Rabu, 25 Maret 2020

Siap Ujian Karena Sudah Belajar

Belajar sepanjang waktu sebagai proses yang sangat panjang. Belajar ya belajar bukan melulu karena akan ujian. Ujian sekedar sebagai cara untuk mengetes beberapa bagian kecil dari proses  belajar. 

Mengapa hanya sebagian kecil?
Ujian, khususnya di sekolah, apapun itu hanya mengambil bagian-bagian yang dianggap esensial. Tak mungkin menguji semua karena keterbatasan soal dan waktu. Sedangkan ketika belajar semuanya harus dibaca. Membaca beberapa paket soal yang diujikan pun hanya sepaket dan tak perlu dengan kisi yang sama.


Belajar adalah proses panjang yang melatih kemampuan untuk menyelesaikan berbagai masalah. Selain mendapatkan pengetahuan, juga ada hidden value atau nilai yang tersembunyi yang melekat pada proses belajar itu. Nilai yang dimaksud berupa kejujuran, keuletan, pantang menyerah, kreativitas, gairah, serta nilai-nilai lain.

Penguasaan materi dan nilai-nilai itu yang akan menjadi bekal dalam mengikuti ujian. Ujian apapun kapanpun pasti siap jika melakukan dengan proses yang cukup.

Ketika belajar model instan seperti hanya mengambil kata-kata kunci tanpa pernah membaca tuntas sebelumnya atau terpaku pada rumus-rumus praktis tanpa memahami filosofi atau asal usul rumus tersebut dipastikan ingatannya pun jangka pendek. Dapat dipastikan mereka akan gagap mengerjakan soal-soal analisis karena proses belajarnya tak cukup. 

Bukan belajar karena mau ujian. Karena pasti akan mengambil hal-hal yang dianggap esensial belaka. Ketika bisa mengerjakan pun bukan sebagai hasil yang memuaskan. Ingatan jangka pendek setelah ujian terlupakan dan yang esensial kehilangan ruh dari proses belajar itu sendiri.

Siap ujian karena sudah belajar. Tak ada yang instan untuk mencapai keberhasilan. Tak ada rumus praktis untuk memecahkan soal-soal kompleks.

Daftar Blog Saya