Rabu, 25 Maret 2020

Right or Wrong is My Language

Right or Wrong is My Language

Asline inyong isin, ngakune wong Jowo..tapi jebul ra mudeng boso jowo. Boro-boro dikon moco huruf jowo. Sawise moco majalah bahasa Banyumas, yaiku Ancas terus siki lagi moco novel bahasa Banyumas, yaiku Geger Wong Ndekep Macan karangane Hari Soemoyo, aku pengin gawe blog tapi nganggo bahasa Jowo.

Ora susah mikir isin asline, bahasa jawa kuwi akeh banget manfaate. Filosofine ya duwur banget. Opo maneh yen wis mlebu crito-crito nyang wayang, waduh...ya kuwi gambarane urip nyang ndunya..
Ana pihak sing apik ..ana sing ala...
Ana Pandawa ana Kurawa..


Siap Ujian Karena Sudah Belajar

Belajar sepanjang waktu sebagai proses yang sangat panjang. Belajar ya belajar bukan melulu karena akan ujian. Ujian sekedar sebagai cara untuk mengetes beberapa bagian kecil dari proses  belajar. 

Mengapa hanya sebagian kecil?
Ujian, khususnya di sekolah, apapun itu hanya mengambil bagian-bagian yang dianggap esensial. Tak mungkin menguji semua karena keterbatasan soal dan waktu. Sedangkan ketika belajar semuanya harus dibaca. Membaca beberapa paket soal yang diujikan pun hanya sepaket dan tak perlu dengan kisi yang sama.

Selasa, 24 Maret 2020

Aja Suudzon

Aja Suudzon

Kelingan wejangane pimpinane inyong esuk mau. Dadi wong kuwi aja seneng suudzon. Deweke cerita pas jaman Nabi Muhammad SAW ana salah sijine wong sing diarani ahli surga. Wong kuwi dudu wong sing rajin sholat, dudu sing sering rajin maca Al Qur'an..kiye mandan klalen mbok ana sing salah. Kepriwe critane..kiye mandan tak eling-eling..


Sahabat Ali bin Abi Thalib, sing penasaran marang wong kuwi banjur nemuni wong sing diomongna Rasulullah. Telung dina sahabat Ali nginep nyang nggone wong mau.Dina pertama, deweke ra nemukna keistimewaan opo-opo. Biasa-biasa baen..sholat 5 waktu, ngaji..tapi ya standar lah..

Minggu, 22 Maret 2020

NATO alias Not Act Talk Only alias Kakean Cangkem

NATO alias Not Act Talk Only alias Kakean Cangkem

Inyong kelingan pas gemiyen dadi mahasiswa, jenenge istilah NATO alias  not act talk only alias kakean cangkem alias kakean omong, yen nganggo bahasa gaul omong doang lo (ODL), dadi isilah sing familier sing kondang. Ana sing lagi demo, mahasiswa liyane sing ora seneng ya melu koar-koar, wah kae tuli mung NATO, teyenge mung ngomong. Jarene lawan tindak korupsi, jebul sing ngomong baen tukang korupsi. Mbuh korupsi duwite wong tuane, mbuh korupsi wektu kuliah, mbuh senenge mung titip absen.

Ya kaya siki baen, wong lagi demo jajal ngesuk dicek absen kuliahe, ana sing nandatangani opo ora.


Kamis, 19 Maret 2020

Melawan Hoaks dengan HOTS

Melawat Hoaks dengan HOTS

Kominfo Temukan 232 Hoaks, Salah Satunya "Jokowi Positif Virus Corona"

Oleh Fahmi Ahmad Burhan, 16 Maret 2020
Hoaks terkait virus corona naik 36 dalam empat hari. Menteri Kominfo sebut hoaks bahwa Jokowi positif covid-19 paling tidak pintar. 
.................................

Selasa, 17 Maret 2020

Berkomunikasilah (Bukan Bicara Sendiri)

Berkomunikasilah (Bukan Bicara Sendiri)

Sesungguhnya mereka sedang tidak berkomunikasi dengan kita. Mereka hanya bicara sendiri. Kita pura-pura mendengarkan saja. Omongan mereka langsung hilang menguap. Mereka sendiri tidak peduli kita mendengarkan atau tidak. Yang penting mereka bisa bicara banyak.

Kira-kira begitu yang dapat dipetik dari cerita Tom Yeo dan Jerry Ye dalam Film I Not Stupid Too 2.

Dan bukan hanya dalam cerita film saja, kejadian seperti itu pun seringkali kita hadapi.

Jumat, 13 Maret 2020

Baca Buku Metodologi Penelitian Pendidikan IPA

Judul Buku : Metodologi Penelitian Pendidikan IPA
Penulis : Drs. Amiruddin Hatibe, M.Si
Tahun Terbit : September 2012
Penerbit : Suka-Press UIN Sunan Kalijaga
Jml Hal : xi + 250
ISBN : 978-979-8547-63-8

Di dalam buku Metodologi Penelitian Pendidikan IPA ini dibahas mengenai :
1. Hakikat Penelitian Pendidikan IPA
2. Populasi, Sampel, dan Instrumen Penelitian
3. Metode Penelitian
4. Pengolahan dan Analisis Data
5. Menyusun Laporan Penelitian (Proposal) dan Laporan Hasil Penelitian (Skripsi)



Penyusunan buku ini banyak terinspirasi dari gagasan berbagai buku seperti buku How to Design and Evaluate Research in Education (ditulis oleh  Jack R. Fraenkel dan Norman E.Wallen), buku Methode in Science Education Research (ditulis oleh Goode William dan Hatt Paul), Action Research Principle and Practise (ditulis oleh Niff) serta buku-buku lain yang sejenis.

Buku ini bisa dijadikan salah satu acuan bagi calon guru maupun guru IPA yang hendak melakukan penelitian dari yang sederhana sampai yang kompleks.

Dalam buku ini dijelaskan 2 buah pendekatan dalam penelitian IPA yang berfokus tentunya untuk memecahkan berbagai permasalahan praktis yang ditemukan serta menyusun kesimpulannya. Kedua pendekatan tersebut meliputi pendekatan positivistik dan pendekatan naturalistik. Pendekatan positivistik memandang bahwa suatu kenyataan itu berdimensi tunggal, fragmental, dan cenderung tetap. Sedangkan pendekatan naturalistik memandang dalam dimensi jamak, sistem, dan berubah atau terbuka.

Dari kedua pendekatan tersebut akan dihasilkan penelitian kuantitatif yang lebih bersifat hipotetika verifikatif serta banyak menggunakan statistik sedangkan dalam pendekatan kualitatif lebih banyak mengambil data secara langsung melalui wawancara maupun observasi.

Pada bab metode penelitian dibahas mengenai penelitian eksperimen dan penelitian ex post facto. Dalam penelitian eksperimen ini dihadirkan hubungan dua variabel atau lebih atau mencari suatu variabel terhadap variabel lainnya. Sedangkan penelitian ex post facto yang diartikan sebagai sesudah fakta, di sini ditunjukkan perlakuan atau manipulasi variabel bebas X yang telah terjadi sebelumnya sehingga peneliti tidak perlu memberikan perlakuan lagi tinggal melihat efeknya pada variabel terikat.

Pada bab akhir disajikan cara penyusunan proposal maupun laporan yang dapat dijadikan sebagai alur pikir ketika menyusun proposal atau laporan untuk kepentingan akademik seperti skripsi, laporan penelitian kelas, maupun laporan untuk diikutkan dalam lomba. Tentunya sistematikanya menyesuaikan dengan aturan yang ditentukan tetapi alur pikirnya bisa mengambil ide dari penjelasan pada buku ini.

Tunggu apa lagi, baca bukunya dan mulailah melakukan penelitian dari yang paling sederhana.

Kamis, 12 Maret 2020

Baca Buku Membangun Literasi Sains Peserta Didik

Judul Buku : Membangun Literasi Sains Peserta Didik
Penulis : Toharudin, Uus,.dkk
Hal : ix + 350
ISBN : 978-979-778-146-0
Penerbit : Humaniora
Tahun Terbit : 2011

Meskipun istilah literasi sains baru nge trend belakangan ini sebagai bagian dari 6 literasi dasar yang dicanangkan pemerintah, buku yang terbit tahun 2011 ini ternyata telah membahas dengan lengkap mengenai cara membangun literasi sains.

Di dalam buku Membangun Literasi Sains Peserta Didik ini dibahas hal-hal sebagai berikut :
Bab 1 Literasi Sains
Bab 2 Pembelajaran Sains
Bab 3 Pendekatan Konstruktivisme dalam Pembelajaran Sains
Bab 4 Model Pembelajaran Sains yang Membangun Literasi Sains
Bab 5 Perkembangan Peserta Didik
Bab 6 Menyusun Bahan Ajar Sains

Dalam buku tersebut (hal 8) dirumuskan konsep literasi sains yaitu kemampuan untuk memahami sains, mengkomunikasikan sains (lisan dan tulisan), menerapkan pengetahuan sains untuk memecahkan masalah sehingga memiliki sikap dan kepekaan yang tinggi terhadap diri dan lingkungannya dalam mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sains.

Ruang lingkup literasi sains menurut PISA (2003) mencakup 3 hal yaitu konten sains, proses sains, dan aplikasi sains. Dalam konten/kandungan literasi sains ini peserta didik dapat menangkap sejumlah konsep kunci atau esensial untuk memahami fenomena alam tertentu dan perubahan-perubahan yang terjadi akibat aktivitas manusia. Dalam proses literasi sains dikaji mengenai kemampuan peserta didik dalam menggunakan pengetahuan dan pemahaman ilmiah untuk mencari, menafsirkan dan memperlakukan bukti-bukti. Dalam konteks literasi sains difokuskan pada permasalahan dalam kehidupan sehari-hari seperti isu dalam kehidupan secara umum yang mencakup bidang kehidupan dan kesehatan, bumi dan lingkungan, serta teknologi.

Buku ini dapat dijadikan sebagai salah satu rujukan untuk membangun literasi sains peserta didik sampai bagaimana cara menyusun bahan ajar sampai menilai bahan ajar.

Selamat membaca.

Daftar Blog Saya