Rabu, 10 Februari 2021

Laporan Hasil Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Tindak Lanjutnya

 Laporan Hasil Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Tindak Lanjutnya

Hasil Asesmen Kompetensi dilaporkan dalam empat kategori. Urutannya seperti pada gambar di atas, yaitu perlu intervensi khusus, dasar, cakap, dan mahir.

Tingkat Kompetensi Literasi Membaca
Perlu Interferensi Khusus
- siswa belum mampu menemukan dan mengambil informasi eksplisit dalam teks
- siswa belum mampu membuat interpretasi sederhana

Dasar
- siswa mampu menemukan dan mengambil informasi eksplisit dalam teks
- siswa mampu membuat interpretasi sederhana

Cakap
- Siswa mampu membuat interpretasi dan informasi impisit dalam teks
- Siswa mampu membuat simpulan dan hasil integrasi beberapa informasi dalam teks

Mahir
- Siswa mampu mengintegrasikan beberapa informasi lintas teks
- Siwa mampu mengevaluasi isi, kualitas, cara penulisan, dan bersikap reflektif terhadap isi teks

Tingkat Kompetensi Numerasi
Perlu Interferensi Khusus
- siswa memiliki pengetahuan matematika yang terbatas
- siswa menunjukkan penguasaan konsep yang parsial dan ketrampilan komputasi yang terbatas

Dasar
- siswa memiliki keterampilan dasar matematika komputasi dasar dalam bentuk persamaan langsung,
- siswa memiliki konsep dasar terkait geometri dan statistika serta menyelesaikan masalah matematika sederhana yang rutin

Cakap
- Siswa mampu mengaplikasikan pengetahuan matematika yang dimiliki dalam konteks yang lebih beragam

Mahir
- Siswa mampu bernalar untuk menyelesaikan masalah kompleks serta nonrutin 

Bagaimana tindak lanjut laporan hasil AKM itu?
Mengingat kembali bahwa Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) itu bukan permasalahan drill soal, tetapi bagaimana mengintegrasikan literasi dalam pembelajaran serta melakukan pembelajaran bernalar. Apakah selama ini pembelajarannya belum mengintegrasikan literasi?
Apakah pembelajarannya belum bernalar?

Mungkin saya tidak memiliki bukti-bukti kuat. Tetapi marilah kita melakukan refleksi sebagai berikut.
Berapa persen dari stimulus yang ada di web AKM Puspenjar pernah Anda dengar/baca?
Berapa persen mengenal dan memahami berbagai jenis stimulus (tabel, diagram, peta, grafik, infografis dan berbagai mode teks) 
Berapa persen penilaian yang dilakukan tidak ada jawabannya di google?

Hasil AKM ini yang berupa kompetensi dasar baik literasi membaca dan numerik digunakan sebagai modal dasar menguasai berbagai konten. Dan tingkat kompetensi ini menentukan sekali bagaimana suatu konten diajarkan.

Strategi pembelajaran yang efektif, efisien, dan berkualitas mendasarkan diri pada tingkat kompetensi yang dicapai siswa.

Tindak Lanjut Pembelajaran pada Literasi Membaca
1. Siswa pada level Perlu Intervensi Khusus belum bisa memahami informasi teks secara eksplisit. Maka bahan ajar yang diberikan ke siswa bukan hanya berbasis teks, tetapi berupa gambar, foto, audio, video dan sejenisnya. Siswa pada level ini juga membutuhkan pendampingan khusus.

2. Siswa pada level Dasar sudah mampu mengambil informasi dari teks tetapi belum memiliki pemahaman yang utuh. Guru bisa membimbingnya siswa untuk mencarikan kata-kata kunci, membuat mindmap ataupun diberikan berbagai sumber ajar yang memuat intisari konten tersebut.

3. Siswa pada level Cakap sudah bisa memahami teks secara utuh tetapi belum bisa berefleksi. Di sini siswa diberikan keberanian untuk melakukan pembelajaran yang lebih kontekstual misalnya dengan menghubungkan konten yang ada dengan kondisi dalam kehidupan sehari-hari. Siswa dibimbing memetakan antara kenyataan/permasalahan dalam keseharian dengan kondisi ideal yang ada dalam teks tersebut. Kemudian bersama-sama melakukan refleksi, seperti bagaimana itu bisa terjadi, bagaimana mengatasi kesenjangan tersebut.

4. Siswa pada level Mahir sudah bisa memahami isi teks secara utuh serta berefleksi. Guru dapat melakukan pembelajaran mengenai berbagai strategi impementasi yang didapat dari teks tersebut. Misalnya bagaimana membuat strategi agar konsep berdemokrasi dapat efektif diterapkan pada masyarakat. 
Berbeda dengan level Cakap, siswa mengkaitkan konsidi berdemokrasi dalam kehidupan nyata dan menghubungkan dengan teori yang didapat. Pada tahap ini bagaimana strategi menerapkan konsep demokrasi itu sendiri.

Tindak Lanjut Pembelajaran pada Numerasi
1. Siswa pada level Perlu Intervensi Khusus memiliki penguasaan konsep matematika yang terbatas. Siswa ini  perlu dibimbing cara membaca data serta menghubungkan dengan konsep dasar matematika. Dalam pembelajarannya, siswa tersebut bisa dibantu teman yang cakap/mahir. 
Misalnya diberikan data mengenai panjang dan lebar, siswa harus paham bagaimana satuan panjang dan lebar, data tersebut dipakai untuk apa, dan bagaimana menggunakan data tersebut untuk menjawab permasalahan yang ada.

2. Siswa pada level Dasar sudah mampu menguasai konsep dasar, tetapi sulit untuk menerapkan dalam situasi yang relevan. Pada level ini siswa dibimbing bagaimana menyajikan data pada teks atau membuat catatan atas informasi yang didapat dengan akurat. Levelnya bukan hanya bisa membaca data tetapi mengubah penyajian data agar lebih mudah dapat terbaca serta memiliki pemahaman yang lebih utuh terhadap data tersebut.


3. Siswa pada level Cakap sudah mampu memahami konsep dan menerapkan konsep tersebut, tetapi nalarnya perlu diasah untuk memahami akurasi data tersebut termasuk penyimpangan/anomalinya. Di sini siswa dibimbing untuk membandingkan dengan data kelompok lain, kemudian membuat kesimpulan dengan memperhatikan/memetakan data yang di luar kewajaran/pengecualiaan/anomali.

4. Siswa pada level Mahir sudah mampu untuk menerapkan konsep serta menyelesaikan berbagai persoalan yang beragam secara bernalar. Pada level ini, siswa diminta untuk membandingkan data yang dimiliki bukan hanya dengan data kelompok lain, tetapi juga berbagai sumber lain yang relevan (seperti hasil penelitian maupun jurnal), kemudian membuat generasilasi berdasarkan data yang beragam tersebut.

Demikian penerapan hasil AKM untuk ditindaklanjuti dalam pembelajaran dengan strategi yang beragam karena memang level setiap siswa berbeda. Semua siswa diharapkan dapat mencapai level mahir tetapi tidak boleh memaksakan mereka akan mencapai level tersebut secara bersamaan.

Hal ini relevan dengan berbagai pendekatan pembelajaran yang menganggap anak itu unik, mempunyai modalitas dan gaya belajar yang berbeda. Sehingga pembelajaran yang berdiferensiasi serta mendasarkan diri pada emosi dan sosial anak sangat relevan.

Selamat belajar dan mengajar.

Bahan Bacaan
AKM dan Impikasinya pada Pembelajaran




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daftar Blog Saya

Comments

Postingan Acak

Pengikut

Back To Top