Rabu, 27 Desember 2017

Buku Fiqih Gaul

Judul Buku : Fikih Gaul

Al-Asyhar, Thobieb
Fikih Gaul/Thobieb Al-Asyhar; Penyunting, Sakti Wibowo – Bandung, Syamil, 2005
X 168 hlm; 23,5 cm
ISBN : 979-3529-68-7
Penerbit : PT Syaamil Cipta Media
Cetakan keenam, April 2007


Persoalan remaja harus ditangani secara serius oleh seluruh potensi masyarakat. Kalau ada orang yang mampu berbuat sesuatu untuk memperbaiki remaja, walaupun sedikit, maka kelak dia haram masuk surga. Untuk itulah buku ini ditulis sebagai bentuk kesadaran akan tanggung jawab terhadap perilaku remaja.

Bagian Pertama 
BE COOL TEENAGER(Orang yang menyenangkan)

Pede, Beda dengan Nekad!
Dalam bahasan ini dibahas apa yang dilatih agar bisa pede
1. Belajar jadi orang yang bisa diandelin
2. Nggak suka bikin kaget
3. Empatik
4. Mengutamakan kepentingan bersama
Kiat agar tampil pede
1. Pelajari pengalaman
2. Rencanakan masa depan
3. Profesional
4. Berdoa

About Love
Agar tidak terjebak tipu daya cinta, kudu paham bedanya cinta sejati dan kebutuhan jasmani. Cinta sejati merupakan perwujudan dari naluri mempertahankan insting kemanusiaan. Agar cinta sejati sebagi naluri yang wajar tetap terjaga kesuciannya, perlu diperhatikan hal-hal berikut : a) jaga hati; b) jaga pandangan; dan c) jaga interaksi (hubungan pergaulan)

Menjadi Pembelajar Sejati
Bayangan keliru ketika menganggap pembelajar sejati sebagai orang yang tidak funky, nggak cool, nggak gaul, jutek, dan ngebetein banget. Ke mana pun dia pergi bawa buku, kumuh kayak  kutu.
Ciri-ciri pembelajar sejati :
1. Funky : pintar bergaul dan jeli membaca zaman
2. Cool : bija, menyenangkan bagi orang yang ada di sekitar.
3. Jazzy : gampang berimprovisasi, gak malu-maluin
4. Fun : gembira, nggak gampang sedih
5. Care : peduli pada nasib semua orang dan bahkan semua makhluk

Ramalan Bintang
Curahan Hati
Bohong, ke Laut Aja!
Mencari Sang Idola
My Beloved Parents
Malu dan Gengsi Itu Beda!

Bagian Kedua
BE A FUNKY TEENAGER
(Pandai Bergaul)
Aksesoris Cowok = Aksesoris Cewek?
Memakai Wig
Cicip Narkoba, No Way!
Terrpaksa Onani?
Ketika Sinyal Tegangan Tinggi
Tato
Buceri; Bule Cet Sendiri
Nggak Takut Aborsi
Hukum Islam Kejam
Zona Gaul
Sun Pipi Kiri, Sun Pipi Kanan
Judes n’ Gatek
Pilih Musik yang Sehat dan Aman
Bye, Bye… Nyontek!

Bagian Ketiga
BE A SMART TEENAGER
(Remaja yang Cerdas)
Bersuci is Beautiful
Shalat? So Pasti, Dong!
Healthy with Puasa
Berzakat, Why Not?
Keagungan Ibadah Haji
Kapan Harus Berjihad
Cermati Makanan dan Minuman Kamu

Yang mau tahu lebih lengkap isi buku ini, silahkan baca bukunya.






Sabtu, 29 Juli 2017

Baca Buku Strategi Mengembangkan Organisasi Pembelajar di Sekolah

Buku Strategi Mengembangkan Organisasi Pembelajar di Sekolah ini saya dapatkan di Perpusda Purbalingga. Buku ini ditulis sebagai salah satu acuan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajar. Organisasi pembelajar ini mengacu kepada upaya peningkatan kemampuan dan perubahan hasil secara terus menerus melalui belajar dengan keterlibatan individu, kelompok, dan organisasi.

Organisasi Pembelajar ini merupakan paradigma baru agar sekolah mampu meningkatkan kemampuannya, mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan-perubahan yang harus dihadapi. Di sinilah peran Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) untuk mengubah sekolah yang sebelumnya cenderung berposisi sebagai organisasi konvesional, yang sarat dengan kegiatan-kegiatan monoton, garing, statis, tidak punya visi yang futuristik.

Dalam buku Strategi Mengembangkan Organisasi Pembelajar di Sekolah ini dibahas hal-hal sebagai berikut :
- Desentralisasi pendidikan : Manajemen Berbasis Sekolah
- Institusi sekolah sebagai organisasi pembelajar (learning organization)
- Pedoman dan strategi pengembangan organisasi pembelajar (learning organization) di sekolah
Sebagai pedoman dalam pengembangan organisasi pembelajar ini perlu dipahami hal-hal berikut, yakni : kepemimpinan sekolah, budaya adaptif, struktur berbasis tim. strategi partisipatif (keterlibatan masyarakat), pemberdayaan staf/karyawan sekolah (employ empowerment), dan keterbukaan informasi.

Untuk lebih jelasnya, silahkan baca buku Strategi Mengembangkan Organisasi Pembelajar di Sekolah yang bisa di dapatkan di Perputakaan Daerah (Perpusda) Purbalingga.

Jumat, 28 Juli 2017

Baca Buku Jakarta Breaking Poetry

Buku Jakarta Breaking Poetry
Membaca buku kumpulan puisi berjudul Jakarta Breaking Poetry by Foentry.com membuat pikiran saya terang benderang. Dari awal kalau tahu itu buku kumpulan puisi, pasti pikiran saya buku tersebut penuh kata-kata atau kalimat yang susah untuk dicerna.

Ternyata, pilihan kata yang dipakai dalam puisi-puisi pada buku tersebut menggunakan kosakata yang gampang dipahami. Buat saya, khususnya. Dan uniknya keindahan puisi-puisinya tidak hilang. Hilang..mengalir. Bak membaca tulisan curhatan.

Buku antologi puisi ini memuat 30 puisi yang melenceng dari pakem alias nyleneh. Ada puisi tentang curhatan mahasiswa yang tidak lulus-lulus dan berharap dosennya berbaik hati. Puisi mahasiswa ini berjudul Menantu Peraih Nobel Kehidupan.
Puisi ini pun diawali dengan kata-kata yang indah..menohok hati..menyindir habis. Berikut kutipannya :

Dulu suka menghina kakak kelas yang ga lulus-lulus
Sekarang kena karma, karena beberapa kali ikut remidial gak juga tembus
Kuliah makin lama makin tak terurus
Karena otak udah mentok, semangat belajar juga sudah tak lagi mak nyus

Dan saya kutip juga akhir puisi ini
Setidaknya dengan sebuah tambahan gelar di belakang nama tentu akan menambah nilai artistik dan keindahan di kartu undangan
Secara tidak tertulis di situ IPK yang hanya satu koma sekian sekian
Beserta berapa waktu yang dibutuhkan di dalam mengarungi semester dan mencapai kelulusan
Yang penting ketika ada gelar, perasaan jadi tentram, hati tenang dan posisi sebagai menantu juga makin terasa aman

Ya...bagi penikmat puisi maupun yang mau belajar bikin puisi. Buku antologi Jakarta Breaking Poetry bisa dijadikan salah satu referensi. Jelas-jelas menghibur...dan bagi pemula bener-bener mirip curhatan yang dipuisikan. Puisinya panjang-panjang..kayak balada kali. Meskipun tidak sepanjang puisi-puisi essay yang dikomandani oleh Denny J.A. Yang jelas, saya sangat menikmatinya. Buktinya..buku antologi ini, dalam sehari pun selesai saya baca.

Tema-tema yang diangkat dalam antologi Jakarta Breaking Poetry pun bervariatif. Ada puisi tentang fenomena mudik yang dberi judul Mudik dalam Puisi. Ada kehidupan di dunia transportasi seperti dalam puisi yang berjudu Mimpi Sang Schumacher, Masinis Stasiun Tokyo dan Mungkin Ini Bukan Jalan Tuhan (tentang tukang ojek) serta magnituode Gelombang Sang Legenda (tentang Bajaj). Puisi tentang kawin kontrak yang diberi judul Mahligai Prostitusi Santun. Puisi nikah siri, puisi arisan brondong, puisi perawan, puisi kopi darat, puisi gigolo, puisi bencong dan banyak tema lagi.

Bagi yang menyukai karya-karya yang nyleneh..gokil tapi tetap berisi. Silakan baca buku Jakarta Breaking Poetry ini.

Salam baca buku.



Rabu, 26 Juli 2017

Baca Buku Soal-Soal Relativitas - Olimpiade Sains SMA

Soal-Soal Relativitas - Olimpiade Sains SMA
Buku berjudul Relativitas ini saya dapatkan di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Purbalinga beberapa waktu lalu. Buku ini ditulis oleh Tim Penulis Buku Olimpiade Fisika dengan kata pengantar dari Prof. Yohanes Surya, Ph.D. Buku yang berisi soal-soal dan pembahasan mengenai relattivitas ini merupakan salah satu bahan ajar persiapan menuju Olimpiade Sains Nasional/Internasional. Tentunya bagi para pegiat lomba olimpiade baik bagi peserta maupun pembina, buku ini sangat layak untuk dibaca.

Ada 98 soal dan pembahasan dari buku Relativitas ini, yang memuat berbagai materi esensial dalam relativitas, yaitu :
- Kecepatan relatif
- Transformasi Lorentz
- Penambahan kecepatan
- Kontraksi panjang
- Dilatasi waktu
- Energi relativistik
- Momentum relativistik
- dll
Di samping itu, ada beberapa soal yang diberi judul khusus seperti Tongkat Pemberi Tanda, Tabrakan Roket, Kotak Foton, Kubus yang seakan terputar, Roket Relativitas, Kecepatan, Muatan di dalam medan listrik seragam dan berbagai judul lain. Wow..sangat menarik bukan?

Untuk dapat memahami buku ini, yang banyak memuat soal-soal yang kompleks, kita harus memiliki pemahaman yang memadai terhadap konsep relativitas. Transformasi Lorentz yang melandasi Teori Relativitas inipun dijabarkan dari soal-soal yang sederhana sampai soal yang kompleks dengan berbagai variasinya.

Berikut contoh soal dalam buku tersebut:
1. Sebuh radar bekerja pada frekuensi 109 Hz. Berapakan frekuensi pelayangan antara sinyal yang dipancarkan dengan sinyal yang diterima radar akibat pantulan dari mobil yang bergerak dengan kecepatan 30 m/s?

2. Dua kerangka inersial S dan S' berada dalam susunan standar. Kerangka S' bergerak dengan keceparan v terhadap kerangka S. Pada saat titik asal kedua kerangka (O dan O') berimpit, seberkas cahaya dipancarkan dari O dan O' sepanjang sumbu x dan x' positif. Cahaya tersebut dipantulkan oleh cermin M yang diam di S dan berjarak d dari O dengan bidang cermin tegak lurus sumbu x. Tiga peristiwa yang perlu diperhatikan adalah :
(1) Cahaya sampai di M
(2) Cahaya pantul sampai di O'
(3) Cahaya pantul kembali ke O

Hitung waktu terjadinya ketiga peristiwa ini dilihat dari kerangka S!
Gunakan transformasi Lorentz untuk menentukan waktu terjadinya ketiga peristiwa ini dilihat dari kerangka S'!
Tunjukkan bagaimana pengamat di S' akan menjelaskan pengamatannya tanpa mengacu ke kerangka S!

Jadi....
Bagaimana......
Kalau bikin bingun dan pusing, setidaknya buku ini bisa dijadikan sebagai sumber referensi saja. Atau bisa digunakan kelak kalau mengikuti kuliah khusus Relativitas.
Selamat membaca buku ini.
Selalu ditunggu kehadirannya di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Purbalingga

Kamis, 04 Mei 2017

Baca Buku Sains Teknologi dan Masyarakat - Model Pembelajaran Kontekstual

Baca Buku Sains Teknologi dan Masyarakat, Model Pembelajaran Kontekstual Bermuatan Nilai
Membaca buku Sains, Teknologi dan Masyarakat - Model Pembelajaran Kontekstual  Bermuatan Nilai, saya sangat beruntung dalam upaya mempertajam pengetahuan mengenai literasi sains. Buku ini saya pinjam pada Rabu (4/5/2017) di perpustakaan daerah Purbalingga, meskipun ada "sedikit" masalah dengan pengembalian akibat keterlambatan.

Buku Sains, Teknologi dan Masyarakat - Model Pembelajaran Kontekstual Bermuatan Nilai ini ditulis oleh Prof. Dr. Anna Poedjiadi, memuat pengetahuan interdisiplin antara sains dan teknologi serta manfaatnya bagi masyarakat. Boleh jadi, selama ini masih ada pandangan yang kurang tepat antara keterkaitan ketiganya. Misalnya adanya salah persepsi bahwa teknologi terbentuk tanpa ada kaitannya dengan sains ataupun dikatakan sains hanyalah teori semata yang tak ada kaitannya dengan pemanfaatan di masyarakat. Dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakat, diharapkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan juga akan meningkat sehingga ekosistem akan lebih terjaga.

Buku ini memuat 6 bagian, yaitu perkembangan sains, perkembangan teknologi, interaksi dalam pembelajaran, pembelajaran dan kebutuhan masyarakat, model pembelajaran STS serta beberapa skenario pembelajaran. Skenario pembelajaran yang dijelaskan dalam buku ini ternyata tidak hanya berfokus pada mata pelajaran sains dalam arti IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) yang meliputi Fisika, Kimia dan Biologi. Melainkan sains yang lain, yaitu IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) juga disinggung dalam skenario pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat.

Sejarah sains diawali dengan pengamatan manusia atas peristiwa-peristiwa alam semesta. Banyak tokoh di bidang filsafat seperti Thales, Phytagoras, Leukippos, Demokratos dan Aristoteles. Teknologi lahir karena adanya kebutuhan manusia untuk mempermudah pekerjaan mereka. Misalnya untuk membantu memindahkan benda dari bawah ke atas atau sebaliknya, manusia membuat alat bantu berupa katrol maupun bidang miring. Kalau awalnya, jangan dibayangkan katrol tersebut berupa bahan logam seperti pada sumur. Boleh jadi, dari kayu bundar yang dapat berputar karena diberi poros atau bahkan kayu yang digantung serta diberi tali. Meskipun demikian, mereka mungkin tidak akan memperhatikan sains yang melandasinya misalnya pengaruh gesekan, keuntungan mekanis dan besaran lain dalam katrol tersebut. Yang jelas alat yang mereka ciptakan dapat membantu mereka dengan lebih cepat dan lebih ringan.

Untuk lebih detail lagi pembahasan mengenai hubungan sains teknologi dan masyarakat, silakan baca buku ini. Sebagai model pembelajaran kontekstual bermuatan nilai, buku ini layak dibaca baik bagi kalangan pelajar, guru juga masyarakat.




Rabu, 03 Mei 2017

Baca Buku Membangun Rumah Idaman lengkap dengan RAB- nya

Membaca buku tentang rumah bagi saya memiliki nuansa yang berbeda. Apalagi lengkap dengan RAB-nya, salah satu bacaan yang saya hindari. Kalau melihat-melihat model-model atau gambar-gambar rumah sih oke. Tapi kalau harus sampai RAB nya ya nanti dulu.
Baca Buku Membangun Rumah Idaman lengkap dengan RAB- nya

Kemarin Sabtu (29/4), saya menyempatkan berjalan-jalan ke Gramedia Purwokerto bersama seorang kawan setelah ada acara kondangan. Selain membeli buku tentang pendidikan dan komputer, sekali-kali niat baca buku tentang hal lain. Ya buku Dari Tanah Jadi Rumah - Panduan Tepat Membangun Rumah Idaman yang ditulis oleh Ria Manullang ini yang saya dapatkan. Rumah idaman, rumah yang menjadi impian setiap orang untuk dapat menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh keluarga. Dengan membangun rumah sendiri, mendesain sendiri, memilih bahan baku, mengatur budget (baca RAB) sendiri kita akan lebih leluasa baik dalam tahap pembangunan maupun pengembangan berikutnya.

Melalui buku Panduan Tepat Membangun Rumah ini kita akan dibimbing langkah demi langkah dalam membangun serta menghitung biaya yang dibutuhkan. Diawali dengan kegiatan persiapan, pekerjaan galian dan pondasi, pekerjaan dinding sampai akhirnya finishing. Langkah-langkah dalam membangun rumah ini dijelaskan secara rinci lengkap dengan anggaran biaya (RAB) nya. Dan ternyata asalkan mau sedikit berpikir atau menggunakan hitungan matematikan sederhana, besar kebutuhana alat dan bahan/material serta biaya yang dibutuhkan dapat ditentukan dengan mudah.

Dalam membangun rumah ini, secara umum dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.
Pertama, perencanaan. Perencanaan yang dimaksud meliputi mementukan gambar desainn rumah, memilih lahan, memilih material serta mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Kedua, kegiataan persiapan dan fondasi rumah yang meliputi kegiatan pembersihan lahan, memasang bouwplank serta membuat pondasi rumah
Ketiga, pekerjaan struktur beton rumah yang meliputi pekerjaan sloof rumah, pekerjaan kolom rumah, pekerjaan balok bangunan, pekerjaan ring balk, serta kanopi jendela.
Keempat, pekerjaan dinding bata merah dan pelesteran
Kelima, pekerjaan pintu dan jendela rumah
Keenam, pekerjaan atap, langit-langit dan atap rumah
Ketujuh, pekerjaan pengecatan dinding
Kedelapan, pekerjaan pengecatan dinding

Bagi siapapun yang berniat membangun rumah secara mandiri dan lebih leluasa, silahkan kuasai buku-buku tentang membangun rumah tentunya lengkap dengan rencana anggaran biaya (RAB)nya.
Salam baca buku..

Selasa, 02 Mei 2017

Baca Buku Sukses Bisnis, Wirausaha Mendulang Uang

Buku mengenai sukses bisnis yang saya baca ini memiliki judul Kreatif Mendulang Rupiah, yang merupakan salah satu buku dari seri buku pintar wirausaha. Buku ini lebih dari seminggu saya pinjam dari perpustakaan daerah Purbalingga. Ya..lumayan lama juga hitungan terlambatnya.

Baca Buku Sukses Bisnis, Wirausaha Mendulang UangBagi Indah Rozalina, penulis buku Kreatif Mendulang Rupiah ini, dibutuhkan kreativitas tinggi untuk melihat peluang-peluang bisnis yang tidak dapat ditangkap oleh orang lain. Kunci sukses bisnis, salah satunya menjadi wirausaha yang kreatif. Kreatif dalam menemukan ide bisnis yang prospektif serta kreatif dalam menciptakan strategi pemasaran yang efektif.

Kreativitas dalam berbisnis, salah satunya dengan memasarkan dan menjual produk secara kreatif. Dalam rangka berpromosi banyak hal yang bisa dilakukan, misalnya dengan menyebarkan kartu nama, brosur, pemberian cendera mata, sistem bonus, give-away, program member-get-member, brand ambassador, maupun via online. Intinya semua lini bisa kita masuki yang selanjutnya kita bisa mendulang rupiah. Namun tentunya, usaha-usaha yang dilakukan seperti di atas janganlah dalam bentuk biasa. Misalnya dalam membagikan brosur kalau brosurnya biasa-biasa saja ya hanya akan diabaikan oleh yang menerima. Ya...sebuah brosur haruslah menarik..eye catching alias sedap dipandang, tepat sasaran, ada nilai plusnya serta mengandung unsur ilmu misalnya.

Dijelaskan lagi oleh Indah Rozalina dalam Buku Pintar Wirausaha : Kreatif Mendulang Uang, bahwa yang dimaksud dengan kreatif adalah kreatif itu adal di kita, kreatif itu berani mewujudkan, kreatif itu berani tampil beda, menonjolkan keunikan, mampu menangkap info terkini, mampu megadaptasi dan memodifikasi, kreatif itu belajar dan terus belajar. Kreatif itu bisa disebabkan karena kepepet dan kreatif itu bisa juga dari hobby. Dengan bekal kreativitas ini, menjadi pijakan awal bagi para pelaku bisnis agar menjadi sukses. Intinya kreatif ya..out of the box.

Selain banyak belajar dari berbagai buku kiat sukses bisnis, kita juga jangan mengabaikan kisah sukses dari para pengusaha kreatif. Di antaranya ada Indari Mastuti (CEO Indscript Corp), Perry Tristianto Floating Market (Raja Factory Outlet), Muhammad Bijaksana Junerosano (Penggagas Greeneration), Zainal Abidin Chaniago (Raja Durian dari Medan), Nadiem Makarim (Sang Juragan Go-Jek), dan tentunya masih banyak lagi pengusaha-pengusaha Indonesia yang sukses.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai salah satu buku sukses bisnis yang saya baca. Semoga bermanfaat bagi semua. Salam baca buku

Senin, 01 Mei 2017

Baca Buku Rancangan Rumah : Desain kurang dari 100 juta

Membaca buku mengenai rancangan/desain rumah dengan harga kurang dari 100 juta ternyata membutuhkan waktu yang lama. Seminggu bahkan baru beberapa halaman yang dibaca. Bahkan, buku desain rumah ini sudah melebihi batas peminjaman di Perpustakaan Daerah Purbalingga.
Baca Buku Rancangan Rumah Desain kurang dari 100 juta

Buku Rancangan Rumah ini meliputi 22 desain rumah di bawah harga 100 juta rupiah pada kondisi tahun 2010 atau sebelumnya seperti tahun terbit buku ini. Meskipun demikian, rancangan rumah yang "murah" ini semoga masih relevan ataupun butuh penyesuaian sedikit terkait dengan harga alat dan bahan/material bangunan maupun ongkos pekerja seperti tahun 2017 ini.

Ke-22 rancangan/desain rumah dengan harga di bawah 100 juta ini meliputi : desaian rumah simpel berkesan terbuka, rumah etnik tipe 45, rumah taman yang sejuk dan nyaman, rumah flying roof 72, rumah tropis yang sejuk, rumah modern kontemporer, rumah jepang, rumah jengki, rumah etnik Bali, rumah mediterania, rumah minimalis tipe 45, rumah tropis, rumah kolam, rumah vernakuler, rumah boks, rumah tropis tipe 36, rumah mediterania tipe 36, rumah modern kontemporer tipe 36, rumah simpel tipe 36, rumah minimalis tipe 36, rumah etnik tipe 36 dan rumah klasik kolonial.

Kalau melihat dari desainnya, rancangan rumah ini memang berlaku untuk rumah-rumah minimalis atau rumah di lahan yang terbatas. Ada yang ukuran tanahnya 135 meter persegi sedangkan bangunannya 84 meter persegi, luas tanah 105 meter persegi dengan luas bangunan 72 meter persegi, bahkan untuk rumah Jepang pun hanya memiliki luas bangunan 52,25 meter persegi serta rumah jengki yang berukuran 45 meter persegi. Dengan terbatasnya lahan maupun ukuran  bangunan, aspek kenyamanan rumah ini tetap dipertahankan. Bukan sekedar tampilan yang dikedepankan melainkan juga aspek kesehatan, adanya ruang hijau, kemampuan mengatasi panasnya udara meski tanpa menghadirkan AC serta kenyamanan-kenyamanan yang lain.

Tentu saja, bukan hanya rancangan/desain dalam bentuk gambar semata. Dalam buku desain rumah ini juga dijelaskan filosofi dari rancangan rumah yang dibuat. Misalnya rumah taman yang sejuk dan nyaman berawal dari adanya isu green living dan global warming. Dan yang tak kalah pentingnya Rencana Anggaran Biaya dari desain rumah ini juga dijelaskan  secara praktis. Bahkan kalau tidak mau repot bisa cukup melihat biaya yang doibutuhkan tiap meter persegi.

Semoga bagi siapapun yang berniat membangun rumah dengan desain yang minimalis maupun sekedar mau merehab rumah yang ada akan bisa terinspirasi dengan membaca buku 22 desain rumah di bawah 100 juta rupiah. Kalau bagi saya sendiri, yang penting sudah saatnya buku ini harus segera dikembalikan ke perpustakaan daerah Purbalingga untuk diganti dengan buku bacaan lainnya.

Salam baca buku..

Minggu, 02 April 2017

Membaca Buku Perpustakaan : Antara Buku Wirausaha dan Fisika

A - Z Menguasai Fisika dalam 10 Menit
Ada dua buku yang saya pinjam dari Perpustakaan Daerah Purbalingga. Pertama, seri buku pintar wirausaha yang ditulis oleh Miyosi Ariefiansyah berjudul Virtual Office, Kantor Masa Depan. Jujur saja, baru kali ini saya membaca buku karya Miyosi. Ya malahan baru kenal nama penulis ini. Padahal kalau saya lihat di daftar pustaka buku ini tercantum beberapa karya dari penulis yang sama.

Ya..ternyata pengetahuanku tentang penulis buku masih terbatas banget. Seputar manajemen, wira usaha paling pool kenal dengan Andreas Harefa, Ipho Santoso, Robert T. Kiyosaki, Stephen R. Covey terus siapa lagi ya?


Selain buku berjudul Virtual Office, Kantor Masa Depan ada buku-buku lain yang tentunya akan saya buru seperti buku "Strategi Gila Menjadi Manajer No. 1", "Kuliah Vs Kuli-ah", Strategi Gila Menjadi Sales No.1Cash Flow Management untuk Orang Awam & Pemula....dan wow masih puluhan bahkan ratusan lagi tulisan beliau (langsung googling ceritanya). Luar biasa sekali penulis ini. 

Kedua, buku berjudul A - Z Menguasai Fisika dalam 10 Menit yang ditulis oleh Ikatan Tentor Indonesia dan diterbitkan oleh Penerbit Indoliterasi Yogyakarta.  Buku ini terdiri dari dua bagian yaitu Menguasai Fisika Bagian 1 yang memuat 95 tema/judul dan Menguasai Fisika Bagian 2 yang terdiri dari 103 tema/judul. 

Dengan seambreg buku Fisika di rumah, khususnya buku IPA Fisika SMP, buku fisika SMA dan sisa-sisa buku kuliah, sebenarnya sangat jarang saya pinjam buku di perpustakaan dengan tema fisika. Ya..terpancing saja ketika melihat judul, cover  serta membaca kata pengantar serta daftar isi dari buku ini. Kudu dibaca buku ini..

Ya,,,akhirnya tepat seminggu yaitu di hari sabtu (1/3/2017) saya bisa datang kembali ke Perpustakaan Daerah Purbalingga untuk meminjam 2 buah buku. Padahal di hari sabtu tersebut, sepanjang perjalanan kurang lebih 23 km dari sekolah ke perpustakaan saya diguyur hujan yang begitu lebat. Baju pramuka yang kupakai pun basah, sepatu  dan kaos kaki pun bsah kuyup. Tetapi, karena dah niat yang kuat ya saya harus ke perpustakaan hari itu juga tidak usah ditunda-tunda lagi.

Nah, sampai sekarang kedua buku tersebut sedang saya baca. Untuk buku Virtual Office, Kantor Masa depan yang ditulis oleh Miyosi Ariefiansyah bisa dikatakan lebih dari 80 persen sudah saya lihat (baca : sudah dibaca). Sedangkan untuk buku A -Z Menguasi Fisika dalam 10 Menit baru beberapa judul yang saya baca. 

Untuk ulasan kedua buku tersebut menyusul ya? Semoga bisa selesai membaca kedua buku tersebut dalam waktu 2 minggu dan bisa sedikit membagikan sebgaian isi buku tersebut.
Salam baca buku.

 

Rabu, 29 Maret 2017

Membaca Buku Aneka Ramuan Berkhasiat dari Temu-Temuan

Aneka Ramuan Berkhasiat, Temu-Temuan
Kulihat sebuah buku tipis berjudul Aneka Ramuan Berkhasiat dari Temu-Temuan yang disusun oleh Sardhi Duryatmo. Di sampul dalam depan tertulis tahun terbit 2010 Cetakan pertama, Puspa Swara Jakarta.

Menarik di bagian prakata tertulis bahwa dosis penggunaan obat-obatan herbal, sebagai warisan leluhur tidaklah melalui penelitian atau penemuan. Tetapi dosis ini dipengaruhi oleh latar budaya atau kepercayaan. Misalnya angka tujuh pada dosis diartikan agar si penderita mendapat pertolongan atau pitulungan. Dalam bahasa jawa dibaca pitu. 

Dengan pengalaman sembuhnya si pasien dalam menggunakan obat-obatan herbal ini menjadi acuan untuk digunakan lebih lanjut dalam pengobatan modern. Informasi yang turun menurun ini dan menyebar ke segala penjuru ini ada dampak negatifnya, misalnya kesalahan dalam melakukan peracikan. Untuk itulah buku ini tersebut ditulis agar warisan nenek moyang ini, khususnya mengenai kegunaan rimpang dan temu-temuan dapat menjadikan buku ini sebagai salah satu referensi.

Ketepatan dosis sebenarnya menjadi masalah tersendiri. Tidak selamanya jika dosis bertambah maka akan selalu berdampak positif. Boleh jadi dosis yang berlebih malah menyebabkan jiwa penderita terancam. Pemberian dosis yang tidak tepat ini terasa sekali jika menggunakan obat-obatan tradisional tetapi dalam bentuk ekstrak. Hal ini berbeda sekali jika ramuan yang diberikan hanya melalui proses perebusan.

Anjuran pemakaian dosis yang tepat ini bukan perkara mudah. Nenek moyang dulu belumlah mempunyai ukuran yang akurat maupun berlaku standar (misalnya dalam gram maupun ons). Ukuran yang digunakan bisa saja dalam bentuk genggaman orang dewasa, bisa juga seukuran jari, seukuran telur ayam mapun pakai ukuran lembar seperti 3, 7, atau 11 lembar.

Angka-angka 3, 7, atau 11 lembar ini tidak melewati penelitian yang mendalam, tetapi arti/makna yang terkandung di dalam angka-angka tersebut sangat dalam. Tiga, maknanya agar si penderita mendapatkan petulungan atau pertolongan setelah mengonsumsi ramuan. Angka tiga ini, dalam bahasa jawa disebut telu. Angka 11 harapannya agar si penderita segera mendapat pitulungan atau pertolongan. Dalam basa jawa disebut pitu. Begitu juga angka 11, yang berarti kawelasan atau belas kasih. Dalam bahasa Jawa disebut sewelas.

Temu-temuan ini meliputi berbagai jenis seperti temugiring, temuhitam, temukunci, temulawak, temumangga, dan temuputih. 
  1. Temugiring berkhasiat untuk mengobati cacingan pada anak-anak, campak, pengapuran lutut. 
  2. Temuhitam berkhasiat untuk mengobati askariasis/cacingan, epilepsi (ayan), berbagai penyakit kulit (borok, kudis, dan ruam), malaria, membersihkan darah nifas, menambah nafsu makan (pada anak-anak maupun dewasa), dan memperlancar ASI. 
  3. Temukunci berkhasiat untuk mengobati batuk kering, kurap, perut kembung. 
  4. Temulawak berkhasiat mengobati sakit ambeien, mengatasi bau badan, bisul, cacar air, eksem, jerawat, maag, malaria, dan menambah nafsu makan (pada orang dewasa).
  5. Temumangga berkhasiat untuk mengobati ambeien, asam urat, keputihan, menghaluskan kulit, kista, maag, kolesterol dan mencegah stroke. 
  6. Temuputih berkhasiat untuk mengobati gondok, kanker otak, kanker payudara, kanker usus, thyroid, tumor kandungan, tumor lidah.
Detail mengenai kandungan yang terkandung dalam temu-temuan tersebut serta cara meramunya bisa membaca secara detil pada buku Aneka Ramuan Berkhasiat dari Temu-Temuan ini.

Salam baca buku

 

Baca Buku : Dulu dan Sekarang

baca buku
Berapa waktu yang Anda luangkan untuk membaca buku dalam sehari?
Bandingkan dengan banyaknya waktu yang terbuang untuk menonton TV, sms an, telepon, menggunakan gadget, smartphone, hape. Berinternet...browsing...sibuk komen di facebook, mikir bikin status facebook yang heboh...WA...BBM dan seabreg kegiatan lainnya.
Itu baru hilangnya waktu karena pengaruh teknologi..Belum lagi dengan kegiatan main, kumpul teman, muter-muter pakai motor dan kegiatan lain yang sejenis.

Masihkan tersisa waktu untuk sekedar membaca buku..Entahlah. Kalau melihat kecederungan remaja sekarang, bahkan orang tua baik yang bergelut di dunia pendidikan maupun non pendidikan. Jawabannya entahlah.

Saya amati sekilas kehidupan di perpustakaan baik di perpustakaan sekolah maupun perpustakaan daerah. Secara umum bisa dikatakan sepi. Gedung yang bagus, ruangan yang nyaman, koleksi yang lumayan lengkap belumlah menarik perhatian pengunjung. Coba amati aktivitas perpustakaan sekolah. Kapan ramainya? Pertama, kalau ada jam pelajaran kosong dan satu kelas tersebut digiring ke perpustakaan. Kedua, kalau ada jam membaca. Itu bagi sekolah yang ada jam khusus baca perpus. Bagi yang ndak..ya kapan lagi. Ketiga, kalau ada pelajaran gurunya menggiring siswanya mencari bahan atau sekedar meringkas materi. Dengan alih-alih..siswa mencari pengetahuan sendiri. Riset..mencari dan seterusnya. Keempat, jika ada tugas baik ketika mencari info di koran maupun mencari kliping.

Keempat alasan yang saya sebutkan tersebut, tentunya alasan yang muncul dari luar (desakan dari guru). Kayaknya kalau ada anak yang berjam-jam di perpustakaan  untuk membaca atau mencari buku jadi aneh kelihatannya.

Demikian juga dari kalangan guru maupun TU? Bolehlah bertanya berapa buku di perpustakaan yang dibaca sejak bekerja di sekolah yang bersangkutan. Lima puluh buku...dua puluh buku...sepuluh buku...lima buku...dua buku...satu buku bahkan separuh buku. Sudahkan pernah dilakukan?

Yang lebih banyak saya lihat..mereka hanya berebutan ketika ada koran datang. Yang dibaca ya..halaman yang disukai saja. Pernahkah ada yang habis menikmati artikel yang ada di koran. Ataukah hanya berita-berita yang "tak bermutu" yang hanya dikonsumsi. Komentar pedas..ketika
ada kebijakan pemerintah yang tidak cocok..Sekali lagi pernahkah menghabiskan artikel satu halaman penuh yang dimuat di koran tersebut?

Ataukan kalau ada cerpen di edisi khusus hari minggu, pernahkah kita menyelesaikan dalam membacanya?
Kemudian kehadiran majalah MOP, ANCAS maupun terbitan lainnya. Apakah pernah habis dibaca?

Demikian juga ketika saya ke perpustakaan daerah. Agak kaget juga ketika saya bertemu dengan beberapa orang yang "aneh" saja kalau dia berada di sana. Iseng-iseng saya tanya. Ada yang menjawab sedang mengerjakan tugas kampus. Komentarnya, nyari buku di sini kok ndak nemu-nemu ya? Saya bilang saja, kalau di sini ndak ada ya cari di toko buku. Buku kayak gitu banyak kok..gampang nyarinya.
Mendengar jawaban saya itu paling-paling meringis tersenyum. Atau saat ketemu ibu-ibu yang mencari bahan bacaan untuk kepentingan kuliah. Tanya saya..buku ini di mana..buku itu di mana. Kebetulan saya agak hapal waktu itu posisi-posisi buku perpustakaan. Malah saya dikira petugas perpustakaan. Owalah...makanya rajin ke perpusatakaan. Jangan hanya pas butuh saja. Ketika nyari ndak nemu, langsung beranggapan buku-buku di perpustakaan tidak lengkap..Alamak...

Ada semangat yang berbeda antara zaman dulu dan sekarang.
Semangat yang berbeda saat berburu buku, mencari buku maupun membaca buku.
Tahun 1993 waktu itu saya masih SMP. Teringat bagaimana bisa menghabiskan berbagai buku-buku seperti serial Wiro Sableng, Pendekar Pulau Neraka, Pendekar Rajawali Sakti, Pendekar Naga Putih, Jaka Tuak, Dewa Tuak, Bujalatasaki (Bujang Gila Tapak Sakti) dan cerita-cerita sejenisnya. Waktu itu juga sudah mengenal karya terjemahan seperti serial 5 Sekawan, Sapta Siaga, Trio Detektif, Oliver Twist...terus berkembang sampai menikmati serial Dr. Karl May dengan Winnetou dan sahabat-sahabatnya seperti Old Shutterhand dan Old Firehand. Di cerita lokal juga ada Agung Sedayu, Swandaru, Sekar Mirah dalam buku Api di Bukit Menoreh.

Kalau novel ada karangan Mira W, S Mara Gd, Marga T, Shidney Sheldon dan banyak lagi. Karya-karya Pramudya Ananta Tour, Langit Krisna Rahardi, Andreas Hirata pun sempat saya nikmati.


Bagaimana dengan generasi sekarang. Masih adakah kemauan  yang kuat untuk berburu buku. Teenlit banyak bertebaran..fiksi mini...seri kecil-kecil punya karya,
novel-bovel yang difilmkan..sudahkan dibaca?

Membaca seambreg jenis bacaan baik berbentuk kumpulan cerpen, cerita silat, berbagai komik, bahkan novel-novel yang tebal apakah membuat kita malas membaca pelajaran sekolah?
Kalau pengalaman saya, sama sekali tidak mengganggu. Justru motivasi membaca buku pelajaran semakin meningkat. Mengapa? Otak kita dah terbiasa untuk memahami berbagai cerita dengan alur yang berbagai macam. Semakin mudah..dan semakin mudah dalam memahami berbagai teks pelajaran.
Sekali lagi itu pengalaman yang saya alami. Tidak ada rumusnya membaca bikin ngantuk. Justru semakin lama semakin "melotot" matanya dalam membaca buku pelajaran. Haus akan pengetahuan. Seperti rasa penasaran yang luar biasa membaca cerita-cerita silat maupun cerita lainnya. Tak sabar rasanya ingin melahap kelanjutan dari kisah sebelumnya. Edisi Chinmi ketika jadi jado billyard juga sangat menarik bukan? (Catatan : Chinmi tokoh utama dalam serial Kungfu Boy).
Atau menunggu-nunggu kapan kemunculan Sinto Gendeng atau si Tua Gila yang pasti dijamin heboh.

Itu saya. Bagaimana dengan Anda?
Salam baca buku.




Senin, 27 Maret 2017

Baca Buku Perpustakaan

Baca Buku PerpustakaanLebih sebulan, saya tidak ke Perpustakaan Daerah Purbalingga. Ya..tentu saja selalu punya tanggungan pinjaman. Kebiasaan buruk boleh jadi, pinjam  buku ndak bisa seminggu kembali. Entah dibaca entah tidak..bisa jatah pinjaman 2 buku bisa sebulan atau seringnya lebih.

Ada beberapa perubahan setelah lama tidak ke perpustakaan. Jumlah buku baru semakin banyak. Dan juga ada perubahan aturan bagi yang terlambat kehilangan hak meminjam buku untuk beberapa hari tergantung dari banyaknya hari  keterlambatannya.




Baca Buku PerpustakaanSelama ini memang kalau terlambat (yang pastinya hampir selalu terlambat), tetapi cukup membayar keterlambatan. Ya..hampir hapal petugasnya atas kebiasaan saya ini. Dipikir-pikir ya memang makin kesulitan mengatur waktu, ataupun semakin malas untuk rutin seminggu sekali ke perpustakaan.

Yang jelas hari ini saya pinjam dua buku, yang agak berbeda dari biasanya. Satunya berjudul Ragam Desain Rumah 100 - 300 Juta Masa Kini serta 110 Tokoh dengan Ide Gila yang Mendunia. Baru dibolak-balik sih kedua buku tersebut. Yang jelas kalau dari covernya menarik perhatian. Buktinya buku tersebut kelihatan olehku di antara ribuan koleksi buku lainnya.


Buku Ragam Desain Rumah 100 - 300 Juta Masa Kini selain memuat desain rumah-rumah khususnya buat tipe terkini (elegan, lahan terbatas, biaya terjangkau...hehehehe) juga memuat RAB nya. Ya bisa dong buat gambaran bagi yang mau bikin maupun renovasi rumah. Ya memang desain yang ada sekilas ukuran depan terbatas (7 - 10 m) tetapi ternyata ke belakang banyak desain untuk rumah yang memanjang (ada yang 12, 13, 15 m ...dan seterusnya yang jelas lebih panjang dari tanah yang saya punya). Dengan isi yang menarik plus cetakan bagus, kertas tebal licin/glossy plus gambar berwarna buku ini bisa bikin betah buat dibaca atau sekedar melihat gambar-gambarnya.

Sedangkan buku 110 Tokoh dengan Ide Gila yang Mendunia memuat berbagai ide-ide "out of box" dari berbagai bidang yang tentunya bisa mengubah dunia, setidaknya menimbulkan perhatian. Seperti ide membuat bensin dari udara, entah bagaimana teknisnya..saya agak lupa. Tapi yang jelas buku ini layak dibaca sebagai bacaan ringan yang sangat bermanfaat untuk memunculkan ide-ide segar maupun membuat kita termotivasi untuk membuat produk-produk yang inovatif.

Saya kira, minimal 2 buku tersebut yang akan saya baca dalam minggu ini. Dengan adanya aturan tidak bisa pinjam beberapa hari jika terlambat, saya agaknya harus mulai komitmen kembali satu minggu sekali datang ke perpustakaan, khususnya Perpustakaan Daerah Purbalingga.

Salam baca buku. Penuhi jiwa kita dengan buku-buku yang bergizi tinggi.




Daftar Blog Saya