Rabu, 07 Oktober 2020

Bekerjalah Ketika Membenci Orang Lain

Bekerjalah ketika membenci orang lain boleh jadi bukan judul yang bagus untuk mewakili keadaan saat kita kehilangan produktivitas karena rasa itu. Judul yang mungkin tepat adalah hindari mengalami pertengkaran dengan teman sekantor/sekerja. Tapi apa boleh buat, di sini saya ingin menulis dengan judul yang lebih personal.

Menjaga semangat selama bekerja bukanlah hal mudah. Bukan saja karena terlibat rutinitas yang menjemukan tetapi juga karena ada penyebab lain, misalnya ada keretakan hubungan dengan teman sekerja. Bagi sebagian orang, hal ini bukan urusan yang mudah. Apalagi bagi orang yang memiliki sensitivitas yang tinggi.

Saat kita membenci orang lain, yang ada di benak kita adalah bagaimana agar tidak bersinggungan baik secara fisik maupun secara mental. Ekstrimnya kamu saja yang keluar dari kantor ini atau saya. Yang jadi masalah adalah keduanya sama-sama pekerja, yang saat ini tidak memiliki kebebasan untuk memilih tidak berangkat kantor atau berani untuk keluar dari pekerjaan itu.

Jika keduanya memiliki kinerja yang baik, bisa menjalin hubungan yang baik dengan yang lain tentu bukan hal mudah untuk menentukan siapa yang harus bertahan di kantor itu dan mana yang keluar.

Ada pepatah yang mengatakan tidak boleh ada 2 singa di gunung yang sama. Semakin tinggi jabatan di kantor  maka ego keduanya cenderung semakin besar. 

Yang kualami adalah kita berdua bukan singa. Dipecat dari kantor itu pun tidak mudah mencari penggantinya. Ada sebagian teman yang tahu. Untungnya bukan teman-teman yang suka memihak sana-sini. Kebetulan juga yang suka menjadi provokator belum tahu kebencian antara aku dengannya.

Terus bekerja itu yang mungkin dilakukan. Sehingga tidak terlalu terbawa perasaaan untuk berpikir tentang hubungan negatif dengan orang lain. Ada saatnya kok dipertemukan, karena memang kita bukan singa. Ketika jadi singa pun sangat mungkin bertemu tetapi ya pasti akan mencari tempat sendiri-sendiri.

Ketika hubungan itu membaik, biarlah sang waktu yang akan mengaturnya. Ada momen-momen untuk bersama, misalnya saat ada acara kekeluargaan atau memang saat menjadi satu tim. 
Ketika memang tak bisa secara pribadi dekat, biarlah. Ketika pekerjaan selesai, setidaknya akan lebih nyaman. Karena ketika saat menjadi satu tim, kok pekerjaan tidak beres. Sangat mungkin ada kecenderungan saling menyalahkan. Dan itu hanya menambah level kebencian antara kita.

Jadi, teruslah bekerja disukai atau tidak. Nyaman atau tidak. Untuk menghindari efek-efek kebencian itu memburuk serta berakibat luas terhadap prestasi kita atau iklim kantor yang lebih luas. 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daftar Blog Saya