Senin, 23 Februari 2026

Model Pengajaran vs Pembelajaran: Refleksi "Kuper" Seorang Guru

Model Pengajaran vs Pembelajaran: Refleksi "Kuper" Seorang Guru

Membaca buku "Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran" karya Miftahul Huda ini jujur saja membuat kepala saya berdenyut-denyut. Bukan karena tebal bukunya atau kompleksitas isinya, tetapi lebih karena muncul rasa "kuper" (kurang pergaulan) dalam diri saya sebagai seorang guru.

Ternyata, dunia pedagogi memiliki kekayaan model yang sangat luas, bahkan melampaui apa yang biasa kita praktikkan sehari-hari di kelas.

Sebuah Jawaban Tak Terduga dari Sang Dosen

Saya teringat sebuah diskusi kecil dengan seorang dosen dari UNS saat mengikuti diklat beberapa waktu lalu. Pertanyaan Sang Dosen sangat sederhana: "Ada berapa sih model pembelajaran?"

Jawaban para peserta sangat beragam—mulai dari 2, 10, hingga "banyak". Diskusi sempat mengerucut pada dua kutub: berpusat pada guru (teacher-centered) atau berpusat pada siswa (student-centered). Sebuah pengelompokan yang tampak mantap karena menyederhanakan sekian banyak teori.

Namun, jawaban Sang Dosen justru jauh lebih sederhana sekaligus menohok: "Jumlah model pembelajaran itu sebanyak jumlah guru yang ada."

Busyet... (kena deh). Artinya, jika ada sepuluh guru, maka ada 10 model pembelajaran. Jika ada seratus guru, maka modelnya pun ada 100. Begitu seterusnya. Ini menyadarkan saya bahwa setiap guru memiliki "racikan" unik dalam mempraktikkan ilmu mereka, sebuah otonomi yang kini sangat dijunjung dalam semangat Merdeka Belajar.

Membedah Paradigma: Pengajaran vs Pembelajaran

Miftahul Huda dalam buku ini memberikan garis tegas yang menarik antara pengajaran dan pembelajaran:

  • Pengajaran: Praktik menularkan informasi untuk proses pembelajaran. Di sini kita mengenal paradigma pengajaran sebagai seni, ilmu terapan, praktik reflektif, hingga kompetensi.

  • Pembelajaran: Fokus pada perubahan perilaku dan kapasitas. Paradigmanya mencakup rekonstruksi pengalaman, perkembangan kognitif, konstruksi sosiokultural, hingga perkembangan ekologis.

Di era KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial), pembedaan ini menjadi sangat krusial. Kita tidak lagi sekadar "mengajar" (transfer informasi) karena informasi sudah disediakan oleh AI. Tugas kita adalah memfasilitasi "pembelajaran"—memastikan terjadi perubahan kapasitas pada diri siswa.

"Kotak Perkakas" untuk Guru Modern

Bagi rekan-rekan pendidik yang ingin memperkaya "kotak perkakas" mengajarnya, buku ini adalah referensi yang sangat lengkap. Mulai dari strategi klasik hingga yang unik seperti:

  • Tari Bambu

  • Make a Match

  • Problem Based Learning (PBL)

  • SAVI & VAK

  • Mind Mapping

Memahami berbagai model ini bukan berarti kita harus menghafal semuanya, melainkan agar kita memiliki banyak pilihan cara untuk menyentuh hati dan logika siswa kita.

Identitas Buku:

  • Judul: Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran

  • Penulis: Miftahul Huda, M.Pd

  • Penerbit: Pustaka Pelajar

  • Hal: xxiv + 358

  • Cetakan: I - IV (2013 - 2014)

Artikel ini merupakan reproduksi ulasan literasi saya, diperbarui untuk menyelaraskan konteks pendidikan di era transformasi digital dan Merdeka Belajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daftar Blog Saya

Comments

Postingan Acak

Pengikut

Back To Top