Selasa, 03 Maret 2015

Fakta Menjadi Fiksi dalam Sebuah Cerita Pendek

Mengubah fakta menjadi fiksi dalam karya sastra seringkali saya dengar sebagai proses kreativitas beberapa penulis. Termasuk saya sendiri, ya tentunya tidak bisa disebut bisa membuat karya sastra atau ngaku-ngaku sebagai penulis, ketika dipaksa menulis cerpen harus mereka-reka sebuah kejadian nyata agar bisa disulap menjadi karya fiksi. Demikian kira-kira yang dihadirkan dalam kumpulan cerpen berjudul Gadis Berkepala Gundul yang ditulis Mas Agus Pribadi.

Seperti pada antologi cerpen Balada Seorang Lengger, Cindaga maupun Iwak Gendruwo, sebagai sama-sama kontributor antologi tersebut, saya dan Mas Agus menyadari betul jika sebagian cerpen-cerpennya berdasar kejadian nyata yang dihadapi penulisnya. Hal ini selaras dengan visi yang dibawa pada setiap karya tersebut, yaitu mengenalkan Banyumas melalui tulisan. Kalau saya sendiri kesulitan menulis sebuah cerita tanpa melakukan riset terlebih dahulu. Riset yang dimaksud bisa dengan membaca berbagai referensi baik buku, majalah, maupun informasi-informasi di internet. Idenya bisa dari berbagai sumber tersebut maupun berdasarkan kejadian atau pengalaman yang dialami/dilihat.

Dalam kumpulan cerpen Gadis Berkepala Gundul banyak dijumpai ide-ide yang awalnya sederhana, tetapi dikemas secara apik sehingga menghasilkan cerita yang menarik, menggigit, kadang juga menyebalkan karena jalan pikiran tokoh-tokohnya (dalam hal ini representasi kreativitas Mas Agus) yang tidak sesuai dengan jalan pikiran saya. Misalnya, dalam cerpen yang berjudul Hikayat Sepotong Lidah. Kenapa sih, demi sebuah menjaga omongan dilakukan dengan memotong lidahnya. Jelas-jelas memotongnya dalam arti fisik. Marah. Putus Asa. Ambil gunting. Potong. Dan dia menikmati sekali ketika tidak memiliki lidah. Demikian juga istrinya menerima keadaan dia apa adanya. Ya, mungkin suka-sukanya yang bikin cerita ya. Sama, saya juga bebas kan untuk jengkel ketika membaca buku yang jalan ceritanya tidak sesuai dengan keinginan saya.

Kumpulan cerpen Gadis Berkepala Gundul, ide-idenya banyak yang berasal dari dunia nyata. "Fakta menjadi fiksi" kata kuncinya.  Seorang gadis yang rela menggunduli kepalanya sendiri, itu ya tokoh nyata. Pengarang pada suatu waktu melihat seorang gadis berkepala gundul terus muncul ide. Jadilah cerita. Semoga sih yang gundul itu bukan Demi Moore yang di film G.I Jane atau Sukma Ayu (alm) yang membintangi sinetron Kecil-Kecil Jadi Manten. Seorang gadis yang berdiam diri di sebuah taman menjadi cerpen berjudul Gadis Penunggu Embun. Dalam dunia nyata, saya yakin gadis itu menarik. Sehingga membuat Mas Agus tertarik untuk mendekati (lewat tokoh Anton). Meskipun janganlah bertanya lebih lanjut siapa gadis penunggu embun tersebut karena bisa-bisa hilang keromantisannya.

Ada cerpen yang beride dari binatang, mulai dari Cicak, Kupu-Kupu, Kucing serta buaya pada cerpen panjang Buaya Sungai Serayu. Selain ada misteri/mistik yang muncul banyak pesan yang tersampaikan dalam cerpen tersebut. Dalam cerpen Cicak, kita bisa belajar betapa seekor Cicak pun bisa "survive" untuk mempertahankan hidupnya. Keuletan cicak mencari makan menginspirasi si tokoh utama, yaitu "Ibu Cicak" untuk melakukan transformasi dalam hidupnya. Kerbau sebagai hewan yang dianggap bodoh pun bisa hidup harmonis dengan tokoh utamanya yang juga "bodoh". Tetapi dalam kebodohannya menjadi kekuatan baginya untuk dapat membantu sesamanya. Dalam cerita kupu-kupu, penulis mengibaratkan hidupnya seperti rangkaian metamorfosis, kapan saat menjadi ulat kapan menjadi kupu-kupu. Bisa jadi karena Mas Agus mempunyai basis biologi yang kuat, bisa membuat mengambil banyak inspirasi dari makhluk hidup.

Demikian dulu postingan mengenai fakta menjadi fiksi dalam sebuah cerita pendek, khususnya setelah membaca buku kumpulan cerpen Gadis Berkepala Gundul karya Agus Pribadi. Semoga bisa menjadi inspirasi kita untuk mau mencoba menulis banyak hal. Awali dari hal-hal yang kita sukai, bisa hobi bisa pekerjaan dan lain-lain. Atau amati kejadian-kejadian/peristiwa yang kita jumpai. Buatlah jalinan cerita sehingga menghasilkan karya yang tuntas.


Daftar Blog Saya