Senin, 10 Februari 2020

Mencari Jalan Hidup

Mencari Jalan Hidup

Memasuki usia ke-40, ternyata belum bisa menemukan jalan hidup yang bisa diyakini menuju kebenaran yang hakiki. Selalu mencari.
Ketika dalam pencarian pun melakukan suatu kesalahan bukan berarti semudah itu dianggap sebagai bagian dari jalan kehidupan.

Tapi bukankah kesalahan yang terjadi tidak bisa dihilangkan begitu saja. Perlu berbagai upaya agar kesalahan itu bisa terampuni atau setidaknya bisa tergantikan dengan melakukan tindakan-tindakan kebajikan.



Ketika kesalahan tersebut dianggap tidak bisa dimaafkan apakah lantas fokus pada kesalahan tersebut. Fokus yang berakibat tidak mampu melakukan hidup dengan lebih baik. Atau melupakan sisi-sisi lain dari diri ini yang saya yakin juga masih memuat unsur-unsur kebaikan.

Mencari kebenaran dan kesejatian hidup. Bangkit dari masalah. Bangkit dari kesalahan itulah yang barangkali bisa dilakukan.

Salah satu hal yang utama adalah bagaimana bisa mengendalikan nafsu. Bukan masalah mengalahkan 1000 penjahat...mengalahkan 1000 musuh....mengalahkan sahabat yang telah menghianati. Tetap bagaimana mengalahkan diri sendiri.

Bagaimana agar tidak bersifat munafiq atau jarkoni. Manis di mulut. Khianat di hati maupun perbuatan. Menyatukan antara kata dan perbuatan. Betapa menjadi sesuatu yang makin sulit dilakukan.

Bagaimana caranya menghadapi kehidupan yang makin carut-marut. Masyarakat yang hedonis...hoax...nihil...dan banyak hal lain yang memutar balik logika dan nurani....
Eh kok nurani....Entahlah. Banyak hal ditemukan sesuatu yang diluar nurani (merasanya)....tetapi sungguh tidak mampu menghentikannya...

Tetapi apapun itu..aku akan tetap mencari...mencari...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar