Sabtu, 17 Januari 2026

Jadi Pemimpin atau Cuma Manajer? Seni Mengambil Keputusan di Kantor hingga di Sekolah

Jadi Pemimpin atau Cuma Manajer? Seni Mengambil Keputusan di Kantor hingga di Sekolah


Pernah nggak sih kita merasa terjebak di kantor atau organisasi yang rasanya "jalan di tempat"? Atau malah sebaliknya, organisasinya sibuk banget, tapi arahnya nggak jelas? Masalah seperti ini biasanya berujung pada satu hal: Kepemimpinan.

Dunia berubah cepat banget. Bayangkan, dulu pengusaha besar merasa aman-aman saja, eh tiba-tiba sekarang harus bersaing ketat sama "emak-emak berdaster" yang jago jualan online. Begitu juga di dunia pendidikan; sekolah yang tidak berinovasi akan ditinggalkan karena orang tua sekarang makin kritis memilih kualitas. Kalau pemimpinnya nggak peka dan lambat ambil keputusan, organisasi sekeren apa pun bisa gulung tikar.

Nah, dari hasil baca-baca saya kali ini, ada beberapa poin seru nih buat kita bahas, termasuk gimana praktiknya kalau kita jadi pemimpin di sekolah.

1. Manajer vs Pemimpin: Bedanya Apa Sih?

Sering banget orang menganggap manajer dan pemimpin itu sama. Padahal, bedanya jauh banget:

  • Manajer itu orang yang mengerjakan sesuatu dengan benar (do things right). Fokusnya ke sistem, struktur, laporan, dan gimana caranya biar efisien.

  • Pemimpin itu orang yang melakukan hal yang benar (do the right thing). Fokusnya ke visi, pengembangan orang-orangnya, dan masa depan.

Analoginya begini: Manajer itu sibuk memastikan tangga tersandar dengan kokoh, tapi Pemimpinlah yang memastikan tangga itu tersandar di dinding yang benar. Jangan sampai kita capek-capek manjat, eh ternyata salah dinding!

2. Kepemimpinan di Sekolah: Bukan Sekadar Urusan Administrasi

Kalau kita bicara soal sekolah, peran Kepala Sekolah sebagai pemimpin itu krusial banget. Menurut Alben Ambarita (2015), kepala sekolah nggak boleh cuma jadi "manajer" yang sibuk urusan surat-menyurat atau dana BOS saja.

Kepala sekolah yang efektif harus bisa:

  • Mempengaruhi Guru & Staf: Mengajak mereka bergerak bukan karena takut, tapi karena punya visi yang sama.

  • Menciptakan Lingkungan Belajar: Memastikan suasana sekolah nyaman buat siswa, bukan cuma rapi secara fisik.

  • Menghadapi Perubahan: Misalnya, gimana sekolah tetap keren saat harus beralih ke pembelajaran digital secara mendadak.

3. Seni Mengambil Keputusan

Mengambil keputusan itu adalah "jantung"-nya kepemimpinan. Salah ambil langkah, taruhannya masa depan organisasi atau nasib pendidikan siswa. Tips biar keputusan kita nggak cuma asal pilih:

  • Jangan Cuma Pakai Feeling: Gabungkan intuisi dengan data (seperti rapor pendidikan atau hasil survei) agar rasional.

  • Libatkan Tim (Partisipatif): Di sekolah, ajak guru dan komite diskusi. Makin mereka merasa dilibatkan, makin mereka semangat mengeksekusi keputusan itu. Tapi ingat, jangan kelamaan rapat sampai lupa aksi ya!

  • Waspada Efek Samping: Setiap keputusan pasti ada risikonya. Pemimpin hebat harus siap memitigasi masalah baru yang muncul.

4. Gaya Kepemimpinan Transformasional

Kalau mau bikin perubahan besar, gaya ini patut dicoba. Pemimpin transformasional itu bukan cuma kasih perintah, tapi menginspirasi. Mereka membantu tim melihat masalah lama dengan kacamata baru dan sangat peduli sama perkembangan pribadi tiap anggotanya. Di sekolah, ini berarti kepala sekolah yang hobi "memanusiakan" guru-gurunya agar mereka juga maksimal mendidik siswa.

Kesimpulan

Intinya, jadi pemimpin itu bukan soal jabatan atau pangkat, tapi soal gimana kita mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Baik di perusahaan besar maupun di sekolah kecil, kita harus berani ambil keputusan yang praktis, realistis, dan tentunya manusiawi.

Jadi, di posisi kamu sekarang, kamu sudah jadi "Pemimpin" atau baru sebatas "Manajer" nih? Yuk, diskusi di kolom komentar!

Referensi Bacaan:

Ambarita, Alben. (2015). Kepemimpinan Kepala Sekolah. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Covey, Stephen R. 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif. Jakarta: Binarupa Aksara.

Kartono, Kartini. (2005). Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Pohan, AH. (2010). Be A Smart Leader: Rahasia di Balik Kesuksesan CEO dan Manajer Hebat. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Grhatama.

Siagian, Sondang P. (1999). Teori dan Praktik Kepemimpinan. Jakarta: Rineka Cipta.

Wiriadihardja, Moeftie. (1987). Dimensi Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Balai Pustaka.

Zulfa, Umi. (2020). Management: An Introduction. Cilacap: Ihya Media.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daftar Blog Saya

Comments

Postingan Acak

Pengikut

Back To Top