguntungkan. Jangan lupa baca tutorial dalam buku ini secara cermat, kemudian cobalah. Ada kalanya perlu trial dan error melakukan sesuatu yang baru. Tapi apapun itu, Bersenang-senanglah dan nikmatilah.

Jumat, 27 Maret 2015

171 Resep Favorit Puding Dingin

171 Resep Favorit Puding Dingin
Sebanyak 171 Resep Favorit Puding Dingin dihadirkan dalam buku yang ditulis oleh Hanny Wahyono ini. Meskipun demikian, ke-171 resep puding ini dikelompokkan menjadi 5 kelompok besar, yaitu puding buah, puding karamel, puding roti, puding warna, dan puding susu.

Tak dinyana. Ternyata begitu banyak jenis-jenis puding yang bisa dibuat . Ini belum  melihat dari segi bentuk, seperti puding art yang sedang nge-tren saat ini, Tetapi sebelum ke arah pembuatan puding art, perlu dipahami dulu teknik dasar pembuatan puding termasuk berbagai variasi bahan yang bisa digunakan.



Berikut ini tips membuat puding yang dijelaskan pada buku tersebut.

  1. Sebelum adonan puding dimasukkan ke dalam loyang atau cetakan, basai dulu cetakan tersebut dengan air dingin. Hak ini bertujuan agar puding dapat mudah dikeluarkan dari cetakan.
  2. Untuk mencetak puding bisa menggunakan cetakan besar maupun cetakan kecil. Bedanya untuk jika menggunkan kecil maka proses pendinginnya lebih cepat.
  3. Jaaga agar air mendidih ketika merebus. Hal ini bertujuan agar puding tidak berlubang. Bila air mendidih kecilkan apinya. Aduk terus, jangan biarkan puding menggumpal.
  4. Agar susu dan santan dalam puding tidak pecah, masak puding dengan api sedang sambil terus diaduk hingga mendidih.
  5. Jika memasak puding menggunakan oven, maka siapkan loyang yang sudah dialasi serbet dan air hingga serbet terendam ke dalam air. Letakkan pinggan tahan panas yang berisi adonan puding di dalamnya, dan pastikan ketinggian air 2/3 dari tinggi pinggan.
  6. Untuk membuat puding berlapis, jangan menuangkan adonan puding ke atas puding yang terlalu keras. Hak ini akan menyebabkan lapisan puding mudah lepas dan tidak melekat sempurna. Tuang adonan lapisan puding saat lapisan bawah sudah setengah mengeras, yaitu ketika loyang puding digoyang lapisan bawahnya bergerak-gerak tetapi lapisan atas sudah berkulit.
Demikian tips membuat puding sebagai dasar untuk membuat berbagai jenis puding. Untuk puding buah ada 74 resep yang bisa dicoba, Mulai dari puding aprikot, puding tahu, puding beras, puding strwaberry, puding mangga, puding durian, puding nanas, puding sate dan sebagainya. Untuk puding karamel menggunakan berbagai jenis karamel seperti karamel jahe, karamel mokacino, karamel roti, karamel cokelat dan selanjutnya. Untuk puding roti bisa menggunakan roti isi kismis, roti tawar, roti pisang, tiramisu dan seterusnya. Untuk puding warna bisa berwarna abang-abang, coklat, coklat double cream, puding lapis selasih, puding gula merah, puding merah jambu dan seterusnya. Terakhir untuk puding susu meliputi puding santan, puding moka, puding kopi, puding mozaik, puding susu kedelai, puding es krim dan selanjutnya.

Silakan resep pembuatan puding dingin tersebut dicoba untuk mendapatkan cita rasa yang diinginkan. Baca buku 171 resep favorit puding dingin dengan cermat.
Selamat mencoba.

Rabu, 25 Maret 2015

Teacherpreneur : Jurus Cerdas Menjadi Guru Makmur & Banyak Penghasilan

Teacherpreneur : Jurus Cerdas Menjadi Guru Makmur & Banyak Penghasilan
Membaca buku Teacherpreneur : Jurus Cerdas Menjadi Guru Makmur & Banyak Penghasilan membuat hatiku sedikit tergugah, Ya maafkan karena memang belum sepenuhnya tergugah.
Di satu sisi belum memikirkan ke arah teacherpreneur dengan berbagai alasan yang ada. Di sisi lain, mengharapkan akan mencapai kebebasan finansial entah berapa tahun lagi.

Mengenai kebebasan finansial, selama ini baru membaca-baca dari berbagai referensi terutama buku-buku yang ditulis oleh Robert T, Kiyosaki. Atau buku-buku penggugah semangat yang lain semisal dari Stephen R. Covey maupun Ippho Santosa. Baru kali ini menemukan buku yang membahas mengenai interpreneur tapi dikhususkan buat guru. Bagi saya itu sesuatu banget.

Buku Teacherpreneur ini dibagi menjadi 6 bagian utama, yaitu
Bagian 1 : Jangan Mau Miskin Menjadi Guru
Bagian 2 : Asal Mau, Guru Pasti Bisa Makmur
Bagian 3 : Cerdas Mengelola Keuangan Pribadi agar Hidup Makmur
Bagian 4 : Dari Sulit Menjadi Rich
Bagian 5 : 33 Jalan Keluar Guru Makmur
Bagian 6 : Bonus untuk Calon Guru Kaya

Membaca buku Teacherpreneur ini, saya agak tersindir sekaligus memang harus mengubah pandangan yang selama ini masih kupegang erat-erat bahwa menjadi guru ya harus hidup sederhana. Pendapat ini mungkin benar, ketika guru tersebut memang tidak menerima (baca : tidak mencari) penghasilan dari sumber lain.

Saya baca pada bagian pertama, yang berjudul Guru Dilarang Miskin. Ada 2 alasan mengapa guru dilarang miskin. Pertama, miskin dekat dengan kekufuran. Kedua, miskin menjadi beban bagi diri dan orang lain. Masuk akal juga sih. Saya merasakan sendiri ketika kondisi keuangan jatuh, godaan untuk berbuat "curang" pasti lebih tinggi. Hanya iman yang kuat yang dapat mempertahankan diri ini untuk selalu berada di jalur yang benar.

Demikian juga, ada kalanya kita menjadi beban bagi orang lain manakala keuangan sedang gonjang-ganjing. Seyogyanya hal ini tidak perlu, ketika finansial kita tercukupi. Apalagi guru juga manusia biasa, yang akan menjadi lebih sensitif. Gampang marah. Menjadi tidak sabar, Ketika harus memperjuangkan pendidikan anak bangsa, sedangkan di sisi lain memikirkan beban keuangan.

Untuk itu, sudah saatnya bagi guru yang diidentikan dengan orang yang berpenghidupan sederhana, untuk merubah pandangannya agar menjadi guru yang bebas dari masalah finansial. Dengan demikian, mereka bisa mencurahkan waktu, tenaga dan pikirannya demi pendidikan anak bangsa.

Nah melalui buku teacherpreneur ini, kita diajak bersama-sama agar bisa menjadi guru yang makmur dan banyak penghasilan. Buku ini bukan sekedar memberikan motivasi atau memprovokasi tetapi juga memberikan jurus-jurus yang jitu agar para guru dapat mencapai kebebasan finansial.

Selamat membaca buku ini.

Selasa, 03 Maret 2015

Fakta Menjadi Fiksi dalam Sebuah Cerita Pendek

Mengubah fakta menjadi fiksi dalam karya sastra seringkali saya dengar sebagai proses kreativitas beberapa penulis. Termasuk saya sendiri, ya tentunya tidak bisa disebut bisa membuat karya sastra atau ngaku-ngaku sebagai penulis, ketika dipaksa menulis cerpen harus mereka-reka sebuah kejadian nyata agar bisa disulap menjadi karya fiksi. Demikian kira-kira yang dihadirkan dalam kumpulan cerpen berjudul Gadis Berkepala Gundul yang ditulis Mas Agus Pribadi.

Seperti pada antologi cerpen Balada Seorang Lengger, Cindaga maupun Iwak Gendruwo, sebagai sama-sama kontributor antologi tersebut, saya dan Mas Agus menyadari betul jika sebagian cerpen-cerpennya berdasar kejadian nyata yang dihadapi penulisnya. Hal ini selaras dengan visi yang dibawa pada setiap karya tersebut, yaitu mengenalkan Banyumas melalui tulisan. Kalau saya sendiri kesulitan menulis sebuah cerita tanpa melakukan riset terlebih dahulu. Riset yang dimaksud bisa dengan membaca berbagai referensi baik buku, majalah, maupun informasi-informasi di internet. Idenya bisa dari berbagai sumber tersebut maupun berdasarkan kejadian atau pengalaman yang dialami/dilihat.

Dalam kumpulan cerpen Gadis Berkepala Gundul banyak dijumpai ide-ide yang awalnya sederhana, tetapi dikemas secara apik sehingga menghasilkan cerita yang menarik, menggigit, kadang juga menyebalkan karena jalan pikiran tokoh-tokohnya (dalam hal ini representasi kreativitas Mas Agus) yang tidak sesuai dengan jalan pikiran saya. Misalnya, dalam cerpen yang berjudul Hikayat Sepotong Lidah. Kenapa sih, demi sebuah menjaga omongan dilakukan dengan memotong lidahnya. Jelas-jelas memotongnya dalam arti fisik. Marah. Putus Asa. Ambil gunting. Potong. Dan dia menikmati sekali ketika tidak memiliki lidah. Demikian juga istrinya menerima keadaan dia apa adanya. Ya, mungkin suka-sukanya yang bikin cerita ya. Sama, saya juga bebas kan untuk jengkel ketika membaca buku yang jalan ceritanya tidak sesuai dengan keinginan saya.

Kumpulan cerpen Gadis Berkepala Gundul, ide-idenya banyak yang berasal dari dunia nyata. "Fakta menjadi fiksi" kata kuncinya.  Seorang gadis yang rela menggunduli kepalanya sendiri, itu ya tokoh nyata. Pengarang pada suatu waktu melihat seorang gadis berkepala gundul terus muncul ide. Jadilah cerita. Semoga sih yang gundul itu bukan Demi Moore yang di film G.I Jane atau Sukma Ayu (alm) yang membintangi sinetron Kecil-Kecil Jadi Manten. Seorang gadis yang berdiam diri di sebuah taman menjadi cerpen berjudul Gadis Penunggu Embun. Dalam dunia nyata, saya yakin gadis itu menarik. Sehingga membuat Mas Agus tertarik untuk mendekati (lewat tokoh Anton). Meskipun janganlah bertanya lebih lanjut siapa gadis penunggu embun tersebut karena bisa-bisa hilang keromantisannya.

Ada cerpen yang beride dari binatang, mulai dari Cicak, Kupu-Kupu, Kucing serta buaya pada cerpen panjang Buaya Sungai Serayu. Selain ada misteri/mistik yang muncul banyak pesan yang tersampaikan dalam cerpen tersebut. Dalam cerpen Cicak, kita bisa belajar betapa seekor Cicak pun bisa "survive" untuk mempertahankan hidupnya. Keuletan cicak mencari makan menginspirasi si tokoh utama, yaitu "Ibu Cicak" untuk melakukan transformasi dalam hidupnya. Kerbau sebagai hewan yang dianggap bodoh pun bisa hidup harmonis dengan tokoh utamanya yang juga "bodoh". Tetapi dalam kebodohannya menjadi kekuatan baginya untuk dapat membantu sesamanya. Dalam cerita kupu-kupu, penulis mengibaratkan hidupnya seperti rangkaian metamorfosis, kapan saat menjadi ulat kapan menjadi kupu-kupu. Bisa jadi karena Mas Agus mempunyai basis biologi yang kuat, bisa membuat mengambil banyak inspirasi dari makhluk hidup.

Demikian dulu postingan mengenai fakta menjadi fiksi dalam sebuah cerita pendek, khususnya setelah membaca buku kumpulan cerpen Gadis Berkepala Gundul karya Agus Pribadi. Semoga bisa menjadi inspirasi kita untuk mau mencoba menulis banyak hal. Awali dari hal-hal yang kita sukai, bisa hobi bisa pekerjaan dan lain-lain. Atau amati kejadian-kejadian/peristiwa yang kita jumpai. Buatlah jalinan cerita sehingga menghasilkan karya yang tuntas.


Daftar Blog Saya