Jumat, 25 Juni 2021

Guru Penggerak Merdeka Belajar: Mewujudkan Pendidikan yang Memerdekakan di Era KKA

Guru Penggerak Merdeka Belajar: Mewujudkan Pendidikan yang Memerdekakan di Era KKA

Guru Penggerak Merdeka Belajar : Mewujudkan Pendidikan yang Memerdekakan
Foto bersama para CGP hebat dari Cilacap

Refleksi ini lahir dari perjalanan saya sebagai bagian dari Program Guru Penggerak (PGP). Sebagai sebuah filosofi, Merdeka Belajar akan selalu relevan, namun cara kita menerapkannya harus terus bertransformasi selaras dengan perkembangan zaman.

Menanam Benih di Era Digital (Kodrat Zaman)

Ki Hajar Dewantara (KHD) berpesan bahwa pendidikan harus selaras dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Di tahun 2026 ini, kodrat zaman anak-anak kita adalah dunia yang terintegrasi dengan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

Mendidik anak tanpa memperkenalkan teknologi sama saja dengan memaksa mereka kembali ke masa lalu. Ibarat petani, kita tidak bisa memaksa jagung menjadi padi. Namun, kita harus memastikan "tanah digital" tempat jagung itu tumbuh adalah tanah yang subur, aman, dan mendukung potensinya untuk menjadi jagung yang unggul di masa depan.

Pilar Transformasi melalui Modul PGP

Dalam menempuh pendidikan Guru Penggerak, terdapat tiga pilar utama (modul) yang menjadi bekal untuk memerdekakan pendidikan:

  1. Paradigma dan Visi Guru Penggerak: Membangun fondasi filosofis Merdeka Belajar dan menciptakan budaya positif di sekolah.

  2. Pembelajaran yang Berpihak pada Murid: Menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi sosial-emosional (KSE). Di era KKA, diferensiasi ini semakin dimungkinkan dengan bantuan AI untuk memetakan kebutuhan unik setiap siswa.

  3. Pemimpin Pembelajaran: Mengelola sumber daya sekolah dan mengambil keputusan yang mengutamakan kepentingan murid (Student Agency).

Komunitas Praktisi: Wadah Kolaborasi dan Aksi Nyata

Seorang Guru Penggerak tidak boleh bergerak sendirian. Kita harus membangun Komunitas Praktisi sebagai wadah berbagi praktik baik. Komunitas ini lahir dari "kerisauan" bersama terhadap sistem pembelajaran yang mungkin masih kaku atau monoton.

Dalam komunitas ini, kita melakukan tiga hal utama:

  • Domain: Menetapkan fokus masalah (misalnya: Literasi AI untuk guru).

  • Komunitas: Membangun relasi dan kolaborasi rutin.

  • Produk: Menghasilkan karya nyata, baik itu modul ajar, aplikasi sederhana hasil koding, atau dokumentasi praktik baik lainnya.

Perjuangan Panjang Mewujudkan Kebahagiaan Belajar

Mewujudkan pendidikan yang memerdekakan adalah perjuangan panjang. Tidak cukup hanya dengan sertifikat, tetapi butuh keterampilan nyata untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan bahagia tanpa tekanan.

Tujuan akhirnya tetap sama seperti harapan KHD: menumbuhkembangkan potensi anak secara optimal agar mereka siap menghadapi tantangan zaman dengan kepercayaan diri yang penuh.

Salam Guru Penggerak!

Salam Merdeka Belajar!

Penulis adalah alumni Pendamping PGP Angkatan 1 yang aktif mengintegrasikan nilai-nilai Merdeka Belajar dengan teknologi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daftar Blog Saya

Comments

Postingan Acak

Pengikut

Back To Top