Jumat, 27 Februari 2015

Menulis dengan Telinga

Menulis dengan telinga, buku yang ditulis oleh Adian Saputra, salah satu buku tentang menulis yang sangat menarik. Judulnya yang sederhana, menjadi daya tarik tersendiri. Simpel dan manis.

Apakah bakat itu penting? Itu hal pertama yang dibahas pada buku Menulis untuk Telinga. Selanjutnya dibahas bagaimana menghilangkan ketergantungan pada mood. Membaca dua bagian itu saja, saya sudah sedikit menilai bahwa buku ini banyak menghadirkan motivasi untuk mau menulis dan terus menjadi penulis. Beda banget dengan buku-buku menulis yang lain yang banyak teknisnya. Teknik-teknik yang ditawarkan dibuku ini tidak nampak seperti guru mengajarkan kepada muridnya, atau seorang pakar yang menggurui orang awam. Mengalir apa adanya.

Kembali ke pertanyaan, apakah bakat itu penting. Ternyata kita tidak perlu terjebak dengan pertanyaan seperti itu. Bakat adalah talenta. Yang melekat pada seseorang sejak dia dilahirkan, bahkan mungkin dalam kandungan. Bakat mungkin penting, Tetapi bakat yang tidak diolah akan menjadi tumpul. Ada yang ingat film Taichi Master-nya Jet Lee. Tidak mungkin lah, Jet Lee menguasai teknik Taichi dengan sempurna tanpa melatihnya secara khusus. Sebagus apapun bakatnya, tidak bakal dia menjadi jago kung fu. Jacky Chan dengan jurus mabuknya, pun sama lah. Atau Yoko, Si Pemanah Rajawali. Bisa saja ketiganya punya bakat yang luar biasa, tetapi benar-benat menjadi seorang pendekar dengan latihan baik.

Bagaimana kalau kita tidak dilahirkan dari keluarga penulis. Katakan tidak punya bakat menulis. Apakah lantas tidak bisa menjadi penulis yang handal. Keinginan yang kuat akan menjadi kunci dari kesuksesan penulis "tak berbakat". Minat yang tinggi, dibarengi dengan praktek menulis yang konsisten akan menjadikan ketrampilan menulis kita menjadi terasah. Itulah kabar baiknya. Minat yang tinggi saya yakin akan dapat mengalahkan bakat yang tidak diasah. Kalau dalam pelajaran di kelas, anak cerdas kalah sama anak rajin. Saya kira ini analogi yang cukup sebanding. Hehehehe...tetapi ini tidak sedang bertanding loh. Saya teringat akan trik yang dikatakan seorang penulis, entah siapa dan di mana mendengarnya. Kunci sukses menjadi penulis adalah menulis...menulis...menulis.

Sekarang bagaimana cara menghilangkan ketergantungan mood dalam menulis. Adian menawarkan empat hal. Pertama, ingatlah bahwa menulis adalah tanggung jawab kita. Kedua, ingat kembali visi besar menulis kita. Ketiga, maksimalkan waktu luang. Keempat, bergantung mood sama saja dengan mematikan kreativitas. Bagaimana? Ingatkan. Mood atau tidak, toh kita tetap berangkat ke tempat kita bekerja. Mood dan tidak toh kita tetap melaksanakan kewajiban kita kepada Yang Maha Kuasa. Mood atau tidak, bagi pelajar, akan terus ke sekolah. Meskipun di tempat kerja/sekolah tidak ada senyum di bibir. Waktu sholat kita bisa kehilangan kekhusukan. Habis salam, doa sebentar langsung pergi. Tetapi, kita kan tetap melakukan itu. Masalahnya, kenapa kita tidak mempunyai sikap yang sama berkenaan dengan menulis? Sadarilah bahwa menulis adalah bagian dari tanggung jawab kita. Baik demi pengembangan pribadi maupun kewajiban memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Satu hal ini dipegang saja, saya yakin tidak adanya mood tidak bisa menghalangi kita untuk terus berkarya.

Sampai di sini dulu postingan tentang Menulis dengan Telinga. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat. Salam Baca Buku untuk semua.

Kamis, 26 Februari 2015

Mengembangkan Minat Baca di Sekolah

Mengembangkan minat baca di sekolah
Amati gambar ruang perpustakaan di samping. Gambar tersebut diambil pada jam 15.40. Tetapi ketika pengambilan gambar dilakukan pagi hari pun akan mendapatkan pemandangan yang hampir sama. Sebuah perpustakaan sekolah, yang minim pengunjung. Buku-buku tertata rapi karena jarang yang menyentuhnya.

Kejadian tersebut sangat menelisik hati penulis yang hampir tiap hari mengunjungi ruang perpustakaan, meski sekedar duduk, memanfaatkan ruangan yang nyaman, meja yang besar-besar yang enak buat mengetik sambil menjajarkan berbagai buku di atas meja tersebut.

Kalau dipikir-pikir, sebenarnya kita bisa mencoba untuk mengembangkan minat baca  siswa di sekolah. Setidaknya ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan :

Pertama, ciptakan rasa peduli kepala sekolah, guru, kepala perpustakaan dan petugas terhadap buku dan perpustakaan.

  • Peliharalah ruang perpustakaan agar menjadi nyaman
  • Tatalah buku sesuai klasifikasi/kelompoknya
  • Jaga ruangan agar tetap bersih
  • Beri anggaran khusus untuk menambah jumlah koleksi buku maupun menambah sarana dan prasarana lain.
Kedua, buatlah waktu  khusus pemanfaatan perpustakaan. Misalnya dengan menambahkan 1 jam per minggu, tiap kelas secara bergiliran ke perpustakaan. Berikan tugas pada siswa untuk membuat catatan mengenai apa yang dilakukan di perpustakaan, apa yang dibaca dan sebagainya. Yang terjadi, segelintir anak datang ke perpustakaan dalam waktu yang singkat (15 menit) saat istirahat, bolak-balik buku dan waktunya sudah habis. Atau ada anak yang terlambat disuruh belajar sendiri di perpustakaan.

Ketiga, lakukan promosi perpustakaan. Misalnya melalui lomba penelusuran referensi, lomba mading, maupun promosi buku-buku baru.

Keempat, jalinlah hubungan yang baik dengan segala pihak. Bisa dengan orang tua, dunia usaha di sekitar sekolah, instansi pemerintahan dan tidak kalah pentingnya perpustakaan daerah/wilayah/nasional.

Kelima, jadikan diri sendiri sebagai contoh bagi siswa/orang lain bahwa kita pun menjadikan membaca/mengunjungi perpustakaan sebagai kegiatan rutin.


Mengapa Harus Baca Buku?

baca buku
Mengapa harus baca buku bisa jadi merupakan pertanyaaan yang tidak perlu dijawab. Tetapi ketika, pertanyaan tersebut tidak dijawab belum tentu semua bisa menjawab.  Untuk menjawab saja susah, apalagi untuk melakukan tindakan membaca buku.

Bagi yang suka membaca buku, banyak alasan yang diberikan kenapa dia melakukannya?
1. Bersenang-senang
2. Mengasah pikiran
3. Mengisi waktu luang
4. Mendapatkan informasi yang dibutuhkan
5. Mengasah kemampuan menulis
6. Melatih/meningkatkan konsentrasi
7. Mengasah kemampuan berbicara
8. Meningkatkan prestise
9. Menghadapi ujian
10. Terhindar dari kepikunan
11. Mengurangi stress
12. Mencari inspirasi

Dan tentunya masih banyak lagi, mengapa kita harus baca buku.
Ya..memahami alasan membaca buku bagi saya merupakan hal penting sebagai motivasi awal untuk tetap melakukannya. Kalau di Quantum Learning dikenal adanya AMBAK = Apa Manfaatnya Bagi Ku. Tanpa memahami manfaat yang akan diperoleh, tampaknya susah lah menjadikan membaca buku sebagai KESADARAN DIRI.

Bagi saya sendiri, membaca dan menulis merupakan satu paket. Ketika macet menulis, MEMBACA BUKU menjadi OBAT yang manjur. Meskipun belum bisa melakukan seperti yang bapak Hernowo lakukan, MENGIKAT MAKNA.

Pokoknya terus membaca. Buku dengan berbagai tema, Ketika mendapat kesulitan dalam memahami sebuah buku/teks, jadikan hal tersebut menjadi tantangan. Ada kalanya suatu buku harus dibaca berulang-ulang. Anggap saja buku tersebut ingin selalu dimanja. Ingin selalu ditimang-timang.


Rabu, 25 Februari 2015

Kiat Menulis Karya Ilmiah dalam Bahasa Inggris

Kiat Menulis Karya Ilmiah dalam Bahasa Inggris
Buku Kiat Menulis Karya Ilmiah dalam Bahasa Inggris ditulis oleh Drs. Tri Wiratno, M,A. Beliau juga penulis buku yang sama pada postingan sebelumnya, yang berjudul  Mencerna Buku Teks Bahasa Inggris Melalui Pemahaman Gramatika. Benar-benar seorang penulis yang produktif dan konsisten ya, ambil temanya bahasa Inggris terus.

Dalam bukunya mengenai menulis karya tulis ilmiah ini, pengarang menjelaskan cara menulis berbagai teks yang berbeda dalam bahasa Inggris. Perbedaan ini didasarkan pada tujuan, fungsi sosial maupun ciri-ciri kebahaan teks-teks yang dimaksud. Buku ini memusatkan ketrampilan menulis ilmiah dalam bahasa Inggris, tanpa mengesampingkan ketrampilan berbahasa lainnya. Diharapkan setelah memahami buku ini, maka pembaca dapat mengembangkan ketrampilan berbahasa Inggrisnya, meski secara pasif dalam menulis karya ilmiah berbahasa Inggris. Hebat bukan?


Menulis teks berbahasa Inggris, apalagi sebuah karya ilmiah tentunya ada kendala-kendala yang harus dihadapi. Kendala tersebut muncul karena 1) tidak memahami permasalahan yang akan ditulis, 2) kebingungan/ketidaktahuan  merumuskan tujuan apa yang ditulis, 3)kebingungan/ketidaktahuan cara mengungkapkan gagasannya, 4) ketidakmampuan menggunakan tata bahasa Inggris, 6) miskin dengan kosa kata dalam bahasa Inggris. Kabar baiknya, kita semua akan dapat menulis karya ilmiah dalam bahasa Inggris, tetapi mulailah merumuskan tujuan penulisannya. Kesulitan-kesulitan dalam tata bahasa maupun kosa kata dapat dipelajari ataupun dengan bantuan berbagai kamus. (Termasuk kamus tata bahasakah? Hehehe...setidaknya bisa buka kitab tata bahasa. Toh tidak ada yang tahu, kalau hasil tulisan kita sebenarnya dibuat dengan berdarah-darah).

Sebelum menulis, kita harus bisa membedakan ciri-ciri teks ilmiah dengan teks non ilmiah, khususnya dalam bahasa Inggris. Beberapa ciri yang membedakan teks ilmiah dengan teks lainnya, di antaranya : 1) Teks ilmiah dalam bahasa Inggris, kecuali narasi, lebih banyak mengandung present tense; 2) Teks ilmiah tertentu, lebih banyak menggunakan bentuk pasif; 3) terkait dengan nomer 2, maka partisipan pada teks ilmiah adalah partisipan umum yang bukan manusia; 4) Teks ilmiah lebih banyak menggunakan kalimat deklaratif; 5) Teks ilmiah padat akan kata-kata leksikal bukan kata-kata gramatikal; 6) Teks ilmiah banyak menggunakan kalimat simpleks daripada kalimat kompleks dan 7) Teks ilmiah banyak mendayagunakan nominalisasi (pembendaan).

Selain itu, kita juga harus memahami genre teks yang akan dituliskan. Apakah  mengenai teks penceritaan, teks prosedur, teks deskripsi, teks laporan teks eksplanasi, teks eksposisi maupun teks diskusi. Masing-masing jenis teks tersebut mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakan dengan teks yang lain. Tetapi ketika kita sudah menentukan jenis teks yang akan dituliskan, kemudian tinggal mengadopsi pola-pola yang ada dan langsung tuliskan karya ilmiah Anda, tentunya dalam bahasa Inggris.

Selamat belajar dan selamat mencoba, menuliskan karya ilmiah dalam bahasa Inggris. Semoga banyak manfaat yang diperoleh. Salam baca buku.

Selasa, 24 Februari 2015

Mencerna Buku Teks Bahasa Inggris Melalui Pemahaman Gramatika

Mencerna Buku Teks Bahasa Inggris Melalui Pemahaman Gramatika
Mencerna Buku Teks Bahasa Inggris Melalui Pemahaman Gramatika yang ditulis oleh Drs. Tri Wiratno, M.A ini ditujukan untuk membantu mahasiswa dalam memahami dan mencerna teks yang berbahasa Inggris. Di dalam buku ini dijelaskan berbagai teknik dalam mencerna kalimat, paragraf dan perangkat-perangkat bahasa lain. Terutama teks-teks yang terkait dengan buku-buku ilmiah. Bagi yang berkeinginan menerjemahkan teks berbahasa Inggris ke Indonesi atau sebaliknya, buku ini bisa menjadi dasar yang kuat untuk memahami dan mencerna isi teksnya terlebih dahulu.

Sebelum bisa memahami atau mencerna teks bahasa Inggris, terlebih dulu kita memahami dulu berbagai bentuk gramatika, di mana bentuk-bentuk bahasa tersebut bukan bentuk yang berdiri sendiri, tetapi tidak bisa dilepaskan dari makna tekstualnya. Untuk itu kita harus menganggap bahwa bahasa bukanlah sekedar kumpulan kata-kata tetapi sebagai sebuah teks yang utuh,  Pertama dalam memahami kalimat dalam bahasa Inggris, tentukan dulu bagian subyek (subject), finite/Predikator (finite/predicator), pelengkap (complement), dan keterangan (adjunct). Sepanjang dan sekompleks apapun kalimatnya pahami bagian-bagian tersebut. Karena tanpa itu, kita akan kehilangan arah apa yang dimaksud oleh teks yang berakibat kegagalan dalam memahami teks tersebut apalagi menerjemahkannya. Secara umum subyek diduduki oleh kata benda atau kata ganti. Predikat ditempati oleh kata kerja, pelengkap ditempati oleh kata benda atau kata sifat, sedangkan keterangan diduduki oleh keterangan waktu, tempat maupun cara.

Berikutnya, dalam memahami dan mencerna teks, pemahaman mengenai tenses dalam bahasa Inggris mutlak diperlukan. Secara umum tenses dibagi menjadi 3 kategori utama, yaitu present (sekarang), past (lampau) dan future (yang akan datang). Masing-masing tenses itu dibagi menjadi empat, sehingga total terbentuk 12 tenses. Misalnya pada bentuk present dibagi lagi menjadi simple present tense, present continuous tense, present perfect tense, dan present perfect contunuous tense. Hal yang sama juga berlaku untuk bentuk past dan future. Tidak lucu bukan, jika sebuah teks bentuk past, dalam bayangan kita hal apa yang terjadi pada teks tersebut kejadian yang terjadi sekarang atau masa depan, demikian dan sebaliknya.

Mengenai kalimat, pahami juga bentuk-bentuknya. Berdasarkan perilaku subyeknya ada kalimat aktif dan kalimat pasif. Berdasarkan fungsinya ada kalimat deklaratif, kalimat tanya, kalimat perintah, dan kalimat seru. Kalimat tanya pun dibedakan menjadi kalimat dengan jawaban ya atau tidak atau kalimat yang membutuhkan jawaban bentuk informasi  (what/apa, when/kapan, where/di mana, why/mengapa, who/siapa, how/bagaimana). Nah ini yang lebih menantang, kalimat berdasarkan strukturnya, Ada kalimat simplek/sederhana dan kalimat kompleks/rumit. Kalimat kompleks ini terbagai menjadi kalimat kompleks parataktik/sejajar dan kalimat hipotaktik/tidak sejajar.

Selain kata maupun kalimat, pelajari juga klausa/kelompok kata dalam bahasa Inggris. Klausa ini dapat digolongkan menjadi klausa sifat, klausa benda, dan klausa keterangan. Klausa sifat bisa menerangkan orang, benda maupun alasan. Klausa benda dapat terbentuk dari berbagai kalimat seperti kalimat deklaratif, kalimat tanya, kalimat perintah maupun kalimat seru. Klausa keterangan bisa berupa klausa keterangan waktu, keterangan sebab, keterangan akibat, keterangan tujuan maupun keterangan bersyarat. Pemahaman mengenai klausa ini perlu dicermati agar dapat mencerna maupun menerjemahkan teks berbahasa Inggris dengan baik.

Hal-hal yang lain, seperti cara menganalisa dan menerjemahkan kalimat bahasa Inggris maupun teknik membacanya akan dibahas pada postingan yang lain. Untuk teknis yang lebih detail dalam memahami/mencerna teks berbahasa Inggris maupun menerjemahkan akan dikupas tuntas dalam blog lain yang sedang dipersiapkan. Saat ini masih berusaha mengumpulkan bahan-bahan yang dibutuhkan. Bukan hanya buku-bukunya tetapi yang lebih penting lagi menyiapkan isi otak yang sekian lama tidak dijejali teks-teks berbahasa Inggris. Selamat belajar.

Minggu, 22 Februari 2015

Nyai Dasimah


Nyai Dasimah, jujur selama ini saya belum pernah mendengar nama tersebut. Entah saking katroknya saya, atau memang yang punya nama tersebut belum pernah mampir ke rumah saya.

Buka-buka referensi di wikipedia.org didapatkan informasi jika kata Njai Dasima merujuk pada tokoh novel Tjerita Njai Dasima yang ditulis oleh G.Francis pada tahun 1896.  Nama ini juga merujuk pada judul film Njai Dasima, adaptasi dari novel yang disutradarai oleh Lie Tek Swie pada tahun 1929. Nama ini juga merujuk pada film Njai Dasimah, adaptasi novel yang disutradarai oleh Bachtiar  Effendi.

Pada wikipedia.org juga dijelaskan tentang sebuah film yang dibuat berdasarkan buku yang ditulis oleh  G. Francis, terbit pada tahun 1896. Buku ini ditulis berdasarkan kisah nyata seorang istri simpanan bernama Nyai Dasima. Nyai Dasima awalnya seorang gadis dari dess Kuripan yang dijadikan istri simpanan oleh seorang bangsawan Inggris bernama bernama Edward William. Kemudian dia diboyong ke Batavia. Nyai Dasima terkenal dengan kecantikan dan kekayaannya. Sampai akhirnya dia rela menjadi istri Samiun lewat perantara Mak Buyung. Samiun sendiri sudah punya istri yang bernama Hayati.  Namun, setelah berhasil menjadikan Dasima sebagai istri mudanya, Samiun malah menyia-nyiakannya.

Dalam buku Nyai Dasimah, yang ditulis kembali oleh S.M. Ardian, banyak sekali penokohan yang dirombak termasuk juga latar belakang tradisi-budaya dan religi yang melingkupi kehidupan tokoh-tokohnya. Nyai Dasimah, sebagai sosok yang menjadi korban kolonial yang ingin mengembalikan jati dirinya sebagai pribumi. Dia datang ke Samiun atas keinginannya sendiri, bukan karena diguna-guna. Dia memang hidup bergelimang harta tetapi dibiarkan dalam kebodohan dan memang kehadirannya sebatas penyalur hasrat seksual kulit putih. Nyai Dasimah berontak, lari dan jatuh dalam pelukan Samiun. 

Menjadi istri muda dari Samiun, bukan berarti masalah selesai. Makin habisnya harta karena kelakuan Hayati, istri pertama Samiun dan tragisnya kematiannya akibat sabetan golok Bang Puasa menambah pilu kisah Nyai Dasimah ini. Apapun versinya, baik menurut G. Francis maupun versi S.M. Ardian, kenyataannya Nyai Dasimah telah mati. Entah didalangi oleh Tuan Edward William maupun oleh Samiun sendiri.

Nanar. Kepala berputar. Membayangkan kematian Nyai Dasimah.

Sabtu, 21 Februari 2015

101 Penulis Kaya, Asli Indonesia

101 Penulis Kaya, Asli Indonesia

Ada 101 penulis kaya. Dan hebatnya ke 101 penulis tersebut adalah asli Indonesia. Alias Indonesia tulen. Namun sayangnya, nama saya belum tercantum di buku tersebut, Bagaimana dengan nama teman-teman?

Dalam kata pengantar buku tersebut yang ditulis oleh Isdiyanto (Pemimpin Umum/Redaksi Majalah Wirausaha & Keuangan), penulis dalam hal ini Albert Marbun, melalui bukunya ingin menunjukkan bahwa :
1. Penulis bisa mendatangkan banyak penghasilan dan bisa kaya.
2. Albert Marbun ingin menyebarkan "virus"nya menjadi penulis. Untuk itu dia menyodorkan banyak contoh penulis sukses seperti yang dikupas dalam buku ini.
3. Albert Marbun ingin mengubah mindset, bahwa menjadi penulis adalah suatu profesi yang membanggakan, memiliki harapan, dan bisa kaya.

Penulisan buku ini, didasarkan pada 3 pemikiran, yaitu motivasi, kaya, dan proses. Pertama, motivasi. Dengan menulis bisa memberikan banyak hal. Bisa dalam bentuk materi, menjadi terkenal, lebih percaya diri, mengurangi stress dan banyak lagi kepuasan batin yang lain. Menjadi penulis tidak perlu lulus kuliah, tidak perlu mengirimkan lamaran, tidak perlu memperhatikan batasan usia. Semuanya oke, dan yang jelas menulis dapat meningkatkan kualitas hidup kita.  kedua, adalah kaya. Seorang penulis pasti akan menjadi kaya, Jika tidak kaya dengan materi, akan kaya secara intelektual. Kaya dalam materi pun akan tenang-tenang saja, tidak usah ketar-ketir kalau kekayaannya diusut. Bahkan royalti yang didapatkan bisa terus diwariskan. Ketiga, proses. Proses kreatif setiap pengarang bermacam-macam. Apalagi dengan penulis dalam buku ini sebanyak 101, dengan berbagai latar belakang usia, pendidikan, sosial budaya, status ekonomi tentunya melakukan berbagai proses kreatif yang berbeda-beda.

Siapa yang tidak mengenal AA Gym, selain sibuk berdakwah beliau juga menulis banyak buku. Contoh bukunya berjudul Saya Tidak Ingin Kaya, Tapi Harus Kaya. Ada buku Kiat Mengendalikan Amarah, Sakinah Manajemen Qolbu untuk Keluarga, The Power of Network Marketing yang ditulis bersama Andrew Ho dan banyak lain. Ada A.A. Kunto A yang dikenal dengan bukunya Kecil Bahagia, Muda Foya-Foya, Tua Kaya Raya, Mati Maunya Masuk Surga. Ada A.A. Navis dengan cerpennya yang berjudul Robohnya Surau Kami. Ada A.ATaka A.R, seorang penulis anak-anak dengan novelnya yang berjudul Pedang Skinheald maupun Misteri Pembunuhan Penggemar Harry Porter. Ada Abdurahman Faiz, masih anak-anak juga putra dari Helvy Tiana Rosa, dengan bukunya berjudul Guru Matahari yang karyanya masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award tahun 2005. Dan masih banyak lagi. Terakhir ada Zara Zetttira ZR, dengan karyanya seperti Rasta&Bella, Eugene maupun Mimi Elektrik.

Tidak ketinggalan juga, pada buku 101 Penulis Kaya dibahas penulis ternama Indonesia lainnya, seperti Ahmad Tohari, Andrie Wongso, Anand Krishna, Djenar Maesa Ayu, Arswendo Atmowiloto, Andrias Harefa, Emha Ainun Najib, Goenawan Mohamad, Hilman Lupus Hariwijaya, Kho Ping Ho, Hernowo, Ipho Santosa, Mira W dan lain-lain. Selain ke-101 penulis itu, tentunya masih banyak nama yang belum disebutkan seperti nama Anda dan Saya.

Cara Belajar yang Efisien, The Liang Gie

Cara Belajar yang Efisien ini adalah buku jadul yang ditulis oleh The Liang Gie. Luar biasanya pada tahun 1985 sudah mengalami cetakan ke-17. Bagi saya sendiri, membaca buku lama tidak menjadi masalah ketika masih relevan, bahkan untuk kujadikan referensi. Bahkan, buku ini baru kudapatkan tahun 2005, dan kujadikan referensi buat perpustakaan sekolah.

Banyak masalah yang dialami oleh para pelajar/mahasiswa yang menyebabkan mereka tidak bissa belajar secara efisien. Misalnya tidak mampu mengatur waktu belajar, tidak tahu caranya belajar yang efektif, tidak dapat konsentrasi, tidak terbiasa bekerja dalam kelompok, kurang minat dalam membaca buku dan sebagainya. Tidak kalah pentingnya adalah yang masih berpendapat belajar hanyalah untuk mengejar nilai/angka/ijazah. Yang terakhir ini menurut saya merupakan pola pikir yang picik/pendek. Tipe-tipe pelajar/mahasiswa yang seperti ini dalam asumsi saya bisa menggunakan segala cara agar mendapatkan nilai yang baik. Atau kalau tidak, tingkat pemahaman terhadap suatu pelajara/mata kuliah tidak akan bertahan lama.

Agar dapat belajar secara efisien, kita memerlukan dasar/pedoman dalam belajar. Prinsip-prinsip dalam belajar secara sekurang-kurangnya menyangkut 3 hal, yaitu keteraturan, disiplin, dan konsentrasi.
Pertama, keteraturan. Keteraturan ini dimulai dengan mengikuti pelajaran/mata kuliah dengan teratur, mencatat secara teratur, menyimpan catatan dan perlengkapan belajarnya secara teratur. Maksudnya di tempat biasa dia menyimpan dan mudah untuk dijangkau. Demikian juga dalam mempelajari suatu pelajaran/mata kuliah dilakukan secara teratur. Ada jadwal belajar. Materi dipelajari dengan cara dicicil. Tidak ada rumusnya memaksakan semua bahan masuk kepala dalam waktu satu malam. Bahasa kerennya menggunakan sistem kebut semalam (SKS). Kebiasaan ini bukan hanya buruk tetapi sangat merugikan. Bisa saja malah menjadi sakit paginya dan bahan yang dipelajari bisa hilang saat ujian. Kalaupun ingat, setelah ujian langsung menjadi lupa.

Kedua, kedisiplinan. Cara belajar yang baik bisa dipelajari dan dipraktekkan. Bukan hanya dimiliki oleh orang tertentu saja, Misalnya kalau dilahirkan dari keluarga priyayi atau terpelajar pasti keturunannya juga punya pola belajar yang baik. Kunci kedua dalam belajar adalah kedisiplinan. Ketika sudah ada jadwal belajar yang dilaksanakan secara konsisten. Tidak tergoda dengan dengan berbagai gangguan. Malas-malasan bahkan menggampangkan suatu pelajaran/mata kuliah harus dihindari. Saya yakin semakin maju suatu zaman godaan-godaan semakin banyak. Dari tontonan televisi, ajakan menonton konser, internet yang tersedia dengan media sosialnya, bbm dan seterusnya. Hanya yang punya disiplin yang kuat, yang mampu meningkatkan kemampuannya secara optimal.

Ketiga, konsentrasi, Pernahkah kita mengikuti pelajaran, Kelihatannya tekun sekali, tetapi sebenarnya pikiran melayang-layang entah ke mana, Ataukah duduk 2-3 jam membaca buku, tetapi nyaris tidak ada bagian dari buku tersebut yang masuk ke otak. Gangguan-gangguan ini dapat disebabkan oleh : 1) kurang/tidak minat terhada suatu pelajaran; 2) gangguan lingkungan (seperti kebisingan); 3) ganggguan-gangguan alam pikiran; 4) materi pelajaran yang membosankan; 5) gangguan kesehatan (sakit atau letih).

Masih banyak hal lain yang bisa dipelajari dari buku Cara Belajar yang Efisien tersebut. Ada cara mengatur waktu, cara mengikuti kuliah, cara membaca buku, cara membuat ringkasan, cara menghapal pelajaran, cara menulis karangan ilmiah sampai cara mengikuti ujian. Secara bertahaplah kita postingkan, karena saat ini pun membaca buku terus posting sambil menahan sakit kepala dan rasa kantuk. Sampai bertemu kembali pada postingan selanjutnya.

Jumat, 20 Februari 2015

Sakit Kepala : Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala, bisa hinggap pada siapapun. Bisa datang sewaktu-waktu. Sakit kepala bagi sebagian orang juga bisa menyebabkan stress. Mudah marah-marah. Padahal kalau sakit kepala terus marah-marah, bukannya berkurang tetapi malah kepala bertambah pusing tiada tara. Kalau sakit kepala alangkah baiknya, berinteropeksi diri, atur napas, berusaha untuk relaks. Kalau bisa berbaring, kendorkan semua saraf. Pasrah. Insya Allah sakit kepalanya akan berkurang. Itu pengalaman saya saja.

Sudah banyak buku yang mengupas tentang sakit kepala, tetapi buku yang berjudul 50 Rahasia Alami Mengobati Sakit Kepala yang ditulis oleh Raje Airey, bagi saya isinya bagus, praktis dan tipis. Ya kadang memang kita butuh buku-buku yang seperti itu. Praktis, tipis tapi memberikan solusi.

Penyebab sakit kepala ini sangat banyak baik yang bersifat psikologis maupun fisisologis. Datangnya sakit kepala, sebenarnya juga tidak datang secara tiba-tiba. Awalnya bisa dipicu oleh stress karena pekerjaan maupun keadaan emosional yang negatif (cemas, gelisa, marah, benci dan sejenisnya). Datangnya sakit kepala juga bisa diawali karena alergi makanan tertentu. Pemicu yang lain bisa karena kurangnya kadar gula darah, kurang kafein, kurang tidur, adanya racun dalam tubuh, ketergantungan gula maupun alkohol. Pengaruh lingkungan, misalnya cuaca panas, asap rokok, bau parfum, bau cat dan lain-lain juga bisa menjadi pemcu terjadinya sakit kepala.

Banyak cara untuk menghilangkan atau mengatasi sakit kepala. Cara yang konvensional yaitu minum obat, seperti aspirin maupun parasetamol. Celakanya jika kemudian kita mengalami ketergantungan pada obat tersebut. Bahkan bisa saja penyebab sakit kepala karena ketergantungan pada obat-obat sakit kepala. Karena itu, banyak orang yang beralih ke pengobatan alamiah yang minim resiko.

Pengobatan sakit kepala yang ditawarkan oleh buku tersebut adalah pengobatan yang didasarkan pada prinsip-prinsip holistik. Artinya pengobatan yang dilakukan didasarkan pada asumsi bahwa kesehatan itu tergantung pada keseimbangan antara faktor fisik, mental, emosi dan kesehatan jiwa. Apapun tekniknya, pengobatan tersebut lebih ke arah upaya penyembuhan diri sendiri. Seperti teknik pijat, shiatsu, pjat refleksi, herbal, aromaterapi maupun nutrisi. Selain itu , untuk mengurangi stress atau ketegangan bisa menggunakan teknik meditasi atau yoga, penyembuhan lewat reiki, kristal maupun warna.

Air putih juga cukup manjur untuk mengobati sakit kepala. Minumlah segelas air putih setelah bangun tidur. Karena air putih akan membersihkan ginjal dan mengeluarkan racun dari tubuh, Ketika sakit kepala mulai menyerang, minumlah setidaknya 2 gelas air putih. Kalau perlu tambahkan seiris jeruk lemon dan sumber vitamin C untuk memacu fungsi hati. Dan tentunya masih banyak teknik lain, seperti olahraga teratur, peregangan otot leher, yoga, pola makan yang sehat, camilan sehat dan solusi -solusi lain yang tidak berefek samping. Cobalah hidup dalam keselarasan dan kedamaian, gunakan obat-obatan alami ketika sakit kepala menyerang. Cari tahu pemicu timbulnya sakit kepala. Bisa saja misalnya karena terkena deadline pekerjaan, berarti kita harus mulai mereview jadwal kita agar sewaktu-waktu tidak terjadi seperti itu. Atau kalau tidak mungkin, setidaknya untuk tetap bersikap tenang, relaks, sambil menjaga pola makan yang sehat maka deadline apapun bisa kita jalani dengan lebih baik.

Demikian postingan mengenai sakit kepala : penyebab dan cara mengatasinya. Kami tunggu masukan maupun kritik dari pembaca sekalian. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat.

Kamis, 19 Februari 2015

Buku-buku Blended Learning



Buku blended learning masih susah dicari di pasaran. Kalau dalam bahasa Inggris sih banyak, tinggal googling saja. Apa sih menariknya buku ini? Yang pasti bagi saya, buku ini masih tergolong baru. Selama ini sudah terpuaskan dengan berbagai referensi mengenai E-Learning, Virtual Classroom, Digital learning dan konsep-konsep semacamnya.

Tetapi, ketika saya mengikuti pelatihan diklat perpustakaan di salah satu universitas ternama di Solo, ternyata kepuasanku selama ini serasa tidak ada artinya. Waktu itu Sang Dosen (pembicara diklat) memberikan suatu kuis. Pertanyaannya gampang saja. Model pembelajaran apa yang menggabungkan model konvensional dengan dunia digital. Dalam bayanganku jawabannya pasti E-learning atau virtual classroom.

Tapi ternyata bukan, jawaban yang tepat adalah pembelajaran hybrid (hybrid learning) atau disebut juga dengan blended learning. Wah, terasa deh di KO. Ternyata selama ini saya ketinggalan informasi, apalagi hal ini terkait dengan perkembangan di dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran. Bersyukurlah, Bapak Singgih Pribadi, Sang Dosen  yang juga penulis buku tersebut, berbaik hati memberikan hadiah buku karyanya, yang berjudul Model Blended Learning : Teori dan Praktek dalam Pembelajaran Geografi.

Setelah diklat selesai, buku blended learning  tersebut kulahap habis. Tidak terlalu sulit memahami isi buku tersebut, yang memang banyak mengupas mengenai media pembelajaran, baik dari konsep, desain, maupun pengembangannya. Hanya memang konsep blended learning ini, bagi saya konsep yang baru, Tidak pernah sebelumnya terpikirkan, untuk menggabungkan konsep pembelajaran melalui tatap muka (konvensional) dengan pembelajaran secara digital (blog, website, jejaring sosial dan lainnya). Ya memang blended learning ini mengambil sisi-sisi positif dari kedua konsep pembelajaran tersebut.

Pemahaman saya, makin matang dengan membaca buku Pembelajaran Bauran (Blended Learning) yang ditulis oleh Husamah, S.Pd. Dalam buku Blended Learning tersebut diawali dengan pengenalan blended learning, kemudian dibahas Face-to-Face, E-Learning Offline-Online dan Mobile Learning dan diakhiri dengan implementasi pembelajaran tersebut.

Yang belum dilakukan sekarang adalah bagaimana mempraktekkan blended learning tersebut di sekolah. Semoga dalam waktu yang dekat dapat menerapkan model pembelajaran tersebut, sesuai dengan mata pelajaran yang saya ampu. Ya, sayang juga ketika biasa melakukan praktikum di laboratorium dan sekaligus punya beberapa karya multimedia pembelajaran tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Demikian juga dengan blog-blog pembelajaran yang telah bertahun-tahun dikelola seolah-olah masih belum membumi dengan pembelajaran dalam keseharian.
Kapan mulai?





Buku Pengembangan Diri dari Tjptadinata Efendi

Buku Pengembangan Diri yang ditulis oleh Tjiptadinata Efendi, merupakan buku-buku yang manis menjadi koleksi penulis. Ya, meskipun belum lengkap karena belum mendapatkannya di toko buku atau ada yang dipinjam teman. Tetapi buku-buku tersebut yang ada sekarang banyak menginspirasi serta membantu meningkatkan motivasi penulis untuk melakukan banyak hal di dunia ini.

Buku pengembangan diri yang ditulis oleh Tjiptadinata Efendi semua diterbitkan oleh PT ELexmedia Komputindo, Buku-buku yang dimaksud adalah :


  1. Aplikasi Reiki dalam Penyembuhan Diri Sendiri dan Orang Lain
  2. Meditasi Meningkatkan Kehidupan Anda
  3. Aplikasi Reiki dalam Mencapai Tingkat Master
  4. Meditasi Penyembuhan Lahir Batin
  5. Meraih Sukses dengan Pencerahan Diri
  6. Esoterik
  7. Never Ending Meditation
  8. Transformasi Diri
  9. The Power of Dream 
  10. Buku motivasi dan pengembangan diri, meditasi

  11. Enlightenment
Bahkan baru-baru ini baca di Kompasiana, beliau sudah menerbitkan buku lagi, kumpulan tulisan-tulisannya di media sosial (Kompasiana)  yang diberi judul "Beranda Rasa" diterbitkan secara Indie. Wuih hebat ya, penulis ternama, bukunya banyak diterbitkan penerbit mayor..tetap laris juga bukunya meski diterbitkan secara indie. Wah menginspirasi sekali. (Aku harus mendapatkan bukunya..di dimana kucari?)
Buku motivasi dan pengembangan diri, esoterik
Bukunya yang berjudul Aplikasi Reiki dalam Penyembuhan Diri Sendiri dan Orang Lain, merupakan buku praktis yang menjadi acuan bagi praktisi reiki. Dalam buku tersebut dijelaskan sejarah reiki, apa itu reiki, cara kerja, pengetahuan tentang aura, cakra, berbagai tingkatan reiki, teknik penyembuhan menggunakan reiki dan sebagainya.

Dalam buku Meditasi : Jalan Meningkatkan Kehidupan Anda dibahas meditasi dan seluk-beluknya, Dari pengertian meditasi, manfaat meditasi, cara melakukan meditasi, sampai hasil yang didapatkan dari meditasi. Meskipun demikian, jangan berharap meditasi di sini untuk mencari kesaktian. Meditasi di sini ditujukan untuk mencapai kesuksesan hidup, salah satunya melalui visualisasi untuk mencapai tujuan hidup yang diinginkan.

Buku motivasi dan pengembangan diri, transformasi diriDalam buku Esoterik, dibahas mengenai teknik menyerap kekuatan alam. Dari konsep esoterik, manfaat, cara mempelajari esoterik, meditasi esoterik dan sebagainya. Meskipun demikian, tujuan dalam mempelajari esoterik ini pun bukan ingin menjadi orang yang sakti. Meskipun manfaat yang didapat sangat banyak setelah menguasai teknik ini, tetapi semuanya itu sebagai sarana untuk mencapai kematangan spiritual, tidak bergantung pada orang lain apalagi menjadi beban, tetapi justru siap membantu orang lain.

Jika masih penasaran, dengan isi buku-bukunya Tjiptadinata Efendi, bisa membaca sendiri. Yang jelas, buku-bukunya tersebut sangat membantu  pengembangan diri penulis dalam menghadapi kehidupan ini. Agar tetap semangat, berjiwa positif, tidak mudah menyalahkan orang lain, selalu proaktif dan siap melakukan transformasi diri. Berani bermimpi, membuat perencaan dan meka




Buku motivasi dan pengembangan diri, the power of dream
 Buku motivasi dan pengembangan diri, enlightenment

Penyebab, Akibat dan Cara Mengatasi Insomnia

Penyebab, Akibat dan Cara Mengatasi InsomniaPenyebab, akibat dan cara mengatasi insomnia perlu diketahui bagi para penderita insomnia atau bagi siapapun yang peduli dengan insomnia yang dialami oleh anaknya, suami/istri, kakak/adik maupun anggota keluarga yang lain. Dan penting juga bagi yang merasa berjiwa muda, yang merasa gagah ketika begadang tiap malam. Tetapi paginya, bangunnya kesiangan atau merasa lemas/mengantuk ketika mengikuti aktivitas di siang hari, seperti saat mengikuti kuliah.

Penulis, juga mengalami permasalahan terkait dengan insomnia ketika masih kuliah. Salah satu penyebab insomnia yaitu faktor lingkungan. Tidak terbayangkan ketika jam 12 malam bahkan jam 02.00, teman-teman kost masih asyik menonton TV, bercanda ria, bahkan lari-lari melakukan kehebohan. Kalau tidak mau ikut-ikutan, ya enak saja, bisa bangun pagi, badan seger. Tapi kalau larut dalam hiruk pikuk seperti itu dijamin lebih mudah terkena insomnia.

Penulis menyadari benar, ketika tidak ada teman di kost (misal saat libur) atau bahkan ketika sedang mudik di kampung, kesulitan tidur itu senantiasa datang. Gelisah, bingung. Kalau sudah tidur, malas bangun, badan terasa lemas dan rasa-rasa tidak enak lainnya. Solusi yang didapatkan waktu itu, bukan bagaimana mengatasi insomnia agar dapat tidur tetapi bagaimana menikmati insomnia tersebut. Tips menikmati insomnia dengan cara seperti itu entah didapatkan dari mana. Tetapi memang cukup efektif untuk mengurangi stress, merasa terbebani karena tidak dapat tidur. Justru karena mengalami kesulitan tidur bisa melakukan banyak hal di malam hari, misalnya banyak baca buku maupun sekedar menjelajah dunia maya.

Sayang sekali, solusi menikmati insomnia dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif menjadi tidak efektik ketika siang harinya harus bekerja, Rasa mengantuk yang tidak tertahan, menyebabkan penulis sering tertidur di sela-sela jam kerja. Dan tidurnya pun tidak tentu di mana. Asal ada tempat yang agak nyaman (menurut penulis), bisa segera memejamkan mata. Tentunya dengan disertai dengkuran yang dahsyat, menurut teman-teman penulis.

Beberapa waktu lalu, penulis mendapat tips baru cara mengatasi insomnia dengan cara pura-pura mendengkur. Ketika sulit tidur, penulis cukup merebahkan diri di tempat yang nyaman, mengatur napas dan mulai mendengkur. Lama-lama tidak terasa sudah tidur sendiri. Cara ini masih efektif penulis lakukan sampai sekarang.

Ketika membaca buku yang berjudul Mengenal Sebab-Sebab, Akibat-Akibat, dan Cara Terapi Insomnia yang ditulis oleh Mukhlidah Hanun Siregar, penulis mendapatkan banyak informasi penting dari pengetahuan tentang tidur, penyebab, jenis-jenis insomnia, akibat amnesia, cara mengobati/mengatasi insomnia dan banyak hal lain seputar insomnia.

Secara umum, penyebab insomnia bisa dilihat dari 3 aspek yaitu dari segi fisik, psikologi maupun lingkungan. Kondisi fisik disebabkan oleh segala kondisi yang menyakitkan atau tidak menyenangkan, sakit kepala, pengaruh obat, rasa nyeri, efek penuaan dan sebagainya. Penyebab dari segi psikologi meliputi kecemasan, ketegangan, perubahan lingkungan, depresi, rasa trauma, skizofrenia dan sebagainya. Dari segi lingkungan misalnya lingkungan sekitar yang ramai, terganggu pasangan/teman tidur, tempat tidur yang tidak nyaman dan sebagainya.

Dampak/atau akibat insomnia bermacam-macam dari yang biasa-biasa saja sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Insomnia berakibat pada hal-hal berikut, seperti menjadi tidak produktif, tidak fokus/kehilangan konsentrasi, sulit membuat keputusan, pelupa, mudah marah, depresi, meningkatkan resiko kematian, mudah terkena berbagai penyakit maupun memicu terjadinya kecelakaan.

Bagaimana mengatasi insomnia? Pertama, datangi dokter Anda dan konsultasikan. Kedua, hindari penggunaan obat tidur kecuali atas saran dokter. Ketiga, hindari mengkonsumsi barang-barang terlarang (minuman keras maupun narkoba). Keempat, lakukan aktivitas makan dan minum secara biasa (baik dari segi kuantitas, kualitas maupun waktunya). Kelima, atur lingkungan tidur senyaman mungkin, Keenam, cari penyebab insomnia dan atasi (misalnya karena ada masalah dengan orang lain, selesaikan dulu dijamin tidur menjadi nyaman), Ketujuh, saat mau tidur tekadkan untuk benar-benar tidur dan berelaksasilah.

Ya, kalau mau tidur pasrahkan diri ini sama yang memberi kehidupan. Tips lain agar tertidur, bacalah surat-surat pendek (bagi muslim) sampai nanti tertidur sendiri. Ada juga yang menghitung mundur dari angka 100. Ya pada dasarnya, jelilah diri kita dalam memahami insomnia yang menimpa kita. Selidiki dan atasi penyebabnya, jika mungkin. Sadari bahwa setiap manusia banyak mempunyai permasalahan. Bedanya ada yang santai menghadapi dan ada yang berlebihan sampai dibawah ke dalam tidur.

Demikianlah postingan mengenai penyebab akibat dan cara mengatasi insomnia. Semoga bermanfaat buat para pembaca semua, khususnya buat penderita insomnia dan bagi penulis sendiri.



Selasa, 17 Februari 2015

Kesalahan-kesalahan dalam Belajar Bahasa Inggris

Kesalahan-kesalahan dalam belajar bahasa Inggris
Kesalahan-kesalahan dalam belajar bahasa, khususnya bahasa Inggris banyak dialami oleh siapapun. Termasuk juga yang dialami oleh penulis. Meskipun sudah bertahun-tahun belajar, belum tentu kita dapat menguasai bahasa Inggris. Yang standar saja belum tentu menguasai, apalagi bahasa Inggris yang baik dan benar.

Salah satu faktor yang mendukung ketidakberhasilan dalam belajar bahasa Inggris adalah karena tidak menyadari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan. Kesalahan ini bisa dilakukan dengan sengaja maupun tidak disengaja. Bisa juga karena kurang telaten dalam belajar. Misalnya saat belajar menerjemahkan. Terlalu cepat buka kamus itu merupakan salah satu kesalahan. Karena kita "malas" menggunakan logika kita dalam memperkirakan arti suatu kata/frase/kalimat. Demikian juga malas membuka kamus itu juga merupakan salah satu kesalahan.


Dalam buku yang  Agung Prihantoro, kesalahan dalam belajar bahasa Inggris tersebut meliputi kemampuan dalam membaca (reading), mendengarkan (listening), berbicara (speaking), menulis (writing), maupun menerjemahkan (translating). Sangat lengkap bukan? Meskipun demikian, adanya pembedaan dalam ke-5 pembahasan tersebut, bukan berarti kelima aspek tersebut saling terpisah. Bisa saja kesalahan dalam menerjemahkan terkait dengan membaca, bahkan dalam mendengarkan (misalnya ketika menerjemahkan dari percakapan/dialog). Kesalahan-kesalahan tersebut muncul, bukan hanya dalam pembelajaran di kelas, tetapi khususnya ketika belajar di luar kelas. Mengapa di luar kelas? Karena kebanyakan orang menghabiskan waktunya belajar di luar sekolah. Kalau di dalam sekolah/kelas kemungkinan melakukan kesalahan lebih minim karena ada pembimbingnya. Kedua, untuk mendapatkan hasil yang optimal, sebagai sebuah ketrampilan, belajar berbahasa dilakukan secara kontinyu, telaten, melalui praktek dalam keseharian yang tidak bisa dilakukan di dalam kelas.

Kesalahan belajar bahasa Inggris dalam aspek membaca banyak terjadi, misalnya tidak membaca bagian pengantar atau pendahuluan daru suatu buku. Padahal melalui bagian pengantar ini kita bisa meraba-raba apa sih yang akan disajikan dalam buku/bacaan tersebut. Sehingga  mengurangi kita untuk kehilangan alur cerita dari buku tersebut. Jelas kehilangan alur cerita juga merupakan kesalahan tersendiri. Demikian juga ketika tidak menggunakan logika kita dalam membaca suatu buku/naskah kita pun bisa kehilangan alur bahkan akhirnya tidak memahami isi bacaan tersebut. Logika tersebut juga digunakan untuk membuat hubungan antara kata, frase, kata, alinea, bahkan antar bab sehingga bisa memahami maksud bacaan tersebut secara utuh. Logika ini juga digunakan untuk memperkirakan bagian-bagian yang tidak kita pahami artinya, ketimbang harus selalu menuhankan kamus.

Demikian, juga saat belajar menulis. Kita mungkin terpaku hanya memindahkan kata-kata dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Padahal jelas polanya berbeda. Kalau kita terlalu terkungkung dalam aturan berbahasa Indonesia baik dari segi sintaksis maupun semantiknya, tentunya bisa-bisa menghasilkan teks bahasa Inggris yang ke Indonesia-Indonesiaan. Selain itu, miskin kosakata (vocabulary) juga menjadi kesalahan tersendiri. Bisa-bisa teks kita ya..kosakatanya itu-itu saja. Pemilihan kata/diksi yang tidak tepat juga kita paksakan karena terbatasnya kosa kata yang kita miliki. Demikian juga, jika tidak mau belajar dari karya para penulis/pengarang berbahasa Inggris juga akan mengurangi kualitas kita dalam membuat naskah berbahasa Inggris. Intinya, kita tidak mau mengaca atau merasa puas dengan tulisan kita tanpa menyadari dibandingkan dengan para penulis dari sana, jauh sekali kualitas tulisan kita. Baik dari segi isi maupun teknik penulisannya.

Demikianlah ulasan mengenai kesalahan-kesalahan dalam belajar bahasa Inggris. Tentunya akan menghabiskan puluhan bahkan ratusan lembar kertas untuk menuliskan semuanya. Setidaknya kita mempunyai gambaran, bahwa dalam belajar berbahasa kita tidak saja belajar tanpa arah dan tujuan yang jelas. Akhirnya kecapekan dan berhenti/menyerah di tengah jalan. Ya, dengan belajar dari kesalahan-kesalahan semoga bisa membangkitkan motivasi yang sedang belajar bahasa Inggris sekaligus mempercepat proses belajarnya.

Kiat Sukses Atasi Masalah Keluarga : Ketika Anak Menginjak Remaja

Mengatasi 7 Masalah Terbesar RemajaMasalah dalam  keluarga kita akan terus bertambah dengan bertambah usia anak-anak. Semenjak anak-anak kita terlahirkan sampai akhirnya menginjak remaja, masalah-masalah tersebut seolah-olah tiada habisnya. Dari meminta sesuatu yang kita tidak bisa memenuhinya sampai ketika mereka merasa kita tidak mau mendengarkannya.

Dengan berbagai masalah dalam keluarga, terkait dengan anak kita yang beranjak menjadi remaja. Perlulah kita mengubah sudut pandang kita, yang mungkin selama ini salah dalam menilai. Bagaimana agar kita bisa bersikap positif dan senantiasa membangun komunikasi dengan anak-anak kita.

Sering kita mendengar para remaja yang beranggapan jika orang tua mereka tidak mau mendengar. Orang tua mereka tidak memahami mereka. Sampai akhirnya mereka mempercayakan banyak hal pada teman-temannya. Hal ini bukan saja semakin menjauhkan kita terhadap mereka, tetapi juga menyebabkan kita kehilangan kontrol kepada mereka. Masalahnya bukan saja karena kita sibuk dengan pekerjaan kita, tetapi juga pada kegagalan kita mendengarkan mereka. Atau terkadang kita begitu cepatnya memberikan solusi ketika anak-anak bercerita tentang masalah yang mereka hadapi ketika berada di sekolah. Padahal, bukan solusi yang diinginkan mereka. Tetapi mereka hanya sekedar membutuhkan kita sebagai pendengar saja. 

Ke-7 masalah terbesar yang dialami oleh remaja itu terangkum dengan baik dalam buku yang ditulis oleh Bobbi DePorter. Kalau Bobbi DePorter, tentunya kita sering mendengar namanya, baik lewat buku Quantum Learning, Quantum Teaching dan buku seri Quantum yang lain. Nah, kalau buku yang ini juga merupakan hasil riset, pengalaman beliau ketika mengelola SuperCamp. Ke-7 masalah yang dimaksud meliputi :
1. Hubungan yang bermasalah
2. Perasaan yang terluka
3. Citra-Diri negatif
4. Rasa takut akan perubahan besar
5. Nilai-nilai buruk di sekolah
6. Fokus yang kurang
7. Motivasi yang rendah

Ke-7 masalah yang umum dialami oleh remaja tersebut, melalui buku tersebut akan dirubah sehingga menjadi menjadi cara pandang yang luar biasa, Seperti bagaimana mengubah hubungan yang bermasalah menjadi komunikasi yang penuh percaya diri, bagaimana mengubah perasaan yang terluka menjadi penghargaan diri, Citra diri negatif menjadi pemberdayaan diri, mengubah rasa takut menjadi siap menerima perubahan, mengubah nilai buruk menjadi prestasi unggul, mengubah fokus yang lemah menjadi strategi belajar yang terorganisasi serta mengubah motivasi yang rendah menjadi pencapaian tujuan.

Ubahlah masalah menjadi tantangan. Masalah bukanlah hambatan. Masalah hanyalah sekedar tantangan yang bisa kita atasi. Mungkin seperti itu kalau boleh diringkas. Ya, perubahan sudut pandang bukan sekedar membuat kita lebih optimis dalam menghadapi sesuatu, tetapi jauh lebih dari itu. Tidak mudah bagi kita terjebak dengan solusi-solusi yang sempit. Banyak solusi, Ada alternatif ke-3, kalau Covey mengatakan.

Demikianlah postingan mengenai Kiat Sukses Atasi Masalah Keluarga : Ketika Anak Menginjak Remaja. Tentunya masih banyak kekurangannya postingan ini, Di lain waktu akan kami lengkapi dengan membahas hal-hal yang lebih teknis terkait dengan berbagai masalah yang dihadapi remaja. Terutama terkait masalah-masalah pendidikan maupun dalam berhubungan dengan lingkungannya.



Minggu, 15 Februari 2015

Berbagai Buku Pengembangan Diri dari Stephen R. Covey

Buku Pengembangan Diri dari Stephen R. CoveyBuku pengembangan diri, bagi saya, adalah salah satu buku yang sangat menarik. Saya bisa membaca buku tersebut secara berulang-ulang. Pada saat masuk kuliah, tahun 1996, saya terkagum-kagum dengan buku Stephen R. Covey dengan 7 Habits of Highly Effective People -nya, meskipun dalam

terjemahannya yang diberi judul Tujuh Kebiasaan yang Sangat Efektif. Bagi saya ini adalah buku yang luar biasa, yang mampu menginspirasi apa artinya sinergi.

Demikian juga setelah lulus kuliah dan bekerja sebagai guru. Buku karangan Covey tersebut masih saya jadikan acuan, dan saya baca kembali. Buku tersebut sangat bermanfaat sekali dalam membantu meningkatkan motivasi dan pengembangan diri, bukan saja bagi saya tapi juga bagi murid-murid saya. Permainan kecil yang sering saya lakukan ketika bicara tentang sinergi adalah dengan cara mengajak dua murid saya untukbermain panco. Barang siapa yang menang, setiap kali kemenangan akan mendapatkan hadiah, taruhlah Rp 5.000. Masing-masing saya kasih waktu 5 menit untuk mendapatkan kemenangan sebanyak mungkin.

Dengan penuh antusias keduanya saling berhadapan dan siap untuk mencari kemenangan. Betul...selamat bermenit-menit keduanya imbang. Dan dalam jangka waktu 5 menit paling hanya mendapatkan 2 kali kemenangan. Yang menang mengatakan sangat puas. Setelah itu saya memanggil salah satu siswa saya yang paling kecil dan kelihatan lemah. Kuajak dia bertanding. Awalnya dia ragu-ragu. Kumantapkan. Berhasil. Dan akhirnya dia berani menghadapiku. Teman-teman yang lain menatap tidak percaya. Seolah-olah meragukan kemampuannya. Benar. Pertandingan terjadi. Dengan mudah dia kukalahkan dalam hitungan detik. Tetapi setelah itu gantian saya yang dikalahkan. Begitu seterusnya. Sampai kami capek sendiri.

Siswa-siswa saya, akhirnya tersadar apa artinya sinergi. Apa artinya juga berpikir menang-menang.

Buku Pengembangan Diri dari Stephen R. CoveySampai sekarang pun saya, masih mengulangi membaca buku dari Covey tersebut. Bahkan buku koleksiku bertambah lagi, yaitu buku karya beliau yang berjudul Principle-Centered Leadership (diterjemahkan menjadi Kepemimpinan yang Berpusat pada Prinsip), serta buku The 3rd Alternative (diterjemahkan menjadi Alternatif ke-3) pun menghiasi rak bukuku. Sayang sekali buku sebelumnya yang berjudul The 8th Habit belum kudapatkan (meskipun aku sudah membacanya).

Tentunya, buku-buku pengembangan diri dari Covey ini tidak menjadikan diri saya untuk menutup mata dengan buku-buku yang lain. Seperti buku The Power of Dream (Kekuatan Impian) yang ditulis oleh Tjiptadinata Effendi, buku-bukunya Ipho Santosa, buku Mengikat Makna Update dari Hernowo, ESQ Power dari Ary Ginanjar Agustian, sampai buku-buku karangan Robert T. Kiyosaki menjadi bacaan yang sedap untuk dinikmati.

Ya, semoga pada postingan mendatang. Buku-buku tersebut dapat dikupas, tentunya dengan bahasa saya sendiri. Bukan review. Tetapi tulisan yang terkait dengan inspirasi yang kudapatkan, terutama dalam rangka meningkatkan pengembangan diri pribadi saya. 



Minggu, 08 Februari 2015

Menjadi Pengusaha Melalui Sekolah Entrepreneur

Menjadi Pengusaha Melalui Sekolah Entrepreneur

Sekolah EntrepreneurMenjadi Pengusaha saya pikir pola pikir untuk mencapai kesuksesan pribadi semata. Ternyata pandanganku keliru, setelah membaca buku Sekolah Entrepreneur yang ditulis oleh Jamal Ma’mur Asmani. Seorang entrepreneur yang hebat akan berusaha menciptakan para entrepreneur yang handal juga. Semakin banyak entrepreneur yang yang tercipta, langsung maupun tidak langsung akan berperan dalam memajukan perekonomian bangsa. Entrepreneur yang memiliki visi kebangsaan seperti ini yang disebut sebagai social entrepreneurship.
Untuk menjadi pengusaha yang berjiwa sosial atau social entrepreneur ini harus memahami permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat dan bangsanya. Nah dengan kemampuan entrepreneurship-nya, mereka akan berusaha melalukan perubahan sosial baik melalui peningkatan kesejahteraan, pendidikan maupun kesehatan. Berbeda dengan business entrepreneur yang memandang kesuksesan terukur dari pendapatan yang dihasilkan, seorang social entrepreneurship memandang bahwa kesuksesan terukur ketika bisa memberi manfaat bagi sesama.
Untuk menjadi pengusaha yang handal diawali dari lingkungan keluarga terlebih dahulu. Keluarga merupakan sumber pertama entrepreneurship. Selanjutnya di sekolah entrepreneur, dia akan banyak dibimbing bagaimana menjadi entrepreneur sejati atau handal. Dan ketika sudah matang, dia harus menerapkan ilmunya di masyarakat sebagai tempat untuk menjalani ujian yang sebenarnya.
Sebagai sumber pertama dari entrepreneurship, keluargalah yang menjadikan seorang anak disiapkan menjadi pengusaha atau tidak. Jangan banyak berharap, anak-anak kita bisa menjadi pengusaha jika kita selalu memanjakan mereka. Menuruti apa yang diinginkan. Menakut-nakuti ketika anak-anak kita gagal. Memuji keberhasilan anak tanpa memahami apakah keberhasilannya melalu proses yang benar atau tidak. Demikian juga, ketika kita menujukkan sofat kemalas-malasan alias tidak produktif, dengan menonton acara-acara TV yang tidak bermutu atau menghabiskan waktu mengobrol (baca : menggosip) dengan tetangga. Jangan harap anak kita akan bermental menjadi seorang entrepreneur yang handal.
Sekolah, sebagai pusat pendidikan entrepreneurship haruslah memberikan ketrampilan hidup (life skill) bagi siswa-siswanya. Perbanyak praktek, kurangi teori. Gunakan berbagai strategi pembelajaran yang melatih siswa mampu berkreasi, membuat inovasi dan berani menanggung resiko. Jangan lupakan ketiga ranah dalam pendidikan, yaitu aspek kognitif, sikap, dan ketrampilan. Ketiga ranah tersebut saling melengkapi satu sama lain untuk menjadikan siswa kita bermental penguasaha yang cerdas, jujur dan terampil.
Terakhir, bagaimana dengan masyarakat. Di sinilah sebenarnya para calon entrepreneur diuji untuk menjadi pengusaha yang handal. Di sinilah sekolah entrepreneur yang sebenarnya. Tekad yang kuat, berani dan selalu optimis meskipun tidak punya modal yang cukup dari segi materi. Ingatlah apa yang diciptakan oleh Tuhan sudah lebih dari cukup agar kita mampu bersaing dengan yang lain. Tidak lagi saatnya, kita mempertahankan gengsi ketika bekerja atau menciptakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan tingkat pendidikan kita. Sama-sama lulusan sarjana, pilih jadi karyawan dengan gaji 5 juta per bulan ataukah menjadi juragan bakso dengan dengan omset puluhan juta per bulan. Buang rasa gengsi, mantapkan jati diri kita. Buktikan pada masyarakat kita mampu bersaing secara sehat sekaligus bisa memberi manfaat. Bagaimana bentuknya? Dengan membagi ilmu yang kita miliki, dengan menciptakan lowongan pekerjaan, dan dengan melakukan kegiatan sosial yang lain.
Demikian postingan mengenai Menjadi Pengusaha melalui Sekolah Entrepreneur, semoga bisa bermanfaat dan memberi inspirasi agar kita mulai tergerak untuk melangkah menjadi pengusaha/entrepreneur sejati.

Sabtu, 07 Februari 2015

Pengantar Logika : Asas-Asas Penalaran Sistematis

Pengantar Logika : Asas-Asas Penalaran Sistematis

Pengantar Logika : Asas-Asas Penalaran Sistematis
Pengantar Logika
Pengantar logika, sebuah buku yang menjawab kegusaranku manakala mendengar istilah-istilah seperti atas nama rakyat ketika mendengarkan para politikus bicara. Demikian juga ketika di sekolah maupun komunitas lain, ada yang berkoar-koar mengatasnamakan kekeluargaan, penghormatan dan sejenisnya untuk membungkam opsi-opsi lain yang muncul dalam rapat/briefing.

Ketika orang-orang tertentu mengatasnamakan kebenaran, kekeluargaan dan sejenisnya, seolah-olah logika saya terasa terkunci. Yang ada akhirnya debat-debat tidak mutu (menurut saya loh), yang menang yang pinter ngomong, Meskipun ngomongnya tidak nalar, tetapi karena menjual "kata-kata sakti" akhirnya seolah-seolah dianggap orang oleh sebagian orang. Ternyata, pengggunaan "kata-kata sakti" tersebut, yang melupakan esensi dari argumentasi dianggap sebagai sesat pikir. Begitu setidaknya, dijelaskan dalam buku Pengantar Logika : Asas-Asas Penalaran Sistematis,

Dijelaskan dalam buku tersebut, ada 3 jenis sesat pikir yaitu sesat pikir bahasa, sesat fikir formal, dan sesat pikir material. Sesat pikir bahasa terkait dengan penggunaan bahasa seperti adanya makna ganda dalam kata/kelompok kata/kalimat maupun adanya penggunaan metafora dan aksen-aksen tertentu. Sesat fikir formal terkait dengan kekeliruan dalam pengambilan konklusi  melalui penalaran yang tidak sahih. Sesat pikir material terkait dengan materi maupun isi penalaran itu sendiri. Sesat pikir jenis ketiga ini sangat fatal, dan kelihatan sekali menjebak. Bukan karena penggunaan bahasa maupun proses penalaran yang tidak sahih.  Benar-benar memporakporandakan logika yang kita pakai.

Jenis-Jenis Sesat Pikir Material

1. Argumen terhadap orangnya
2. Argumen untuk mempermalukan
3. Argumen untuk kewibawaan
4. Argumen ancaman
5. Argumen belas kasihan
6. Argumen demi rakyat
7. Argumen ketidaktahuan

Coba kita amati sesat pikir nomer 6. Argumen ini digunakan untuk membangkitkan/membakar emosi rakyat/orang banyak agar mendukung pemikiran seseorang yang seolah-olah membela rakyat/mengatasnamakan rakyat. Ataupun kita amati sesat pikir nomer 2. Misalnya dengan kata-kata, "Kalau Anda punya hati nurani, pasti Anda akan membenarkan apa yang saya katakan". Begitu dan seterusnya. Kelihatannya logis. Tetapi kalau dicermati jauh-jauh di luar logika.

Intinya dalam sesat pikir jenis ini, sebenarnya esensi yang dibicarakan tidak jelas bahkan tidak jelas, Tetapi menggunakan kekuatan-kekuatan yang menggoyang emosi kita sampai akhirnya kita membenarkan pendapat tersebut. Kalau sudah seperti itu, asas-asas penalaran sistematis pun hilang, Logika yang tidak logis (bahasa modal mana ini). 

Ya, kita tidak usahlah memaksakan suatu pendapat dengan segala macam cara. Belum tentu kemenangan kita kekal. Ketika suatu saat yang diajak bicara menganggap kita besar di mulut, hilanglah martabat atau penghormatan kepada kita, Sehingga ketika kita bicara benar pun, belum tentu akan dipercaya.

Demikian postingan mengenai Pengantar Logika : Asas-Asas Penalaran Sistematis, Mohon maaf hanya mengambil sisi kecil dari buku ini. Karena bagian tersebut, yang menjadi inspirasi atau sumber jawaban selama ini dalam mendengar/membaca argumen-argumen yang bisa menggiring massa, tanpa tahu kalau hal tersebut sebagai bentuk kesesatan berpikir.

Bacaan lebih lanjut :
Rapar, Jan Hendrik. 1996. Pengantar Logika : Asas-Asas Penalaran Sistematis. Kanisius

Rabu, 04 Februari 2015

Obat Anti Korupsi : Menyingkap Watak Korupsi dan Kiat-Kiat Mengindarinya

Obat Anti Korupsi : Menyingkap Watak Korupsi dan Kiat-Kiat Mengindarinya

Obat anti korupsi - www.baca-buku.com
Obat Anti Korupsi, sebuah buku tentang korupsi yang berbeda dengan buku lain, bukan sekedar membahas tentang korupsi maupun anti korupsi tetapi cara mengobatinya, Korupsi dianggap sebagai penyakit. Setiap penyakit itu ada obatnya. Dalam pemilihan obatnya pun tidak sembarangan. Membuang satu jenis korupsi tetapi menambah korupsi yang lain. Obat yang ditawarkan di sini dijamin manjur alias tanpa efek samping. 

Demikian juga, berbeda dengan buku lain, buku Obat Anti Korupsi ini tidak membicarakan korupsi dalam skala besar, seperti korupsi di perusahaan, instansi-instansi, badan usaha. Kita pintar sekali dalam menghujat, mengutuk, menyalahkan para pejabat yang melakukan penyelewengan uang negara (baca : uang rakyat). Tetapi apakah kita menyadari bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita begitu permisif terhadap kecurangan-kecurangan yang kita lakukan. Misalnya, agar anak kita bisa masuk sekolah favorit, maka kita berusaha menyogok. Atau yang lebih halus lagi, ketika ada sekolah yang meminta kita menulis sumbangan, kita ambil sumbangan yang tertinggi. Atau bahkan menuliskan sumbangan yang jauh lebih tinggi, dengan harapan anak kita diterima di sekolah tersebut. Wajar bukan? Ya, itu kesan yang kita terima. Wajar bukan, ketika anak itu diterima. Wajar bukan karena dia anak orang kaya. Wajar  bukan, ketika sekolah memilih dia. Toh tidak ada prosedur yang dilanggar.

Contoh mengenai anak sekolah tersebut, itu rekaan saya sendiri. Sekedar sebagai contoh. Akhirnya kembali ke diri kita masing-masing. Pada awal bab pada buku Obat Anti Korupsi ini diceritakan ada seorang sopir taxi, yang begitu membenci perilaku kotor para pejabat negara. Tetapi di sisi lain, dia pun mau melakukan kecurangan demi menambah penghasilan. Ya, harus pandai-pandai saja agar dapur terus mengepul. Misalnya, ketika taxinya disewa orang. Bilangnya ke bos, taxinya masuk bengkel, Lumayan. Sudah dapat ongkos sewa taxi, juga dapat uang pengganti servis.

Obat Anti Korupsi ini tidak membahas mengenai korupsi jutaaan, puluhan juta, ratusan juta, milyaran, apa lagi trilyunan. Korupsi yang dibahas cukup lah mengenai uang ribuan. Entah seribu, lima ribu, lima puluh ribu atau ratusan ribu. Yang jelas korupsi yang umum dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya minta kuitansi palsu, membuat laporan pertanggungjawaban palsu. Terkait dengan spj, menggunakan berbagai cara agar balance alias saldonya nol. Ya dipaksakan gitu, Ketimbang nanti repot sendiri.  Masalahnya, hal-hal seperti itu dianggap bukan tindak 'kecurangan', kalau tidak mau dibilang korupsi. Tindakan seperti itu semata-mata 'menyiasati' keadaaan, misalnya untuk menjaga pengeluaran-pengeluaran tak terduga. Misalnya, menyuruh orang untuk mengantar surat atau membersihkan ruang rapat. Apalagi kegiatan tersebut tidak ada dalam anggaran.

Salah satu obat yang ditawarkan dalam buku ini adalah janganlah mencari pembenaran untuk mendapatkan sesuatu yang jelas-jelas bukan hak Anda. Misalnya kita melakukan kegiatan sosial. Dalam perencanaan jelas tidak ada honor bagi panitia. Kebetulan banyak donatur yang tertarik dengan kegiatan tersebut. Sehingga ketika sudah selesai, masih banyak uang yang tersisa. Keuntungan lah. Padahal jelas, perencaan dari awal, kegiatan tersebut bersifat sosial. Nah, dengan adanya sisa dana lantas hati menjadi goyah. Pembenaran yang dilakukan dan disetujui hampir semua panitia lain (hampir semua loh, berarti masih ada satu dua yang sadar),"untuk sedikit menghargai hasil keras kita, gak ada salahnya sisa uang kegiatan ini kita bagi." Ko jadi gitu yah? Kenapa sisa dananya tidak kita sumbangkan saja, entah buat masjid, panti asuhan atau pihak lain yang membutuhkan. Sayang bukan, dari awal kita memulai dengan tekad 'ikhlas", ketika menghasilkan sesuatu 'keikhlasan' kita menjadi goyah. 

Ya, demikianlah postingan mengenai obat anti korupsi, semoga bermanfaat bagi kita semua. Sadarlah bahwa banyak hal kecil di sekitar kita yang mengarah pada tindak korupsi.