Rabu, 04 Februari 2015

Obat Anti Korupsi : Menyingkap Watak Korupsi dan Kiat-Kiat Mengindarinya

Obat Anti Korupsi : Menyingkap Watak Korupsi dan Kiat-Kiat Mengindarinya

Obat anti korupsi - www.baca-buku.com
Obat Anti Korupsi, sebuah buku tentang korupsi yang berbeda dengan buku lain, bukan sekedar membahas tentang korupsi maupun anti korupsi tetapi cara mengobatinya, Korupsi dianggap sebagai penyakit. Setiap penyakit itu ada obatnya. Dalam pemilihan obatnya pun tidak sembarangan. Membuang satu jenis korupsi tetapi menambah korupsi yang lain. Obat yang ditawarkan di sini dijamin manjur alias tanpa efek samping. 

Demikian juga, berbeda dengan buku lain, buku Obat Anti Korupsi ini tidak membicarakan korupsi dalam skala besar, seperti korupsi di perusahaan, instansi-instansi, badan usaha. Kita pintar sekali dalam menghujat, mengutuk, menyalahkan para pejabat yang melakukan penyelewengan uang negara (baca : uang rakyat). Tetapi apakah kita menyadari bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita begitu permisif terhadap kecurangan-kecurangan yang kita lakukan. Misalnya, agar anak kita bisa masuk sekolah favorit, maka kita berusaha menyogok. Atau yang lebih halus lagi, ketika ada sekolah yang meminta kita menulis sumbangan, kita ambil sumbangan yang tertinggi. Atau bahkan menuliskan sumbangan yang jauh lebih tinggi, dengan harapan anak kita diterima di sekolah tersebut. Wajar bukan? Ya, itu kesan yang kita terima. Wajar bukan, ketika anak itu diterima. Wajar bukan karena dia anak orang kaya. Wajar  bukan, ketika sekolah memilih dia. Toh tidak ada prosedur yang dilanggar.

Contoh mengenai anak sekolah tersebut, itu rekaan saya sendiri. Sekedar sebagai contoh. Akhirnya kembali ke diri kita masing-masing. Pada awal bab pada buku Obat Anti Korupsi ini diceritakan ada seorang sopir taxi, yang begitu membenci perilaku kotor para pejabat negara. Tetapi di sisi lain, dia pun mau melakukan kecurangan demi menambah penghasilan. Ya, harus pandai-pandai saja agar dapur terus mengepul. Misalnya, ketika taxinya disewa orang. Bilangnya ke bos, taxinya masuk bengkel, Lumayan. Sudah dapat ongkos sewa taxi, juga dapat uang pengganti servis.

Obat Anti Korupsi ini tidak membahas mengenai korupsi jutaaan, puluhan juta, ratusan juta, milyaran, apa lagi trilyunan. Korupsi yang dibahas cukup lah mengenai uang ribuan. Entah seribu, lima ribu, lima puluh ribu atau ratusan ribu. Yang jelas korupsi yang umum dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya minta kuitansi palsu, membuat laporan pertanggungjawaban palsu. Terkait dengan spj, menggunakan berbagai cara agar balance alias saldonya nol. Ya dipaksakan gitu, Ketimbang nanti repot sendiri.  Masalahnya, hal-hal seperti itu dianggap bukan tindak 'kecurangan', kalau tidak mau dibilang korupsi. Tindakan seperti itu semata-mata 'menyiasati' keadaaan, misalnya untuk menjaga pengeluaran-pengeluaran tak terduga. Misalnya, menyuruh orang untuk mengantar surat atau membersihkan ruang rapat. Apalagi kegiatan tersebut tidak ada dalam anggaran.

Salah satu obat yang ditawarkan dalam buku ini adalah janganlah mencari pembenaran untuk mendapatkan sesuatu yang jelas-jelas bukan hak Anda. Misalnya kita melakukan kegiatan sosial. Dalam perencanaan jelas tidak ada honor bagi panitia. Kebetulan banyak donatur yang tertarik dengan kegiatan tersebut. Sehingga ketika sudah selesai, masih banyak uang yang tersisa. Keuntungan lah. Padahal jelas, perencaan dari awal, kegiatan tersebut bersifat sosial. Nah, dengan adanya sisa dana lantas hati menjadi goyah. Pembenaran yang dilakukan dan disetujui hampir semua panitia lain (hampir semua loh, berarti masih ada satu dua yang sadar),"untuk sedikit menghargai hasil keras kita, gak ada salahnya sisa uang kegiatan ini kita bagi." Ko jadi gitu yah? Kenapa sisa dananya tidak kita sumbangkan saja, entah buat masjid, panti asuhan atau pihak lain yang membutuhkan. Sayang bukan, dari awal kita memulai dengan tekad 'ikhlas", ketika menghasilkan sesuatu 'keikhlasan' kita menjadi goyah. 

Ya, demikianlah postingan mengenai obat anti korupsi, semoga bermanfaat bagi kita semua. Sadarlah bahwa banyak hal kecil di sekitar kita yang mengarah pada tindak korupsi.

Daftar Blog Saya