Rabu, 25 Maret 2015

Teacherpreneur : Jurus Cerdas Menjadi Guru Makmur & Banyak Penghasilan

Teacherpreneur : Jurus Cerdas Menjadi Guru Makmur & Banyak Penghasilan
Membaca buku Teacherpreneur : Jurus Cerdas Menjadi Guru Makmur & Banyak Penghasilan membuat hatiku sedikit tergugah, Ya maafkan karena memang belum sepenuhnya tergugah.
Di satu sisi belum memikirkan ke arah teacherpreneur dengan berbagai alasan yang ada. Di sisi lain, mengharapkan akan mencapai kebebasan finansial entah berapa tahun lagi.

Mengenai kebebasan finansial, selama ini baru membaca-baca dari berbagai referensi terutama buku-buku yang ditulis oleh Robert T, Kiyosaki. Atau buku-buku penggugah semangat yang lain semisal dari Stephen R. Covey maupun Ippho Santosa. Baru kali ini menemukan buku yang membahas mengenai interpreneur tapi dikhususkan buat guru. Bagi saya itu sesuatu banget.

Buku Teacherpreneur ini dibagi menjadi 6 bagian utama, yaitu
Bagian 1 : Jangan Mau Miskin Menjadi Guru
Bagian 2 : Asal Mau, Guru Pasti Bisa Makmur
Bagian 3 : Cerdas Mengelola Keuangan Pribadi agar Hidup Makmur
Bagian 4 : Dari Sulit Menjadi Rich
Bagian 5 : 33 Jalan Keluar Guru Makmur
Bagian 6 : Bonus untuk Calon Guru Kaya

Membaca buku Teacherpreneur ini, saya agak tersindir sekaligus memang harus mengubah pandangan yang selama ini masih kupegang erat-erat bahwa menjadi guru ya harus hidup sederhana. Pendapat ini mungkin benar, ketika guru tersebut memang tidak menerima (baca : tidak mencari) penghasilan dari sumber lain.

Saya baca pada bagian pertama, yang berjudul Guru Dilarang Miskin. Ada 2 alasan mengapa guru dilarang miskin. Pertama, miskin dekat dengan kekufuran. Kedua, miskin menjadi beban bagi diri dan orang lain. Masuk akal juga sih. Saya merasakan sendiri ketika kondisi keuangan jatuh, godaan untuk berbuat "curang" pasti lebih tinggi. Hanya iman yang kuat yang dapat mempertahankan diri ini untuk selalu berada di jalur yang benar.

Demikian juga, ada kalanya kita menjadi beban bagi orang lain manakala keuangan sedang gonjang-ganjing. Seyogyanya hal ini tidak perlu, ketika finansial kita tercukupi. Apalagi guru juga manusia biasa, yang akan menjadi lebih sensitif. Gampang marah. Menjadi tidak sabar, Ketika harus memperjuangkan pendidikan anak bangsa, sedangkan di sisi lain memikirkan beban keuangan.

Untuk itu, sudah saatnya bagi guru yang diidentikan dengan orang yang berpenghidupan sederhana, untuk merubah pandangannya agar menjadi guru yang bebas dari masalah finansial. Dengan demikian, mereka bisa mencurahkan waktu, tenaga dan pikirannya demi pendidikan anak bangsa.

Nah melalui buku teacherpreneur ini, kita diajak bersama-sama agar bisa menjadi guru yang makmur dan banyak penghasilan. Buku ini bukan sekedar memberikan motivasi atau memprovokasi tetapi juga memberikan jurus-jurus yang jitu agar para guru dapat mencapai kebebasan finansial.

Selamat membaca buku ini.

Daftar Blog Saya