Rabu, 12 Agustus 2020

7 Dosa Besar (Penggunaan) Powerpoint

 

Buku berjudul 7 Dosa Besar (Penggunaan) Powerpoint ini berisi tentang tinjauan penulis mengenai berbagai kesalahan dalam melakukan presentasi dimulai dari perencanaan, pembuatan saat saat melakukan presentasi. Kesalahan ini bukan hanya ditujukan pada pengguna Powerpoint tetapi pengguna program lain yang sejenis.

Bagi saya, buku yang ditulis oleh Isman H. Suryaman ini merupakan salah satu buku istimewa tentang powerpoint. Karena di dalamnya bukan bicara secara teknis penggunaan tool tersebut tetapi lebih ke arah esensi penyiapan dan pelaksanaan presentasi.

Dosa besar 1 : menyampaikan poin-point tanpa cerita

Dosa besar 2 : mencetak rangkaian slide presentasi sebagai handout

Dosa  besar 3 : membosankan

Dosa besar 4 : mengaburkan informasi penting

Dosa besar 5 : menyulitkan pembacaan

Dosa besar 6 : mengukur lama waktu presentasi berdasarkan jumlah slide

Dosa besar 7 : berlindung dibalik komputer

Selanjutnya, setelah dipaparkan mengenai 7 dosa tersebut bagaimana cara melakukan pertobatan (baca : menghindari kesalahan) penggunaan powerpoint tersebut.

1. Lupakan outline, buatlah storyline. 

Buatlah presentasi yang bercerita bukan list point-point tanpa cerita yang jelas.

2. Bagikan handout. Handout yang dimaksud adalah dokumen presentasi yang disusun untuk dibaca dan dipahami meski tanpa pembicara. Jadi handout tersebut bukanlah powerpoint yang dicetak (dan diperkecilšŸ˜€

3. Untuk menghindari presentasi yang membosankan kita bisa melakukan dengan memperbanyak pesan secara visual, sampaikan pesan secara singkat dan jelas, gunakan animasi dengan timing yang tepat serta libatkan penonton.

4. Hindari pengaburan informasi yang muncul karena hierarki bullet, grafik maupun jargon. 

5. Untuk memudahkan pembacaan presentasi bisa dilakukan dengan cara kombinasi latar belakang dan tulisan yang sangat kontras, penggunaan template yang minimalis, hindari teks yang rapat, pecahlah diagram yang sangat besar agar terlihat jelas, dan uji coba dulu presentasi Anda.

6. Ubahlah sudut pandang bahwa lama tidaknya presentasi tidak tergantung pada banyaknya slide yang akan ditampilkan. Slide yang dibuat memiliki pengaturan waktu yang beragam sesuai kebutuhan.

7. Agar tidak terkesan berlindung dibalik komputer bisa dengan cara mendekati menjaga kontak mata, mendekati audience, serta melalukan tanya jawab.

Tentunya masih banyak hal yang bisa digali dari buku tersebut. Dalam catatan saya melakukan presentasi bukan menjadikan kita sendiri (presenter) sebagai bintang tapi jadikan audience sebagai bintangnya. Jadikan presentasi tersebut sebagai sesuatu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi penonton dan kita hanya memfasilitasi. Benar juga jika ada ungkapan konsumen adalah raja.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daftar Blog Saya