10 Ucapan Dahsyat: Kekuatan Karakter Pemimpin di Era Koding & AI (KKA)
Identitas Buku
Judul: The Powerful Phrases For Positive People
Penulis: Rich De Vos
Penerjemah: Ria Cahyani
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Halaman: xxv + 168
Pernahkah Anda merasa begitu berat untuk mengucapkan "Saya salah"? Di balik layar komputer, dalam grup-grup koordinasi digital, atau saat memimpin proyek pengembangan teknologi, gengsi sering kali menjadi tembok penghalang. Padahal, pengakuan akan kesalahan adalah titik awal dari sebuah perbaikan dan inovasi.
Sebagai seorang pendidik dan alumni Pendamping PGP, saya menyadari bahwa teknologi secanggih apa pun tidak akan bisa menggantikan ketulusan komunikasi antar manusia.
Mengapa "Saya Salah" Begitu Dahsyat?
Mengakui kesalahan bukan berarti kita lemah. Sebaliknya, sikap selalu ingin benar (keras kepala) justru menjadi racun yang memecah hubungan dengan rekan kerja, keluarga, maupun anak didik. Di era digital ini, kita dituntut untuk menjadi sosok yang autentik.
Ketika kita berani berkata "Saya salah" dan "Saya menyesal" secara tulus, kita sedang membangun jembatan kepercayaan. Tanpa penyesalan yang jujur dari hati, ucapan tersebut hanyalah formalitas di mulut yang justru akan melukai diri sendiri dan orang lain.
Belajar dari Rich De Vos: 10 Frasa Pengubah Hidup
Rich De Vos, salah satu pendiri Amway, dalam bukunya The Powerful Phrases For Positive People, merangkum 10 ucapan yang mampu mengubah kehidupan dan budaya sebuah organisasi. Berikut adalah 10 frasa tersebut:
Saya salah – Mengakui kerendahan hati.
Saya menyesal – Menunjukkan empati dan tanggung jawab.
Kau bisa melakukannya – Memberikan dorongan semangat.
Saya yakin padamu – Membangun kepercayaan diri orang lain.
Saya bangga padamu – Memberikan apresiasi yang tulus.
Terima kasih – Menghargai setiap kontribusi, sekecil apa pun.
Saya membutuhkanmu – Menunjukkan pentingnya kolaborasi.
Saya percaya padamu – Menanamkan rasa aman dalam tim.
Saya menghormatimu – Menjunjung tinggi martabat sesama.
Saya mencintaimu – Bentuk kepedulian terdalam sebagai sesama manusia.
Relevansi dalam Pembelajaran KKA & Merdeka Belajar
Dalam dunia Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), kegagalan adalah hal biasa. Sebuah program bisa error berulang kali sebelum akhirnya berjalan sempurna. Di sinilah peran ucapan seperti "Saya yakin padamu" atau "Kau bisa melakukannya" menjadi krusial bagi guru saat membimbing siswa yang sedang frustrasi belajar logika koding.
Pikiran positif adalah energi yang menular. Dengan mengadopsi sikap dan kata-kata sederhana ini, kita tidak hanya mengajar mata pelajaran, tetapi juga sedang membentuk karakter generasi masa depan yang memiliki kecerdasan emosional tinggi.
Kesimpulan:
Teknologi boleh berkembang hingga titik AI yang paling canggih, namun kebutuhan manusia akan penghargaan dan pengakuan tetaplah sama. Mari kita praktikkan 10 ucapan dahsyat ini mulai dari lingkaran terkecil kita hari ini.
Artikel ini diadaptasi dari ulasan literasi saya tahun 2015 di blog sebelumnya (bukanbacabuku), kini diperbarui dengan konteks kepemimpinan digital dan Merdeka Belajar 2026.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar