Minggu, 22 Februari 2026

Metodologi Penelitian IPA: Fondasi Riset Kelas di Era Koding & AI (KKA)

Metodologi Penelitian IPA: Fondasi Riset Kelas di Era Koding & AI (KKA)

Penelitian di kelas bukan sekadar pemenuhan angka kredit, melainkan jantung dari inovasi pembelajaran. Sebagai seorang pendidik, saya sering kembali membuka referensi klasik untuk memastikan alur pikir riset saya tetap tajam. Salah satu buku yang menjadi pegangan saya adalah karya Drs. Amiruddin Hatibe, M.Si.

Identitas Buku

  • Judul Buku: Metodologi Penelitian Pendidikan IPA

  • Penulis: Drs. Amiruddin Hatibe, M.Si

  • Penerbit: Suka-Press UIN Sunan Kalijaga

  • Tahun Terbit: September 2012 (Relevansi diperbarui 2026)

  • ISBN: 978-979-8547-63-8

Mengapa Buku Ini Tetap Relevan di Era KKA?

Di tengah gempuran teknologi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), metodologi penelitian justru menjadi semakin krusial. Saat kita mencoba menerapkan alat bantu AI atau modul koding dalam pelajaran IPA, kita membutuhkan instrumen penelitian yang valid untuk mengukur efektivitasnya. Buku ini menyediakan peta jalan tersebut melalui lima pembahasan utama:

  1. Hakikat Penelitian Pendidikan IPA: Memahami filosofi sains dalam riset.

  2. Teknik Populasi, Sampel, dan Pengembangan Instrumen: Kunci validitas data riset kelas.

  3. Eksplorasi Berbagai Metode Penelitian: Menentukan desain riset yang tepat.

  4. Pengolahan dan Analisis Data: Membedakan pendekatan Kuantitatif & Kualitatif.

  5. Panduan Penyusunan Laporan: Struktur Proposal hingga Laporan Hasil (Skripsi/PTK).

Paradigma Positivistik vs Naturalistik dalam Riset Modern

Drs. Amiruddin menjelaskan dua pendekatan besar: Positivistik (berdimensi tunggal, tetap) dan Naturalistik (jamak, terbuka).

Dalam konteks Merdeka Belajar, pendekatan naturalistik sering kali lebih kaya karena mampu menangkap dinamika suasana batin siswa saat berinteraksi dengan teknologi baru. Namun, pendekatan positivistik tetap penting ketika kita ingin melakukan verifikasi hipotesis secara statistik, misalnya dalam penelitian eksperimen untuk membandingkan metode konvensional dengan metode berbasis KKA.

Eksperimen dan Ex Post Facto

Bagi guru IPA, bab mengenai metode penelitian sangatlah mencerahkan. Penulis membahas:

  • Penelitian Eksperimen: Mencari hubungan sebab-akibat antar variabel. Sangat cocok jika Anda ingin menguji efektivitas sebuah software simulasi IPA baru di kelas.

  • Penelitian Ex Post Facto: Meneliti fenomena yang sudah terjadi (sesudah fakta). Ini berguna untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari sebuah kebijakan atau kebiasaan belajar siswa tanpa perlu memberikan perlakuan lagi.

Refleksi Pakar: Meneliti untuk Bertransformasi

Menurut saya, kekuatan buku ini terletak pada alur pikirnya yang sistematis. Meskipun sistematika laporan sering berubah mengikuti aturan akademik terbaru, logika riset yang ditanamkan dalam buku ini bersifat permanen.

Bagi rekan-rekan Guru Penggerak, buku ini adalah kompas. Kita tidak hanya "bergerak" tanpa arah, tapi bergerak berdasarkan data dan penelitian yang bisa dipertanggungjawabkan. Mari mulai melakukan penelitian dari hal yang paling sederhana di kelas kita sendiri.

Sudahkah Anda menemukan masalah unik di kelas IPA Anda hari ini? Mari meneliti!

Pernah diulas di blog lama (bukanbacabuku), diperbarui dengan perspektif riset pendidikan modern 2026 oleh Arsyad Riyadi, Alumni Pendamping PGP Angkatan 1.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daftar Blog Saya

Comments

Postingan Acak

Pengikut

Back To Top