Kamis, 19 Februari 2015

Buku-buku Blended Learning



Buku blended learning masih susah dicari di pasaran. Kalau dalam bahasa Inggris sih banyak, tinggal googling saja. Apa sih menariknya buku ini? Yang pasti bagi saya, buku ini masih tergolong baru. Selama ini sudah terpuaskan dengan berbagai referensi mengenai E-Learning, Virtual Classroom, Digital learning dan konsep-konsep semacamnya.

Tetapi, ketika saya mengikuti pelatihan diklat perpustakaan di salah satu universitas ternama di Solo, ternyata kepuasanku selama ini serasa tidak ada artinya. Waktu itu Sang Dosen (pembicara diklat) memberikan suatu kuis. Pertanyaannya gampang saja. Model pembelajaran apa yang menggabungkan model konvensional dengan dunia digital. Dalam bayanganku jawabannya pasti E-learning atau virtual classroom.

Tapi ternyata bukan, jawaban yang tepat adalah pembelajaran hybrid (hybrid learning) atau disebut juga dengan blended learning. Wah, terasa deh di KO. Ternyata selama ini saya ketinggalan informasi, apalagi hal ini terkait dengan perkembangan di dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran. Bersyukurlah, Bapak Singgih Pribadi, Sang Dosen  yang juga penulis buku tersebut, berbaik hati memberikan hadiah buku karyanya, yang berjudul Model Blended Learning : Teori dan Praktek dalam Pembelajaran Geografi.

Setelah diklat selesai, buku blended learning  tersebut kulahap habis. Tidak terlalu sulit memahami isi buku tersebut, yang memang banyak mengupas mengenai media pembelajaran, baik dari konsep, desain, maupun pengembangannya. Hanya memang konsep blended learning ini, bagi saya konsep yang baru, Tidak pernah sebelumnya terpikirkan, untuk menggabungkan konsep pembelajaran melalui tatap muka (konvensional) dengan pembelajaran secara digital (blog, website, jejaring sosial dan lainnya). Ya memang blended learning ini mengambil sisi-sisi positif dari kedua konsep pembelajaran tersebut.

Pemahaman saya, makin matang dengan membaca buku Pembelajaran Bauran (Blended Learning) yang ditulis oleh Husamah, S.Pd. Dalam buku Blended Learning tersebut diawali dengan pengenalan blended learning, kemudian dibahas Face-to-Face, E-Learning Offline-Online dan Mobile Learning dan diakhiri dengan implementasi pembelajaran tersebut.

Yang belum dilakukan sekarang adalah bagaimana mempraktekkan blended learning tersebut di sekolah. Semoga dalam waktu yang dekat dapat menerapkan model pembelajaran tersebut, sesuai dengan mata pelajaran yang saya ampu. Ya, sayang juga ketika biasa melakukan praktikum di laboratorium dan sekaligus punya beberapa karya multimedia pembelajaran tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Demikian juga dengan blog-blog pembelajaran yang telah bertahun-tahun dikelola seolah-olah masih belum membumi dengan pembelajaran dalam keseharian.
Kapan mulai?





Daftar Blog Saya