Dive Into Deep Learning: Menyiapkan Siswa Melampaui Era Industri
Jika buku sebelumnya mengajak kita memahami "mengapa" dunia harus berubah, buku ini adalah panduan praktis (how-to guide) untuk membangun budaya sekolah yang mampu menjawab tantangan tersebut.
6 Kompetensi Inti (6C): Fondasi Mengubah Dunia
Esensi dari "Engage the World" diterjemahkan di sini menjadi enam kompetensi global (6C) yang sangat terukur. Ini bukan sekadar teori, melainkan instrumen untuk memastikan siswa kita memiliki kedalaman berpikir:
Character (Karakter): Membangun ketangguhan dan integritas.
Citizenship (Kewarganegaraan): Memahami isu global dan empati.
Collaboration (Kolaborasi): Bekerja dalam tim secara efektif.
Communication (Komunikasi): Menyampaikan gagasan dengan jelas.
Creativity (Kreativitas): Menghasilkan solusi inovatif.
Critical Thinking (Berpikir Kritis): Mampu mengevaluasi informasi secara objektif.
Digital Leverage: KKA sebagai Pengungkit Transformasi Indonesia
Satu poin yang sangat ditekankan oleh Fullan dalam upaya digitalisasi adalah konsep Digital Leverage (Pengungkit Digital). Dalam konteks Indonesia saat ini, upaya digitalisasi pendidikan tidak boleh berhenti pada pengadaan perangkat keras, melainkan harus menyentuh kedalaman proses melalui KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial).
Teknologi sebagai Akselerator 6C: Fullan mengingatkan bahwa teknologi bukanlah tujuan, melainkan pengungkit. Dengan KKA, siswa tidak hanya belajar mengetik kode, tetapi menggunakan algoritma untuk memecahkan masalah lingkungan (Citizenship) atau merancang solusi baru melalui kreativitas digital.
Deep Learning di Era AI: Kecerdasan Artifisial memberikan leverage luar biasa bagi personalisasi belajar. AI memungkinkan kita melakukan diferensiasi pembelajaran secara otomatis, sehingga setiap siswa dapat "menyelam" sesuai dengan level dan minatnya masing-masing.
Transformasi Struktur Industri: Buku ini menantang kita untuk mengubah struktur "era industri" yang kaku menjadi lingkungan belajar yang penuh semangat (passion-filled environments). Penguasaan KKA di sekolah-sekolah Indonesia adalah kunci agar generasi kita menjadi pencipta teknologi, bukan sekadar konsumen.
Relevansi dengan Merdeka Belajar
Dalam kacamata Merdeka Belajar, buku ini menyediakan rubrik yang terukur untuk mengevaluasi perkembangan karakter dan kolaborasi. Hal ini sangat selaras dengan semangat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), di mana digitalisasi (KKA) berperan sebagai alat bantu utama bagi siswa untuk melakukan aksi nyata yang berdampak pada dunia.
Dari Visi Menuju Aksi
Melalui buku ini, Michael Fullan dkk. mengingatkan bahwa untuk mengubah dunia (Change the World), kita harus memulai dengan keterlibatan yang bermakna (Engagement). Dengan memanfaatkan Digital Leverage yang tepat, guru-guru di Indonesia kini memiliki kesempatan untuk membawa siswanya "menyelam" lebih dalam, menembus batas-batas fisik ruang kelas.
Detail Buku:
Judul: Dive Into Deep Learning: Tools for Engagement
Penulis: Joanne Quinn, Joanne McEachen, Michael Fullan, Mag Gardner, & Max Drummy.
Penerbit: Corwin
Fokus Utama: Strategi keterlibatan siswa dan instrumen penilaian kompetensi 6C.
Metadata Postingan (Untuk Blogger):
Label: Literasi, Deep Learning, KKA, Merdeka Belajar, 6C, Michael Fullan, Digitalisasi Pendidikan
Deskripsi Penelusuran: Ulasan buku Dive Into Deep Learning karya Michael Fullan dkk. Menelaah konsep Digital Leverage dan KKA sebagai pengungkit pendidikan masa depan di Indonesia.
Permalink:
dive-into-deep-learning-fullan-kka-indonesia.html
Penulis adalah pengamat pendidikan yang percaya bahwa digitalisasi dengan KKA adalah pengungkit utama untuk menciptakan kedalaman berpikir di kelas-kelas kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar