Jumat, 26 Februari 2021

Lokakarya 3 Pendidikan Guru Penggerak (PGP) di Cilacap

Lokakarya 3 Pendidikan Guru Penggerak (PGP) di Cilacap

Lokakarya 3 Pendidikan Guru Penggerak Cilacap


Ada yang berbeda dengan Lokakarya 3 PGP kali ini yaitu selain mengundang Calon Guru Penggerak (CGP) juga melibatkan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah. Suatu momen yang sempat membuat penulis "grogi" karena memang baru pertama kali mengenal para pengawas tersebut. 

Lokakarya 3 tersebut dilaksanakan di Whizz Hotel Cilacap tanggal 20 Februari 2020 Jam 07.30 - 16.00 WIB. Pengawas Cilacap yang hadir pada kegiatan tersebut adalah Bapak Wahyudin,S.Pd (Pengawas SD), Bapak Adi Suyitno, S. Pd. M. Pd (pengawas SMP), dan Drs. Sasatyo (Pengawas SMA). Sedangkan rekan-rekan CGP sebanyak 6 yaitu Mas Triyanto (SD Negeri Pegadingan 07 Cipari), Mas Imam Heriyanto (SMP Negeri 1 Cipari), Bu Een Nuraeny (SMA Negeri 1 Cipari), Bu Mudiyatun Sawiyah atau Bu Yayah(SMP Negeri 1 Cipari), Mas Laksono Tri Pambudi (SMA Negeri 1 Patimuan), dan Mas Ibnu Affan (SMA Negeri 1 Bantarsari) yang didampingi oleh Kepala Sekolahnya masing-masing.

Kegiatan lokakarya ini sebagai rentetan kegiatan Pendidikan Guru Penggerak yang terdiri dari pembelajaran melalui daring/LMS (dengan fasilitator dan nara sumber) serta pendampingan dan lokakarya (bersama pendamping atau pengajar praktik).  Program ini dilaksanakan selama 9 bulan sebagai bentuk adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran tanpa meninggalkan tugas utamanya untuk tetap mengajar.

Tema dalam kegiatan lokakarya 3 Pendidikan Guru Penggerak ini adalah menyusun visi, misi dan program sekolah yang berdampak kepada murid. Di sinilah CGP berkolaborasi dengan Kepala Sekolah dan didampingi tiap-tiap pengawasnya untuk menghasilkan produk visi, misi, dan program sekolah yang dapat menjawab kebutuhan dan harapan warga sekolah. Dan bukan secara teoritis saja, karena di akhir kegiatan dibuat kesepakatan antara CGP dan Kepala Sekolah mengenai aksi jangka pendek yang akan dilaksanakan dalam waktu 1 bulan ini.

Visi, misi, dan program yang dirancang mendasarkan diri dari analisa kebutuhan dan harapan melalui survei sebelumnya menggunakan BAGJA. BAGJA ini merupakan model manajemen perubahan sebagai bagian dari inkuiri apresiatif yang memiliki akronim Buat pertanyaan utama; Ambil pelajaran; Gali mimpi; Jabarkan rencana; dan Atur eksekusi. 

Selama 1 bulan setelah lokakarya sebelumnya, para CGP melakukan diskusi serta wawancara dengan  warga sekolah (Kepala Sekolah, Guru, Siswa, dan Orang Tua/Komite) mengenai 3 hal yaitu cita-cita bersama/tujuan yang hendak dicapai dalam pembelajaran, hal-hal baik yang sudah dilaksanakan, serta harapan/impian terhadap sekolah yang berdampak pada siswa. Ketiga hal tersebut dijadikan dasar untuk diskusi antara CGP, kepala sekolah, dan pengawas sekolah dalam menyusun visi, misi, dan program sekolah yang berdampak pada murid.

Visi yang dibuat haruslah menggambarkan  ujuan, harapan besar, cita-cita bersama yang sungguh-sungguh ingin dicapai dengan segenap usaha dan sumber daya. Misi  berupa pernyataan tentang apa yang harus dilakukan untuk mencapai visi serta aksi sebagai kesediaan seseorang untuk melakukan perubahan atau tindakan untuk mencapai tujuan bersama. Aksi yang dibuat CGP dan kepala sekolah harus mencerminkan prinsip SMART, yaitu Specific (jelas), Measurable (dapat diukur), Achievable (dapat dicapai), Relevant (sesuai/terkait), Time Oriented (tenggat waktu yang jelas).

Sekarang tinggal para CGP dan kepala sekolah melakukan aksi jangka pendek sebagai bentuk konkrit program sekolah yang telah disusun. Dan CGP juga perlu menyiapkan RPP mengenai pembelajaran berdiferensiansi untuk dibawa ke lokakarya berikutnya.

Salam Merdeka Belajar

Salam Guru Penggerak


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tulisan Unggulan

Pendidikan yang Memerdekakan

  Cukup terlambat sebenarnya jika saya baru memulai belajar pemikiran Ki Hajar Dewantara terkait dengan pendidikan yang memerdekakan.  Pendi...

Daftar Blog Saya

Comments

Postingan Acak

Pengikut

Back To Top